• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Lingkungan

Sampah dari Kota Jayapura berdampak pada kesehatan warga Kampung Enggros

January 21, 2025
in Lingkungan, Mamta
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Aida Ulim - Editor: Syofiardi
Sampah

Tumpukan sampah di Kampung Enggros, Kota Jayapura, Provinsi Papua pada Senin (20/1/2025). --Jubi/Anggi

0
SHARES
126
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Kampung Enggros yang berada di Distrik Abepura, Kota Jayapura, Provinsi Papua, berada di kawasan Taman Alam Teluk Youtefa. Setiap hari kampung yang berada di kawasan teluk ini selalu mendapat kiriman sampah dari Kota Jayapura.

Sampah yang mencemari laut berdampak kepada mata pencaharian warga Kampung Enggros yang umumnya nelayan. Selain itu, sampah yang terdampar ke pantai berdampak kepada kesehatan warga.

Kepala Urusan Pemerintahan Kampung Enggros Aser Sembra mengatakan sakit yang sering dialami masyarakat Kampung Enggros selain malaria adalah gatal-gatal pada pada kulit.

“Karena air laut yang tercemar menyebabkan penyakit kulit atau gatal-gatal, itu yang sering terjadi. Anak-anak paling rentan, selain juga orang dewasa,” katanya kepada Jubi, Senin (20/01/2025).

Menurut Sembra, laut di Kampung Enggros terlihat bersih, tapi sebenarnya sudah tercemar. Jika hujan turun sampah yang umumnya plastik menutupi laut hingga ke ‘hutan perempuan’ (hutan mangrove).

“Selain itu, nelayan juga sulit mendapatkan ikan saat melaut, perbedaannya sekarang dengan dulu, dulu laut bersih mencari ikan dekat saja dapat, tapi sekarang harus agak jauh ke tengah,” ujarnya.

Enggros
Kampung Enggros, Kota Jayapura, Papua pada Senin (20/01/2025). –Jubi/Aida Ulim

Untuk laut, kata Sembra, tidak lagi bisa digunakan. “Mau buang jaring saja tidak biasa, mama-mama mau cari kerang juga tida bisa karena airnya sudah cokelat dan sampahnya banyak,” katanya.

BERITATERKAIT

Air sulit laut tercemar, derita masyarakat di Kampung Adat Enggros dan Tobati

Maggot BSF, solusi atasi sampah sisa makanan

Pemkab Jayapura perkuat pengelolaan sampah lewat daur ulang

Warga Kampung Enggros usulkan penertiban kendaraan di kawasan jembatan merah

Menurutnya sampah yang ada di perairan kawasan Kampung Enggros terbawa arus dari Abe, pembuangan dari Pasar Youtefa, dan dihanyutkan kali di Entrop.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

“Pas hujan lebat semua aktivitas masyarakat lumpuh karena tidak bisa ke laut. Laut penuh dengan sampah plastik,” ujarnya.

Enggros i termasuk kampung yang ‘menadah’ sampah-sampah dari Kota Jayapura. Di hutan bakau (mangrove) akar-akar bakau sudah tidak kelihatan lagi karena sampah memenuhi akar-akar tersebut. Padahal hutan bakau itu menjadi tempat perkembangbiakan ikan. Akibatnya ikan tidak bisa lagi berkembangbiak di sana.

“Sampah ini menjadi masalah besar yang dihadapi masyarakat di Kampung Enggros, dampaknya mengganggu kesehatan, makanya kalau mandi badan suka gatal-gatal. Selain itu pengaruhnya juga kepada ekonomi masyarakat, karena mata pencarian masyarakat ada di laut,” katanya.

Ajakan Pemerintah Kampung Enggros kepada warganya agar menjaga lingkungan sekitar tidak begitu efektif mengatasi persoalan sampah.

“Kalau di kampung sini buang sampah pada tempatnya, tapi di kota sana tidak ada kesadaran untuk membuang sampah dengan baik, sama saja, sebab sampah yang datang dari luar sana lebih banyak,” ujarnya.

Pelayanan kesehatan

Aser Sembra menjelaskan untuk fasilitas pelayanan kesehatan, tahun kemarin ada seorang bidan yang bertugas dan tinggal di Kampung Enggros, namun tahun ini tidak lagi. Sekarang bidan tersebut datang setiap pelayanan posyandu.

Enggros
Posyandu di Kampung Enggros, Kota Jayapura, Papua pada Senin (20/01/2025). –Jubi/Aida Ulim

“Untuk sekarang posyandu tutup karena bidannya belum ada sejak akhir 2024. Kalau terjadi keadaan darurat biasa dibawa ke Rumah Sakit Angkatan laut karena Kampung Enggros menjadi desa binaan angkatan laut,” ujarnya.

Sekali sebulan petugas dari Puskesmas Abepantai datang untuk pengobatan. Rumah Sakit Angkatan Laut juga sering melakukan pelayanan kesehatan di sana.

Markus Hanasbey, warga Kampung Enggros mengatakan posyandu di Enggros biasanya buka sekali seminggu.Tenaga perawat dari Puskesmas Abepantai datang ke Enggros membuka pelayanan.

“Kadang sampai tiga bulan sekali, malah enam bulan sekali mereka datang ke sini, petugas kesehatan tidak tinggal hanya datang habis itu balik lagi, satu minggu misalnya dua kali kadang satu kali,” katanya

Hanassbey melihat penyakit yang sering dialami masyarakat Kampung Enggros batuk-pilek, malaria, dan gatal-gatal pada kulit.

“Malaria saat ini sedikit meningkat tapi tidak terlalu banyak. Yang paling sering dialami masyarakat pada umumnya, baik orang besar maupun anak kecil adalah gatal-gatal pada kulit. Ini sering terjadi akhir-akhir ini kalau dibandingkan dengan dulu tidak seperti sekarang,” ujarnya.

Hanassbey tidak tahu penyebab gatal-gatal tersebut, namun ia menduga akibat tercemarnya air laut.

Sampah di Enggros, kata Hanassbey, biasanya dibawa melalui Kali Acai dan Grenese. Sampah dari Pasar Youtefa turun ke laut dan hanyut ke perairan Enggros.

“Drainase yang dulu tujuannya untuk kasih kering area hutan sagu yang ada di Pasar Youtefa sampai Kota Raja karena di area situ rawa, lalu sengaja dibuka supaya rawanya kering sehingga air itu keluar ke laut dan sekarang sampah sangat banyak menumpuk di situ sehingga hujan banjir bawa ke laut dan masyarakat yang tinggal di pulau kena dampaknya,” katanya.

Dulu, kata Hanassbey, ketika mandi di laut bebas saja, tapi sekarang tidak bebass lagi karena laut sudah tercemar dan menyebabkan gatal-gatal pada kulit. Gatal itu kalau digaruk tambah menyebar ke seluruh tubuh. Menurutnya Itu terjadi sekitar empat tahun terakhir atau lebih lama.

“Sudah sering dari anak kecil sampai orang dewasa, pokoknya kalau sudah gatal itu akan betul-betul gatal. Kemungkinan karena kontaminasi dari air laut. Bukan itu saja, nelayan mau melaut saja agak susah sekarang karena sampah plastik banyak, ikan juga ikut tercemar,” ujarnya. (*)

Tags: Kampung Enggrospengelolaan sampah
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Peserta lomba single Male saat melakukan pemanasan sebelum mengikuti perlombaan di Kota Jayapura, Papua pada Sabtu (30/5/2026).-Jubi/Silpester Kasipka

Corelab Jayapura promosikan gaya hidup sehat lewat hybrid race

May 30, 2026
Perempuan Papua

Aliansi SETARA nyatakan sikap terhadap situasi di Tanah Papua

May 29, 2026

Perempuan Papua serukan perlawanan terhadap penindasan dan PSN

May 29, 2026

Thaha Alhamid: ‘Pesta Babi’ gambaran kolonialisme di Tanah Papua

May 23, 2026

Film Pesta Babi: Gambaran derita masyarakat adat Papua

May 23, 2026

Pelarangan nobar Pesta Babi: Pembungkaman suara kritis tentang Tanah Papua

May 23, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey
  • Latest
  • Trending
  • Comments
Ledakan Bom

Ledakan bom di Biak, lima orang tewas, tiga belum ditemukan

June 1, 2026
Mama Yasinta Moiwend

Keluarga Yasinta Moiwend Klarifikasi, Duga Mama Sinta Diselundupkan, Minta LPSK dan Komnas HAM Turun Tangan

May 31, 2026
Peserta lomba single Male saat melakukan pemanasan sebelum mengikuti perlombaan di Kota Jayapura, Papua pada Sabtu (30/5/2026).-Jubi/Silpester Kasipka

Corelab Jayapura promosikan gaya hidup sehat lewat hybrid race

May 30, 2026
KNPB

KNPB: Situasi kemanusiaan di Tanah Papua makin memburuk

May 30, 2026
Film Pesta Babi

Tim kolaborasi film Pesta Babi: Publik jangan hakimi Mama Yasinta Moiwend

May 30, 2026
Nobar Film Pesta Babi

Mahasiswa Indonesia di London nobar film Pesta Babi

May 30, 2026
Provinsi Papua Tengah

Kepala Disdikbud Papua Tengah bagikan strategi efektif atasi anak tidak sekolah

May 30, 2026
Film Pesta Babi

Tim kolaborasi film Pesta Babi: Publik jangan hakimi Mama Yasinta Moiwend

May 30, 2026
Mama Yasinta Moiwend

Keluarga Yasinta Moiwend Klarifikasi, Duga Mama Sinta Diselundupkan, Minta LPSK dan Komnas HAM Turun Tangan

May 31, 2026
Nobar Film Pesta Babi

Mahasiswa Indonesia di London nobar film Pesta Babi

May 30, 2026
MBG

Pengelola dapur MBG dilaporkan ke Polda Papua Barat terkait dugaan pencemaran lingkungan

May 29, 2026
Provinsi Papua Tengah

Kepala Disdikbud Papua Tengah bagikan strategi efektif atasi anak tidak sekolah

May 30, 2026
Persipura

Komding PSSI ringankan hukuman Persipura satu putaran tanpa penonton

May 30, 2026
Peserta lomba single Male saat melakukan pemanasan sebelum mengikuti perlombaan di Kota Jayapura, Papua pada Sabtu (30/5/2026).-Jubi/Silpester Kasipka

Corelab Jayapura promosikan gaya hidup sehat lewat hybrid race

May 30, 2026
Ledakan Bom

Ledakan bom di Biak, lima orang tewas, tiga belum ditemukan

0
Mama Yasinta Moiwend

Keluarga Yasinta Moiwend Klarifikasi, Duga Mama Sinta Diselundupkan, Minta LPSK dan Komnas HAM Turun Tangan

0
Peserta lomba single Male saat melakukan pemanasan sebelum mengikuti perlombaan di Kota Jayapura, Papua pada Sabtu (30/5/2026).-Jubi/Silpester Kasipka

Corelab Jayapura promosikan gaya hidup sehat lewat hybrid race

0
KNPB

KNPB: Situasi kemanusiaan di Tanah Papua makin memburuk

0
Film Pesta Babi

Tim kolaborasi film Pesta Babi: Publik jangan hakimi Mama Yasinta Moiwend

0
Nobar Film Pesta Babi

Mahasiswa Indonesia di London nobar film Pesta Babi

0
Provinsi Papua Tengah

Kepala Disdikbud Papua Tengah bagikan strategi efektif atasi anak tidak sekolah

0

English Stories

KONI
Pacnews

Papua Branch of Indonesian National Sports Committee (KONI) Opens Registration for Chairperson Election

May 30, 2026
Dedi Mulyadi
Pacnews

Dedi Mulyadi: Papua Development Must Be Rooted in Culture and Local Wisdom

May 30, 2026
SETARA Alliance
Pacnews

Papuan Women Call for Resistance Against Oppression and National Strategic Projects (PSN)

May 30, 2026
Kamuyend Indigenous
Pacnews

President Urged to Order Military Non-Involvement in Indigenous Land Conflict in Merauke

May 30, 2026
Meki Nawipa and Deputy Governor Deinas Geley hand over assistance for church construction projects in Puncak Regency on Monday (25/05/2026). — Central Papua Provincial Government Public Relations.
Pacnews

Meki Nawipa Hands Over Rp2 Billion in Church Construction Assistance in Puncak Regency

May 29, 2026

Trending

  • Film Pesta Babi

    Tim kolaborasi film Pesta Babi: Publik jangan hakimi Mama Yasinta Moiwend

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keluarga Yasinta Moiwend Klarifikasi, Duga Mama Sinta Diselundupkan, Minta LPSK dan Komnas HAM Turun Tangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mahasiswa Indonesia di London nobar film Pesta Babi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengelola dapur MBG dilaporkan ke Polda Papua Barat terkait dugaan pencemaran lingkungan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepala Disdikbud Papua Tengah bagikan strategi efektif atasi anak tidak sekolah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara