Jayapura, Jubi – Universitas Cenderawasih atau Uncen Jayapura, Papua terus mendorong pengembangan kewirausahaan bagi mahasiswa melalui berbagai program pembinaan.
Salah satu upaya itu diwujudkan melalui kegiatan studentpreneur. Ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide bisnis, sekaligus mendokumentasikan praktik kewirausahaan mereka.
Rektor Universitas Cenderawasih, Dr. Oscar Oswald O Wambrauw, S.E., M.Sc., Agr, mengatakan pentingnya mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menjadi pencari kerja setelah lulus. Namun mampu menciptakan lapangan pekerjaan melalui inovasi dan kewirausahaan.
Ini disampaikan Oscar Wambrauw saat menghadiri kegiatan kewirausahaan mahasiswa yang digelar tim kewirausahaan Uncen, dirangkaikan dengan soft launching buku Studentpreneur dan penyerahan secara simbolis 25 sertifikat hak merek dagang milik mahasiswa di Kota Jayapura, Papua, Jumat (13/3/2026).
Wambrauw mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pengembangan kewirausahaan mahasiswa, yang telah dijalankan kampus selama dua tahun terakhir.
Program ini bertujuan mempersiapkan mahasiswa, agar tidak hanya lulus dengan kemampuan akademik, juga memiliki kreativitas dan inovasi dalam mengembangkan usaha.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya menjadi pekerja rutin setelah lulus, tetapi mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru melalui ide dan inovasi yang mereka miliki,” kata Oscar Oswald O Wambrauw.
Menurutnya, buku Studentpreneur yang diluncurkan merupakan dokumentasi dari berbagai aktivitas kewirausahaan mahasiswa yang telah dijalankan sebelumnya.
Buku itu diharapkan dapat menjadi referensi serta sumber pembelajaran bagi mahasiswa dalam mengembangkan usaha. Dalam kegiatan itu, diserahkan 25 sertifikat hak merek dagang kepada rektor, sebagai bukti bahwa produk mahasiswa telah memiliki identitas dan perlindungan hukum resmi.
“Sejak awal program kewirausahaan mahasiswa ini dimulai, kampus telah memberikan dukungan dalam bentuk pendampingan dan bantuan dana bagi kelompok mahasiswa yang memiliki ide bisnis,” ucapnya.
Katanya, mahasiswa didorong untuk mengembangkan produk, mulai dari makanan, kerajinan hingga berbagai produk kreatif lainnya. Peran kampus adalah mendampingi dan memotivasi mahasiswa, agar terus melahirkan ide-ide baru dalam mengembangkan usaha mereka.
Menurutnya, program kewirausahaan mahasiswa Uncen didukung berbagai pihak di lingkungan kampus, mulai dari universitas, lembaga, hingga fakultas dan program studi.
Pihak universitas berharap, ke depan semakin banyak mahasiswa dari berbagai fakultas berpartisipasi dalam program kewirausahaan ini, dan mampu mengembangkan kreativitas, membangun jaringan usaha, serta menjadi wirausahawan muda yang dapat berkontribusi bagi masyarakat.
“Kita akan terus mendorong agar semua fakultas dapat terlibat dan mahasiswa yang memiliki kemampuan serta inovasi bisa mengembangkan produk usahanya,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Tim Kreatif Studentpreneur Uncen, Kurniawan Patma menjelaskan melalui program Rumahku, mahasiswa menuliskan pengalaman dan praktik kewirausahaan yang telah dijalankan. Tulisan tersebut dapat dituangkan dalam bentuk feature maupun opini.
Katanya, buku Studentpreneur yang diluncurkan memuat berbagai aktivitas dan perjalanan kewirausahaan mahasiswa Uncen selama ini.
“Kami harapkan buku ini menjadi referensi sekaligus warisan pengetahuan bagi mahasiswa maupun pihak lain, yang ingin mempelajari perkembangan kewirausahaan mahasiswa di Uncen,” kata Kurniawan Patma.
Menurutnya, penyerahan secara simbolis 25 hak merek dagang milik mahasiswa Uncen kepada rektor, menjadi bukti bahwa produk dan usaha yang dikembangkan mahasiswa telah memiliki identitas dan pengakuan secara hukum.
“Dengan adanya hak merek dagang tersebut, usaha mahasiswa tidak hanya berkembang secara kreatif, tetapi juga memiliki legalitas resmi yang diterbitkan oleh Kementerian Hukum Republik Indonesia,” ucapnya.
Katanya, ini menjadi bukti bahwa praktik-praktik kewirausahaan mahasiswa di Uncen selama ini telah mendapatkan pengakuan melalui publikasi dalam bentuk buku, maupun legalitas hukum terhadap produk yang dihasilkan.
“Kami berharap melalui program ini, kewirausahaan mahasiswa dapat terus berkembang dan menjadi stimulus bagi mahasiswa lain untuk berani memulai usaha, serta mengembangkan kreativitas mereka di masa depan,” katanya. (*)























Discussion about this post