Jayapura, Jubi – Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin Paulus Octavianus, menegaskan Papua menghadapi beban penyakit menular tertinggi di Indonesia, terutama malaria, tuberkulosis (TB), HIV/AIDS, dan kusta.
Dalam Rapat Koordinasi Teknis (Rakontek) percepatan eliminasi penyakit menular di Jayapura, Selasa (28/4/2026), Benjamin menyebut lebih dari 90 persen kasus malaria nasional berasal dari Papua. Angka tersebut jauh melampaui wilayah lain di Indonesia yang kontribusinya tidak sampai 10 persen.
“Kasus malaria di Papua lebih dari 90 persen. Ini harus segera kita selesaikan bersama,” kata Benjamin.
Selain malaria, ia juga menyoroti tingginya kasus TB dan HIV/AIDS yang dinilai tidak sebanding dengan jumlah penduduk Papua sekitar 5 juta jiwa. Papua menyumbang sekitar 4 persen kasus TB nasional dan 12 persen kasus HIV/AIDS.
Menurutnya, penanganan harus dilakukan secara serius dan terintegrasi, termasuk memperbaiki sistem layanan kesehatan. Ia menekankan pentingnya isolasi pasien TB di fasilitas kesehatan guna mencegah penularan.
“Pasien TB tidak boleh bercampur dengan pasien lain. Harus dirawat di ruang isolasi,” ujarnya.
Benjamin juga menyoroti kasus kusta di Kota Jayapura yang masuk dalam lima wilayah dengan kasus tertinggi di Indonesia. Ia menilai kondisi tersebut harus segera ditangani, mengingat terjadi di wilayah perkotaan.
Sementara itu, Direktur Penyakit Menular Kementerian Kesehatan, Prima Yosephine, mengatakan Rakontek digelar sebagai respons atas tingginya beban penyakit menular di Papua yang berkontribusi besar terhadap kasus nasional.
Ia menjelaskan sejumlah tantangan seperti kondisi geografis, keterbatasan akses layanan kesehatan, serta belum meratanya tenaga medis menjadi kendala utama.
Rakontek ini melibatkan enam pemerintah provinsi dan 14 kabupaten/kota dengan beban kasus tinggi, serta kementerian, mitra pembangunan, dan sektor swasta. Forum tersebut diharapkan menghasilkan langkah strategis percepatan eliminasi penyakit menular dan memperkuat koordinasi lintas sektor.
Pemerintah menargetkan eliminasi malaria dan pengendalian penyakit menular dapat tercapai pada 2030. (*)




Discussion about this post