Manokwari – Mahasiswa asal Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan di kota studi Manokwari, Provinsi Papua Barat kini telah kembali ke kontrakan mereka setelah meninggalkan pemondokan, Sabtu (3/10/2026).
Ratusan mahasiswa itu sempat keluar dari kontrakan karena belum membayar biaya sewa sejak 2025. Mahasiswa Yahukimo kembali ke kontrakan setelah Wakil Gubernur Papua Pegunungan, Ones Pahabol membantu melunasi tunggakan biaya sewa.
Ketua Ikatan Mahasiswa Yahukimo Kota Studi Manokwari, Ima Siep membenarkan pihaknya sudah kembali ke kontrakan semula setelah dibantu oleh Wakil Gubernur Papua Pegunungan Ones Pahabol menyelesaikan tunggakan kontrakan selama dua tahun.
“Kami sampaikan terima kasih kepada Bapak Wakil Gubernur Papua Pegunungan atas kepedulian rela memberikan uang pribadi demi masa depan generasi muda di Yahukimo, Papua Pegunungan,” kata Ima Siep, Selasa (6/10/2026).
Menurut Siep, selain Wakil Gubernur Papua Pegunungan, Ones Pahabol, Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, juga membantu pihaknya dengan dana Rp95 juta.
“Terima kasih kepada Bapak Gubernur Papua Barat yang juga peduli kepada kami,” ucap Ima Siep.
Sementara itu, Wakil Gubernur Provinsi Papua Pegunungan, Ones Pahabol mengatakan bahwa ia membantu melunasi tunggakan biaya kontrakan mahasiswa asal Yahukimo di Manokwari, agar mereka nyaman belajar dan tidak lagi memikirkan biaya hidup di sana.
“Karena yang mereka lakukan untuk menempuh pendidikan. Agar mereka dapat kembali menempati tempat tinggalnya dan melanjutkan aktivitas perkuliahan dengan tenang,” kata Ones Pahabol melalui rilis tertulis, Selasa (6/10/2026).
Menurutnya, tunggakan kontrakan mahasiswa yang dilaporkan kepadanya Rp100 juta per tahun, dan total yang harus dilunasi selama dua tahun adalah Rp200 juta.
“Ya, per tahun tidak terlalu banyak, Rp100 juta satu tahun. Berarti untuk dua tahun saya selesaikan total Rp200 juta. Sudah kami koordinasi dengan pihak rumah sewaan. Hari ini mereka masuk,” ujar Ones Pahabol.
Katanya, bantuan itu diberikan melalui operasional pribadi. Sebab, ia tidak ingin masalah mahasiswa semakin berlarut jika harus menunggu penganggaran dari pemerintah.
“Tahun ini kan [sudah memasuki] tahun tutup anggaran. Kalau kami menunggu juga nanti masalahnya akan menjadi lebih besar. Ada rupiah yang bisa kita selesaikan, penting karena mereka adalah masa depan Papua Pegunungan,” ucapnya.
Selain itu Ones Pahabol juga mengirim bantuan bahan makanan untuk kebutuhan selama beberapa hari kepada mahasiswa Yahukimo yang mengungsi ke Gereja GIDI di kota studi Manokwari.
Ia berharap, mahasiswa dapat kembali ke kontrakan dan tidak lagi terganggu dengan masalah tempat tinggal. (*)




Discussion about this post