Jayapura, Jubi – Massa aksi menyebut demonstrasi “Papua Darurat Militer dan Kemanusiaan” di Kota Jayapura sempat diwarnai kericuhan antara peserta aksi dan pihak kepolisian, karena tembakan gas air mata ke arah massa aksi.
Insiden itu terjadi di depan Detasemen Zeni Tempur 10/Ksatria Yudha Dharma atau Denzipur 10/KYD di Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, Papua, Senin (27/4/2026) pagi.
Negosiator massa aksi, Yohanis Walilo mengatakan ketika itu personel polisi dan Brimob memblokade massa dari beberapa titik kumpul di sekitar Waena yang hendak menuju ke kawasan Lingkaran di Abepura, Distrik Abepura, Kota Jayapura.
Pihaknya berupaya bernegosiasi dengan kepolisian. Namun negosiasi itu tidak menemui titik temu. Siatusi pun memanas dan polisi menembakkan gas air mata. Padahal ketika itu, pihaknya berupaya mengkoordinir massa aksi untuk mundur perlahan.
“Situasi berubah ketika aparat disebut memberikan perintah berbeda di lapangan. Perintah dari Polres berbeda lagi. Kami mau sambil negosiasi, pelan-pelan mundurkan massa, tetapi mereka langsung [menembakkan gas air mata] dan dibalas lemparan batu oleh massa aksi,” kata Yohanes Walilo usai kericuhan.
Menurutnya, situasi pun memasan dan massa akhirnya berlarian menghindari tembakan gas air mata.
“Setelah aparat melepaskan gas air mata ke arah massa, kondisi kemudian memanas dan memicu kepanikan di lokasi aksi,” ujarnya.
Katanya, sebelumnya massa yang berasal dari kawasan Expo meminta difasilitasi untuk diantar atau dibubarkan secara tertib. Namun, situasi di lapangan berubah setelah adanya instruksi dari pihak keamanan.
“Setelah itu baru pihak kepolisian, mungkin ada perintah dari atas, berubah lagi. Mereka suruh kami mundur pelan-pelan, lalu ditembak gas air mata,” ucapnya.
Ia juga menyebut sejumlah negosiator mendapat pukulan tongkat saat situasi ricuh. Massa aksi kemudian terpencar dan membubarkan diri dari lokasi kejadian.
Sementara itu, Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Jayapura Kota, Kombes Pol Frederickus W.A. Maclarimboen, menolak memberikan keterangan lebih lanjut saat dikonfirmasi. “Masih aksi ini,” katanya singkat.
Berdasarkan pantauan Jubi hingga pukul 10.15 WIT, massa aksi kembali berkumpul dan berorasi di Perumnas II, Waena, dengan pengawalan ketat aparat keamanan. Setelah itu, massa kembali melakukan long march menuju Abepura melalui jalan potong Perumnas IV. (*)

























Discussion about this post