Jayapura, Jubi – Sebuah revolusi ekonomi lokal tengah digerakkan dari balik dinding kampus Universitas Ottow Geissler (UOG) Papua. Bukan sekadar teori, kampus ini resmi mengoperasikan Pusat Inkubasi Bisnis yang menjadi kawah candradimuka bagi anak muda Papua untuk menyulap ide menjadi usaha rintisan (startup) yang kompetitif. Dari sambal rumahan hingga ekspor ikan tuna, lembaga ini membuktikan bahwa talenta wirausaha di bumi Cenderawasih siap bertarung di pasar nasional maupun global.
Kepala Pusat Inkubasi Bisnis UOG Papua, Moses Yomungga, mengungkapkan bahwa pendampingan intensif sejak 2023 telah membuahkan hasil nyata. Salah satu keberhasilan yang mencolok adalah transformasi startup ‘Sambal Baba’ yang berhasil meledakkan varian produknya dari hanya 5 rasa menjadi 22 varian. Tak hanya startup digital atau kuliner, pusat inkubasi ini juga menjamah sektor riil dengan mendorong koperasi nelayan di Biak Numfor menembus pasar ekspor dan mengawal 20 unit Koperasi Merah Putih sepanjang tahun ini.
Langkah berani Universitas Ottow Geissler ini bukan sekadar program musiman, melainkan bagian dari desain besar kemandirian ekonomi Papua yang melibatkan sinergi lintas lembaga dan kementerian. Bagaimana strategi rahasia di balik suksesnya inkubasi bisnis ini dalam mengubah pola pikir mahasiswa menjadi pengusaha tangguh? Simak ulasan lengkap dan investigasi mendalamnya dalam kolaborasi eksklusif Jubi bersama teras.id melalui tautan di bawah ini.
(Mendorong Startup Papua ala Pusat Inkubasi Universitas Ottow Geissler)




Discussion about this post