Keerom, Jubi – Gubernur Papua Matius D. Fakhiri meminta seluruh pengelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Papua mengutamakan penggunaan hasil produksi petani dan peternak lokal, buka dari luar Papua.
Pernyataan itu disampaikan Fakhiri saat peletakan batu pertama pembangunan Pabrik Pakan Garuda Bumi Papua di Kabupaten Keerom, Rabu (3/6/2026).
Menurut Fakhiri, berbagai program pertanian yang sedang dijalankan pemerintah daerah harus terhubung dengan pasar yang jelas agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Setelah terbangun semua, ambil produksi lokal. Tidak ada kamu datangkan dari luar lagi. Ambil dari petani saya, ambil di tiap kabupaten,” tegasnya.
Ia menilai masih banyak produk pangan yang didatangkan dari luar Papua meski petani lokal mampu memproduksinya. Kondisi tersebut, menurutnya, harus segera diakhiri.
“Saya akan pastikan melarang semua itu ambil dari luar sehingga petani kita mendapat kesempatan untuk berkembang,” ujarnya.
Fakhiri menyebut pemerintah sedang membangun berbagai fasilitas hilirisasi mulai dari cetak sawah, pabrik pakan, hingga pengolahan hasil pertanian agar rantai pasok pangan dapat dikelola di dalam Papua.
Ia juga meminta para bupati dan organisasi perangkat daerah mendukung kebijakan penggunaan produk lokal dalam berbagai program pemerintah.
“Kalau setiap keluarga tumbuh ekonominya, saya yakin Papua akan sejahtera,” katanya.
Menurut Fakhiri, keberhasilan Program MBG tidak hanya diukur dari distribusi makanan kepada siswa, tetapi juga dari dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Karena itu, pemerintah daerah akan terus mendorong agar kebutuhan bahan pangan program tersebut diserap dari petani, peternak dan pelaku usaha lokal di seluruh Papua. (*)























Discussion about this post