Serui, Jubi – Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mulai menyiapkan penanganan sejumlah ruas jalan, serta jembatan di Kabupaten Kepulauan Yapen, termasuk akses menuju bandara yang dinilai rawan terputus akibat longsor.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas PUPR Provinsi Papua, Natir Renyaan, mengatakan penanganan prioritas dilakukan pada ruas Menawi–Semerbaba yang mengalami longsor parah.
“Nama ruasnya itu Menawi-Semerbaba. Tahun ini dari Dinas PU sudah memprogramkan di APBD induk dan sekarang lagi berproses pengadaan barang dan jasa. Mungkin dalam waktu dekat fisiknya sudah bisa berjalan, khususnya di titik yang tadi kita lewat itu yang longsor,” kata Natir di Serui, Rabu (20/5/2026).
Ia menjelaskan anggaran penanganan longsor pada ruas tersebut mencapai hampir Rp5 miliar. Pekerjaan yang dilakukan meliputi pemasangan bronjong, timbunan, hingga pelebaran jalan.
“Kami penanganan pada tahun ini biayanya kurang lebih hampir Rp5 miliar. Item pekerjaannya berupa pemasangan bronjong, timbunan sekaligus pelebaran jalan,” ujarnya.
Selain ruas Menawi–Semerbaba, Pemprov Papua juga mengusulkan penanganan ruas Serui–Ansus dan Serui–Kamaran–Ansus dalam APBD Perubahan 2026.
Menurut Natir, terdapat sedikitnya tiga titik kritis yang membutuhkan pembangunan talut pengaman jalan agar akses tidak putus.
“Kalau tidak dilakukan secepatnya nanti lama-lama jalan putus. Karena tadi saya dari bandara lihat, kalau tidak segera ditangani bisa-bisa putus sama sekali,” katanya.
Natir mengatakan usulan pembangunan jembatan dari masyarakat juga mulai didata pemerintah. Namun, sebagian besar masih harus masuk tahap perencanaan sebelum pembangunan fisik dilakukan.
Ia menambahkan untuk sungai dengan bentang pendek, pemerintah mempertimbangkan penggunaan box culvert agar penanganan lebih cepat.
“Kalau lebar sungainya cuma lima meter, kita bikin box culvert saja supaya secepatnya bisa fungsional,” ujarnya. (*)




Discussion about this post