• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Mamta

Orang Papua bongkar bom dengan gergaji

June 3, 2026
in Mamta
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Dominggus A. Mampioper - Editor: Arjuna Pademme
Bom

Bom sisa peninggalan Perang Dunia II yang ditemukan di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua beberapa waktu lalu - Jubi/IST

0
SHARES
141
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Warga Kabupaten Biak Numfor, Papua baru saja dikejutkan dengan ledakan bom yang terjadi pada Minggu 31 Mei pukul 14.45 WIT. Ledakan itu bersumber dari bom yang diduga peninggalan Perang Dunia II pada 1944.

CCTV milik pelabuhan laut Biak, merekam dengan jelas kobaran api, kepulan asap, dan ledakan yang menggelegar siang itu.

Bom yang diduga sisa Perang Dunia II meledak di Kompleks Perikanan, Jalan Wolter Monginsidi, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota Provinsi Papua.

Insiden tersebut menewaskan 6 warga, 19 warga dirawat di rumah sakit, merusak sedikitnya 10 rumah, 55 kepala keluarga mengungsi, serta disorot oleh media internasional seperti kantor berita Prancis, AFP.

Kejadian bermula ketika warga berusaha memotong benda berbahaya tersebut untuk diambil bubuk mesiu yang diduga akan dipakai sebagai bahan peledak ikan.

Namun, gesekan dari gergaji memicu panas yang menyulut mesiu hingga terjadi ledakan dahsyat. Sedikitnya 10 rumah warga mengalami kerusakan, beberapa di antaranya hancur rata dengan tanah.

Dulu pada era 1980 an, di Tanah Papua khususnya di Kota Biak dan Kota Jayapura banyak nelayan diduga menggunakan bom peninggalan Perang Dunia II, untuk mencari ikan di perairan laut di Teluk Humboltd atau Teluk Yos Sudarso maupun perairan Kabupaten Biak Numfor.

BERITATERKAIT

Pelapor Khusus PBB: Orang Papua seharusnya diperlakukan setara dan tidak menderita

Pj Gubernur Papua lantik tiga pejabat fungsional, salah satunya orang Papua pertama di jabatan itu

Mathius D Fakhiri, anak pamen Polri, kini jenderal bintang tiga

5 bom peninggalan Perang Dunia II disingkirkan dari Pelabuhan Port Vila

“Iya benar di era itu banyak orang mencari bom sehingga Kolonel Polisi( sekarang Kombes Pol) alm Amandus Mansnembra bilang para ahli di Amerika belajar bikin bom bertahun tahun dan sangat hati hati, tetapi di sini (Papua) dorang hanya bermodal gergaji dan martelu bisa membongkar bom peninggalan Perang Dunia Kedua milik Jepang dan Amerika Serikat,” kata Septinus warga Dok V Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura, Papua kepada Jubi, Rabu (3/6/2026).

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Seraya bercanda ia mengatakan, bahkan warga sudah tahu cara membongkar bom. Apabila membuka bom buatan Jepang harus diputar ke kiri, sedangkan bom buatan Amerika cukup digergaji.

“Peristiwa ledakan bom sisa perang dunia kedua juga pernah terjadi di Kota Jayapura, di mana banyak anak-anak di Bhayangkara terkena ledakan bom di Dok II depan Kantor Gubernur Papua di era 1980 an,” ujarnya.

Katanya, salah satu mantan penjaga gawang Persipura, Elly Tiba mengalami cacat kaki, meski ia masih bisa berjalan.

Menurutnya, pada era 1980 an, di depan Kantor Gubernur Provinsi Papua terdapat sebuah kapal karam mirip amphibi yang tinggal menjadi besi tua.

“Biasanya anak anak dari Dok V maupun dari Bhayangkara bermain dan mandi di kapal karam sisa peninggalan Perang Dunia II,” katanya.

Suatu hari yang naas, anak-anak dari Bhayangkara terkena ledakan bom, maklum waktu itu seorang warga sedang menggergaji bom di dalam kapal yang karam tersebut.

Namun bom itu tiba-tiba meledak dan anak-anak dari kompleks Bhayangkara menjadi korban. Peristiwa ini termasuk terbesar karena banyak anak-anak banyak terluka.

Salah satu lokasi di Argapura pantai, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura dijuluki Kampung Vietnam karena diduga sebagai lokasi yang banyak memakai bahan peledak pada waktu lalu.

Bahkan banyak nelayan di sana, yang kakinya buntung atau tangannya hilang  akibat terkena ledakan bom ikan. Bom ikan itu mereka rakitan sendiri dari belerang atau bubuk ledak. Ada juga yang dikenal dengan nama dopis.

Atlet renang paralimpic Papua, Marinus Melianus Yowei juga pernah mengalami peristiwa naas terkena ledakan bom. Saat itu ia hendak melempar bom ikan ke laut. Namun ia terlambat melemparkan bom tersebut, hingga dirinya terkenda ledakan bersama beberapa rekannya.

Kasus bom ikan yang meledak, juga pernah terjadi di Distrik Abepura Kota Jayapura pada April 2025. Seorang pria bernama Agus (44 tahun) tewas ketika bom ikan (dopis) yang sedang dirakitnya di dalam rumah tiba-tiba meledak. Kejadian itu juga dipicu oleh bahan dasar bom yang menggunakan mortir.

Sebelumnya di kawasan Abepantai, Distrik Abepura, warga bernama Terry Wamuar (47 tahun) meninggal dunia setelah terkena ledakan bom ikan yang sedang ia rakit sendiri pada Maret 2017.

Kasus serupa juga pernah terjadi di pantai rekreasi Base G, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura Papua dan menewaskan pembawanya Yeremias Wanggai pada 12 Desember 2007.

Putra Yeremias bernama Manas Wanggai yang berusia 15 tahun menderita luka serius di sekujur tubuhnya. Manas Wanggai sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dok II Jayapura. (*)

Tags: Bom Peninggalan PD IIorang papua
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Ikan Danau Sentani

Ikan sapu-sapu sudah ditemukan di Danau Sentani

June 2, 2026
katarak

Puluhan warga Ifar Besar didiagnosis katarak saat pemeriksaan mata gratis

June 2, 2026

Corelab Jayapura promosikan gaya hidup sehat lewat hybrid race

May 30, 2026

Aliansi SETARA nyatakan sikap terhadap situasi di Tanah Papua

May 29, 2026

Perempuan Papua serukan perlawanan terhadap penindasan dan PSN

May 29, 2026

Thaha Alhamid: ‘Pesta Babi’ gambaran kolonialisme di Tanah Papua

May 23, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey
  • Latest
  • Trending
  • Comments
Yasinta

Coalition Suspects Yasinta Moiwend Controversy Is Linked to Ongoing Court Proceedings

June 3, 2026
WWII

WWII-Era Bomb Explosion in Biak Revives Memories of Similar Incidents in Papua

June 3, 2026
Pembangunan Pabrik

Pembangunan pabrik pakan Garuda Bumi Papua rampung dalam empat bulan

June 3, 2026
Gubernur Fakhiri

Gubernur Fakhiri minta program MBG wajib gunakan produk lokal

June 3, 2026
Gubernur Fakhiri

Gubernur Fakhiri letakkan batu pertama pembangunan pabrik pakan di Keerom

June 3, 2026
PT Pelni

PT Pelni Jayapura antisipasi lonjakan penumpang selama libur sekolah

June 3, 2026
Bom

Orang Papua bongkar bom dengan gergaji

June 3, 2026
Pemuda Adat

Pemuda adat Papua hentikan rakor program cetak sawah di Kota Sorong

June 2, 2026
Dampak Janji

Dampak janji penebangan yang dilanggar di hutan terakhir Kepulauan Solomon

June 1, 2026
Mahasiswa Mimika

Mahasiswa Mimika se-Indonesia desak berbagai pihak evaluasi kebijakan pendidikan

June 2, 2026
Laporan kemerdekaan

Laporan kemerdekaan Bougainville dari PNG dipresentasikan di Parlemen Nasional

June 1, 2026
RSUD Yowari

Keluarga pasien berharap Pemkab Jayapura evaluasi menyeluruh RSUD Yowari

March 17, 2026
Komnas HAM

Penggusuran paksa tanah masyarakat adat Biak diadukan ke Komnas HAM

March 17, 2026
Solomon

10 Menteri Kepulauan Solomon mengundurkan diri

March 17, 2026
Yasinta

Coalition Suspects Yasinta Moiwend Controversy Is Linked to Ongoing Court Proceedings

0
WWII

WWII-Era Bomb Explosion in Biak Revives Memories of Similar Incidents in Papua

0
Pembangunan Pabrik

Pembangunan pabrik pakan Garuda Bumi Papua rampung dalam empat bulan

0
Gubernur Fakhiri

Gubernur Fakhiri minta program MBG wajib gunakan produk lokal

0
Gubernur Fakhiri

Gubernur Fakhiri letakkan batu pertama pembangunan pabrik pakan di Keerom

0
PT Pelni

PT Pelni Jayapura antisipasi lonjakan penumpang selama libur sekolah

0
Bom

Orang Papua bongkar bom dengan gergaji

0

English Stories

Yasinta
Pacnews

Coalition Suspects Yasinta Moiwend Controversy Is Linked to Ongoing Court Proceedings

June 3, 2026
WWII
Pacnews

WWII-Era Bomb Explosion in Biak Revives Memories of Similar Incidents in Papua

June 3, 2026
KNPB
Pacnews

The West Papua National Committee (KNPB) Calls for Grassroots Consolidation to Advance Self-Determination

June 3, 2026
Discovery of Pleco
Pacnews

Discovery of Pleco Raises New Concerns for Lake Sentani’s Native Biodiversity

June 3, 2026
Five Killed
Pacnews

Five Killed, Three Missing in Suspected World War II Bomb Explosion in Biak

June 2, 2026

Trending

  • Pemuda Adat

    Pemuda adat Papua hentikan rakor program cetak sawah di Kota Sorong

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dampak janji penebangan yang dilanggar di hutan terakhir Kepulauan Solomon

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mahasiswa Mimika se-Indonesia desak berbagai pihak evaluasi kebijakan pendidikan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Laporan kemerdekaan Bougainville dari PNG dipresentasikan di Parlemen Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keluarga pasien berharap Pemkab Jayapura evaluasi menyeluruh RSUD Yowari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara