Serui, Jubi – Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri menegaskan komitmennya memperbaiki infrastruktur jalur barat dan Bandara Stevanus Rumbewas di Kabupaten Kepulauan Yapen, guna memperlancar konektivitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Saat meninjau infrastruktur di Kampung Kamanap, Distrik Kosiwo, Kabupaten Kepulauan Yapen, Gubernur Fakhiri mengatakan jalur barat memiliki peran penting karena menghubungkan wilayah utara Yapen dengan Kota Serui.
“Jalur barat ini kan menghubungkan utara. Kenapa ini sangat penting? Pada bulan Oktober sampai Februari ombak di wilayah sini bisa sampai 4-5 meter. Ini pasti akan menyulitkan masyarakat untuk beraktivitas kalau mau ke Serui,” kata Gubernur Fakhiri, Rabu (20/5/2026).
Ia menyebut kondisi gelombang tinggi kerap menghambat mobilitas warga, terutama untuk kebutuhan darurat seperti pelayanan kesehatan. Karena itu, Pemerintah Provinsi Papua akan melakukan intervensi melalui perbaikan jalan dan jembatan.
“Karena itu jalannya provinsi, kami akan memperbaiki jembatan. Kemudian jembatan-jembatan kayu tadi ada beberapa, saya pikir sudah waktunya untuk kita perbaiki supaya aktivitas masyarakat tidak terganggu,” ujarnya.
Menurut Gubernur Fakhiri, pembangunan infrastruktur menjadi bagian penting dalam menjaga rantai distribusi ekonomi masyarakat, terutama sektor perikanan dan pertanian yang tengah dikembangkan pemerintah.
“Kalau itu putus berarti mata rantai ekonomi juga putus. Percuma kita bicara menumbuhkan ekonomi kalau akses masyarakat terganggu,” katanya.
Selain jalan, Fakhiri juga meninjau kondisi bandara di wilayah tersebut. Ia mengatakan landasan pacu bandara sepanjang 1,6 kilometer mengalami kerusakan sekitar 200 meter akibat gempa bumi beberapa waktu lalu.
“Tadi disampaikan dari bandara bahwa sudah ada di APBN. Pemerintah Kabupaten juga minta untuk ditambah 250 meter dan nanti Pemerintah Provinsi akan bantu,” ucapnya.
Ia berharap pengembangan bandara dapat memungkinkan pesawat jenis ATR mendarat di Yapen, sehingga mempercepat mobilitas penumpang, distribusi hasil perikanan, hingga pelayanan medis rujukan ke Kabupaten Biak Numfor.
“Kami berharap pesawat ATR TP-172 bisa landing sehingga aktivitas bandara lancar, aktivitas laut juga lancar dan masyarakat bisa bepergian dengan baik,” katanya. (*)
























Discussion about this post