• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Mamta

Perempuan Papua serahkan aspirasi ke MRP

April 30, 2026
in Mamta
Reading Time: 2 mins read
0
Penulis: Aida Ulim - Editor: Arjuna Pademme
perempuan papua

Perwakilan Perempuan Papua Bersatu membacakan pertanyaan sikap sebelum menyerahkannya kepada perwakilan MRP dari Pokja Perempuan, di Kota Jayapura, Papua, Kamis, (30/04/2026).-Jubi/Aida Ulim

0
SHARES
23
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Perempuan Papua yang tergabung dalam Suara Perempuan Papua Bersatu menyerahkan aspirasi mereka kepada perwakilan Majelis Rakyat Papua atau MRP. Aspirasi itu diterima Wakil Ketua Kelompok Kerja (Pokja) perempuan, Sandra Mambrasar.

Aspirasi diserahkan setelah Perempuan Papua Bersatu menggelar mimbar bebas “Perempuan Bangkit Melawan Militerisme dan PSN” di Lingkaran Abepura, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua, Kamis (30/04/2026).

Sandra Mambrasar mengatakan, sehari sebelumnya Suara Perempuan Papua Bersatu sudah memberikan surat resmi kepada MRP, sehingga pihaknya hadir di lokasi aksi untuk menerima aspirasi.

“Karena itu, MRP hadir untuk mendengar langsung tuntutan yang disampaikan oleh para perempuan Papua dalam aksi ini,” kata Sandra Mambrasar.

Menurutnya, MRP juga memiliki perhatian terhadap berbagai persoalan di Papua, termasuk rencana pembangunan batalyon di Biak situasi kemanusiaan di puncak dan seluruh Tanah Papua. Karenanya, aspirasi ini dinilai sangat penting untuk didengar dan ditindaklanjuti.

“Kami hadir sebagai perempuan Papua yang melihat langsung situasi kemanusiaan di Tanah Papua hari ini. Apa yang disampaikan oleh anak-anak muda dan perempuan Papua kami terima. Akan kami bawa ke tingkat pusat, termasuk ke MPR serta diteruskan kepada lembaga-lembaga yang berwenang, hingga kepada Presiden,” ucapnya.

Ia mengatakan, aspirasi tersebut akan dibahas melalui mekanisme internal, termasuk dalam forum pleno, untuk menentukan langkah yang tepat dalam menyampaikan dan memperjuangkan aspirasi itu ke tingkat yang lebih tinggi.

BERITATERKAIT

Perempuan Papua serukan perlawanan terhadap ketidakadilan

Perempuan Papua “Lawan PSN dan Militerisme”

Aspirasi “Papua Darurat Militer dan Kemanusiaan” diserahkan mahasiswa ke DPR Papua

Ada perubahan cara pandang terhadap perempuan di Tanah Papua

Katanya, berbagai laporan dari lembaga HAM dan gereja menunjukkan pola kekerasan yang sama masih terus terjadi di Papua. Pendekatan militeristik masih berdampak, dengan perempuan dan generasi muda menjadi korban.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

“Kami melihat pola kekerasan ini terus berulang, bahkan dialami oleh generasi muda yang baru lahir. Ini perlu menjadi perhatian serius pemerintah agar keadilan dapat ditegakkan melalui mekanisme negara,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Suara Perempuan Papua Bersatu, Iche Murib yang menyampaikan pernyataan sikap mengatakan pihaknya mengecam pembantaian terhadap warga sipil di Distrik Kembru, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, pada 14 April 2026.

Suara Perempuan Papua Bersatu menilai perempuan dan anak menjadi pihak paling rentan dalam konflik bersenjata yang melibatkan aparat keamanan dan kelompok bersenjata.

Menurutnya, kelompok rentan tidak mendapatkan akses layanan dasar seperti kesehatan, pendidikan, serta kebutuhan sosial dan ekonomi lainnya yang seharusnya menjadi tanggung jawab negara.

“Kami juga menyoroti kondisi pengungsi internal yang mencapai lebih dari 100 ribu orang. Para pengungsi ini, tidak hanya hidup dalam ketakutan akibat konflik, juga menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan dasar, termasuk pelayanan kesehatan yang minim di sejumlah wilayah terdampak konflik,” kata Iche Murib.

Suara Perempuan Papua Bersatu menyatakan, konflik yang berlangsung sejak beberapa tahun terakhir telah meluas ke berbagai daerah di Papua, seperti Nduga, Puncak, Puncak Jaya, Yahukimo, Pegunungan Bintang, hingga wilayah Maybrat dan Tambrauw.

“Kondisi ini sebagai bagian dari dinamika kekerasan yang terus berulang dan berdampak luas terhadap masyarakat sipil,” ucapnya.

Suara Perempuan Papua Bersatu mengajak seluruh masyarakat Papua, menyuarakan situasi kemanusiaan yang sedang terjadi, dan menyampaikan beberapa poin tuntutan kepada pemerintah, diantaranya penghentian pendekatan militer di Tanah Papua, penegakan hukum terhadap pelaku kekerasan, perlindungan terhadap masyarakat sipil, serta pemenuhan hak-hak dasar masyarakat.

Pembebasan tahanan politik, penolakan terhadap pembangunan proyek strategis nasional di Tanah Papua, serta penghentian tindakan penangkapan sewenang-wenang di wilayah konflik. (*)

Continue Reading
Tags: aspirasiMRPperempuan papuaSuara Perempuan Papua Bersatu
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Perempuan Papua

Perempuan Papua serukan perlawanan terhadap ketidakadilan

April 30, 2026
Perempuan Papua

Perempuan Papua “Lawan PSN dan Militerisme”

April 30, 2026
OAP

Pemkab Jayapura alokasikan Rp1 miliar dana Otsus untuk program outsourcing OAP

April 28, 2026

Belasan OAP di Kabupaten Jayapura dilatih menjadi operator alat berat

April 28, 2026

Kapolresta Jayapura: Polisi tembakkan gas air mata karena dilempari demonstran

April 27, 2026

Arnold Clemens Ap, dari PMS Biak sampai Mambesak 1978

April 27, 2026

Discussion about this post

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara