• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Mahasiswa Uncen olah pisang raja jadi ‘Royal Bananique’, belajar bisnis dari bangku kuliah

March 30, 2026
in Ekonomi
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Admin Jubi - Editor: Jean Bisay
Uncen

Ilustrasi menu pisang aroma yang digagas sekelompok mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Cenderawasih (Uncen). - Jubi/Dok pribadi

0
SHARES
329
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Berawal dari tugas mata kuliah, sekelompok mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Cenderawasih (Uncen) mencoba mendobrak kebiasaan lama dalam mengolah pangan lokal. Mereka menghadirkan “Cendrawasih Banana Treats”, sebuah usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang menjadikan pisang raja sebagai primadona camilan modern.

Inisiatif ini lahir dari tangan Agnes Ratu Tehresia Tail bersama enam rekannya: Ishak Semuel Karma, Putri Nur Rohma, Dini Nonik Trianita, Oriana Matua, Richard Sanyar, dan Anna Hissage. Mereka tertantang untuk mengubah persepsi masyarakat terhadap pisang yang selama ini dianggap makanan sederhana.

“Kami ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda. Maka kami buat menu utama bernama Royal Bananique,” tulis mereka dalam laporan usaha yang disusun sebagai bagian dari tugas kuliah yang dibuat pada Sabtu (28/3/2026).

Royal Bananique bukanlah pisang goreng biasa. Menggunakan bahan baku pisang raja utuh, buah ini dibaluri tepung basah dan tepung roti hingga menghasilkan tekstur renyah setelah digoreng. Keunikannya terletak pada bagian tengah pisang yang sengaja dibuat kosong untuk diisi berbagai varian topping dan fla (saus manis).

Selain Royal Bananique, mereka juga menjual beberapa menu pendamping, seperti Pisang Aroma, Cincau Bliss, dan Emerald Ice, dengan rentang harga sekitar Rp10.000 hingga Rp15.000. Menu-menu ini dirancang untuk memadukan cita rasa lokal dengan sentuhan modern agar sesuai dengan selera generasi muda.

Dalam laporan mereka, pisang dipilih bukan hanya karena mudah diperoleh, tetapi juga karena fleksibilitasnya dalam pengolahan. Dengan inovasi yang tepat, bahan pangan yang sederhana ini dinilai mampu memiliki nilai jual lebih tinggi dan berpotensi bersaing dengan produk instan maupun merek besar.

Uncen
Ilustrasi menu minuman khas Cincau Bliss yang digagas sekelompok mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Cenderawasih (Uncen). – Jubi/Dok pribadi

Proses menjalankan usaha ini tidak sepenuhnya berjalan mulus. Keterbatasan dana, koordinasi tim, dan minimnya peralatan memasak menjadi tantangan utama sejak tahap persiapan. Sebagai ketua kelompok, Agnes harus mengoordinasikan pengumpulan modal dan memastikan kebutuhan usaha tetap terpenuhi meskipun respons anggota tidak selalu seragam.

BERITATERKAIT

Uncen dorong kewirausahaan mahasiswa

Akademisi kesehatan: TBc di Kabupaten Jayapura kritis, tapi belum darurat

Uncen bantah ada pungli saat pelaksanaan wisuda

Uncen evaluasi program untuk peningkatan mutu lulusan

Sehari sebelum penjualan, enam anggota tim berkumpul di salah satu kos mahasiswa untuk menyiapkan bahan dan peralatan. Mereka menyiapkan adonan, topping, hingga perlengkapan booth yang sebagian besar dibawa dari rumah masing-masing, mulai dari kompor, meja, hingga kursi untuk pelanggan.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Penjualan pertama dilakukan di booth yang disediakan di depan kantin Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Cenderawasih pada Senin, 9 Maret 2026. Cuaca yang kurang mendukung sempat menimbulkan kekhawatiran, namun antusiasme mahasiswa lain cukup tinggi. Royal Bananique, Pisang Aroma, dan Cincau Bliss terjual dengan baik sepanjang hari.

Sebaliknya, minuman Emerald Ice tidak banyak diminati, sehingga sebagian stok tidak terjual. Kondisi tersebut membuat keuntungan yang diperoleh belum sepenuhnya mampu menutupi modal awal, terutama karena biaya topping dan bahan tambahan relatif tinggi.

Meski secara finansial belum menghasilkan laba maksimal, pengalaman menjalankan usaha ini memberikan pembelajaran langsung mengenai manajemen modal, kerja sama tim, hingga strategi pemasaran sederhana di lingkungan kampus. Dari tujuh anggota, enam orang terlibat aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan, sementara satu anggota hanya berkontribusi dalam pengumpulan dana. Evaluasi peran setiap anggota tetap dicatat sebagai bagian dari laporan akademik mereka.

Di luar konteks tugas kuliah, usaha ini juga menunjukkan potensi ekonomi dari pengolahan pangan lokal. Penggunaan pisang sebagai bahan utama secara tidak langsung mendukung permintaan hasil pertanian lokal dan membuka peluang bagi pengembangan usaha kecil berbasis komoditas daerah.

Dalam laporan penutup, para mahasiswa menilai bahwa pengalaman ini membuat mereka memahami bahwa kewirausahaan tidak hanya berkaitan dengan teori perencanaan bisnis, tetapi juga kemampuan beradaptasi terhadap kondisi lapangan, termasuk cuaca, selera konsumen, dan keterbatasan sumber daya.

Di tengah arus globalisasi dan meningkatnya konsumsi produk instan, pangan lokal kerap tersisih dari pilihan generasi muda. Padahal, seperti ditunjukkan melalui Cendrawasih Banana Treats, bahan pangan lokal memiliki potensi besar jika diolah dengan kreativitas dan pendekatan yang relevan dengan tren pasar.

Inovasi seperti Royal Bananique menjadi contoh bagaimana pisang—yang selama ini dianggap makanan biasa—dapat diposisikan sebagai produk dengan konsep premium dan daya tarik visual yang kuat. Upaya ini tidak hanya memperkaya variasi kuliner, tetapi juga memperkuat identitas daerah serta membuka peluang ekonomi baru.

Bagi para mahasiswa tersebut, tugas kuliah ini berakhir bukan hanya dengan nilai akademik, melainkan juga pengalaman langsung membangun usaha dari nol. Dari proses mengumpulkan modal hingga menghadapi risiko kerugian, mereka memperoleh gambaran konkret tentang dunia bisnis yang selama ini hanya dipelajari di ruang kelas. (*)
*Agnes Ratu Tehresia Tail, Dini Nonik Trianti, Putri Nur Rohma, Richard Sanyar, Oriana Matuan dan Ishak Samauel Karma berkontribusi dalam laporan ini.

Continue Reading
Tags: bangku kuliahbelajar bisnispisang rajaRoyal BananiqueUncen
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Hotel

Restoran hotel di Jayapura ramai pengunjung selama Ramadan

March 20, 2026
Kebutuhan pokok

Harga cabai di Kota Jayapura melambung jelang Idulfitri

March 19, 2026
kas Keliling

BI Papua gelar tiga kali kas keliling ke wilayah 3T

March 13, 2026

Pembangunan ekonomi di Papua Tengah mesti berbasis kekuatan lokal

February 26, 2026

Universitas Ottow Geissler bentuk pusat inkubasi penggerak usaha rintisan

February 26, 2026

Stok dari luar kosong, harga telur lokal naik hingga Rp80 ribu per rak

December 24, 2025

Discussion about this post

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara