• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Nasional & Internasional

Indonesia membela tingginya jumlah militer di Papua

July 3, 2026
in Nasional & Internasional
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Dominggus A Mampioper - Editor: Arjuna Pademme
Militer di Papua

Warga desa Papua Barat memegang drone dan granat setelah dugaan serangan udara di Kiwirok, 2024.- Jubi/RNZ Pasifik

0
SHARES
250
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Indonesia membela jumlah besar personel militer yang dikerahkan ke Papua Barat. Jumlahnya jauh lebih besar daripada pengerahan ke wilayah lain di negara itu.

Di bawah kepemimpinan Presiden Indonesia Subianto Prabowo, mantan tokoh militer yang berpengaruh, militerisasi Papua mengalami perubahan arah dan dibentuk oleh jenis peperangan yang mencakup teknologi drone, seperti dikutip Jubi dari laman RNZ Pasifik, Jumat (3/7/2026).

Penelitian terbaru yang dilaporkan oleh Project Multatuli menyebutkan bahwa 56.517 personel militer Indonesia ditempatkan di Papua – setidaknya enam kali lebih banyak personel militer per kapita dibandingkan wilayah lain di Indonesia.

Angka-angka tersebut juga mencatat bahwa militer Indonesia jauh lebih banyak daripada jumlah pejuang kemerdekaan Papua, yang diperkirakan berjumlah 1438 anggota dari berbagai kelompok kecil yang berbeda-beda dengan hanya 361 senjata api.

Angka-angka penelitian ini muncul di tengah insiden kekerasan yang terus berlanjut terkait dengan konflik berkepanjangan antara pasukan keamanan Indonesia dan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat, atau faksi bersenjata dari Gerakan Papua Barat Merdeka OPM.

Kedutaan Besar Indonesia di Selandia Baru mengatakan bahwa tidak semua angka tersebut adalah kombatan aktif atau personel yang diarahkan untuk memerangi pasukan perlawanan Papua.

Pernyataan itu menyebutkan bahwa penugasan dokter militer, tenaga medis, dan divisi pengembangan wilayah merupakan bagian dari upaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Papua.

BERITATERKAIT

Amnesty Internasional Indonesia: Militerisasi makin meluas di ruang sipil

Perusahaan scaleups Australia jajaki kemitraan dukung pencapaian sasaran iklim Indonesia

Australia dukung rantai pasokan penting LPG untuk Indonesia

Business Champion Australia perkuat pendidikan, tenaga kerja dan investasi di Indonesia

“Dengan terus berlanjutnya perluasan provinsi di Papua, yang sebelumnya berjumlah dua menjadi enam, tentu akan ada kebutuhan untuk menyediakan keamanan, kesehatan, dan kemampuan untuk beradaptasi dengan struktur administrasi yang baru, serta tugas untuk menjaga dan memelihara perbatasan darat dan laut dengan negara-negara tetangga kita,” begitu pernyataan dari Kedutaan Besar.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Andreas Harsono dari Human Rights Watch Indonesia mengatakan bahwa di bawah presiden baru negara itu, Prabowo Subianto, telah terjadi peningkatan pengiriman militer ke Papua, dengan setidaknya satu batalion dikerahkan setiap tahunnya.

“Pemerintahan Prabowo berencana meningkatkan jumlah tersebut hingga 42 batalion pada 2029. Saat ini, Papua memiliki sekitar 56.000 tentara Indonesia. Rasionya adalah satu tentara untuk 100 warga sipil di Papua. Angka ini jauh lebih tinggi daripada rasio nasional di Indonesia – satu tentara untuk 696 warga sipil,” katanya.

Menurutnya, tujuan pengerahan militer besar-besaran ini sejalan dengan perubahan demografi secara bertahap di Papua, di mana orang Papua menjadi minoritas di banyak distrik, dan peningkatan proyek pembangunan yang didukung oleh negara Indonesia.

“Jelas ini lebih dari sekadar mengamankan wilayah dan melindungi penduduk, tetapi juga merebut lahan untuk menebang hutan dan menduduki lahan yang luas ini,” kata Harsono.

“Pasukan terbesar berada di Provinsi Papua Selatan, termasuk kabupaten Merauke dan Boeven Digoel, di mana pemerintah Indonesia membersihkan hampir tiga juta hektar lahan dan rawa-rawa, mulai menghasilkan apa yang disebut Presiden Prabowo sebagai ‘kawasan pangan dan energi,” tambahnya.

Sementara itu, masyarakat Papua tidak hanya melihat lebih banyak personel militer di tanah air mereka akhir-akhir ini, tetapi mereka juga menyaksikan jenis peperangan dan teknologi baru yang digunakan oleh militer Indonesia.

“Unit-unit militer, yang biasanya dilengkapi dengan drone, dikerahkan ke daerah-daerah tempat militan Papua beroperasi. Unit-unit ini berpatroli di wilayah masing-masing dengan pasukan infanteri dan unit drone yang juga dipersenjatai dengan granat dan bahan peledak lainnya yang terpasang pada drone,” katanya.

Militer Indonesia juga bekerja sama dengan kehadiran polisi Indonesia yang besar di Papua – data penelitian menunjukkan ada 26.660 polisi yang ditempatkan di wilayah Papua.

Selain itu, sejumlah besar petugas dari Badan Intelijen Negara, yang tersebar di seluruh wilayah, bekerja sama dengan pasukan keamanan untuk melindungi kepentingan negara Indonesia. (*)

Tags: IndonesiaMiliter di PapuaMiliterisasi
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Militerisasi

Amnesty Internasional Indonesia: Militerisasi makin meluas di ruang sipil

June 26, 2026
Australia

Perusahaan scaleups Australia jajaki kemitraan dukung pencapaian sasaran iklim Indonesia

June 24, 2026

Australia dukung rantai pasokan penting LPG untuk Indonesia

June 23, 2026

Business Champion Australia perkuat pendidikan, tenaga kerja dan investasi di Indonesia

May 29, 2026

Aliansi SETARA tolak eksploitasi dan militerisasi di Tanah Papua

May 29, 2026

AJI Indonesia kecam penahanan jurnalis Indonesia oleh Israel

May 19, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Four civilians reported killed in shootings in Intan Jaya over the past week
3 July 2026
Four civilians reported killed in shootings in Intan Jaya over the past week

Jayapura, Jubi – Four civilians in Intan Jaya Regency, Central Papua Province, have reportedly been killed in separate shooting incidents [...]

Pregnant Women Reportedly Killed in Shooting in Intan Jaya
3 July 2026
Pregnant Women Reportedly Killed in Shooting in Intan Jaya

Jayapura, Jubi – A woman who was seven months pregnant was reportedly shot dead in Sugapa, the capital of Intan [...]

Indigenous Papuan Women Traders Block The Main Road After Governor Fails to Meet Protesters
3 July 2026
Indigenous Papuan Women Traders Block The Main Road After Governor Fails to Meet Protesters

Sorong, Jubi – Hundreds of Indigenous Papuan women traders blocked a major intersection in Sorong on Thursday night after Southwest [...]

Rights Commission Urges President to Review Security Policy in Papua
3 July 2026
Rights Commission Urges President to Review Security Policy in Papua

Jayapura, Jubi – Indonesia’s National Commission on Human Rights (Komnas HAM) ham called on President Prabowo Subianto to conduct a [...]

Papua separatists claim to have shot dead a US pilot who transported Indonesian troops
2 July 2026
Papua separatists claim to have shot dead a US pilot who transported Indonesian troops

Jayapura, Jubi — A Papua separatist group said Thursday it shot dead an American pilot who allegedly transported Indonesian troops [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Maskapai AMA

Maskapai nyatakan pesawat AMA tidak digunakan mengangkut TNI-Polri

July 3, 2026
Gubernur Papua Barat Daya

Gubernur Papua Barat Daya akhirnya temui mama pedagang asli Papua

July 3, 2026
Warga Intan Jaya ditembak

Empat warga di Intan Jaya dilaporkan tewas ditembak selama sepekan

July 3, 2026
Jenazah pilot

Uskup Jayapura: Penembakan terhadap pilot lukai pelayanan misi gereja

July 3, 2026
mama pedagang asli Papua

Anggota MRP minta Gubernur Papua Barat Daya temui mama pedagang Papua

July 3, 2026
TPNPB

TPNPB Claims Responsibility for Attack on American Pilot, Cites Flight Ban

July 3, 2026
Teluk Humboldt

Warga Teluk Humboldt dan Youtefa mengungsi ke Kampung Ormu saat perang dunia ke-II

July 3, 2026
Fiji

Petani tebu Fiji kecewa alokasi anggaran nasional tak sesuai realistas hidup

July 3, 2026
Ibu hamil tertembak

Seorang ibu hamil di Intan Jaya dilaporkan tewas ditembak

July 3, 2026
Demo CPNS

Peserta seleksi CPNS gelar demonstrasi di Kantor Gubernur Papua Selatan

July 3, 2026
Militer di Papua

Indonesia membela tingginya jumlah militer di Papua

July 3, 2026
Teluk Humboldt

Warga Teluk Humboldt dan Youtefa mengungsi ke Kampung Ormu saat perang dunia ke-II

July 3, 2026
Gula di Fiji

Perselisihan pekerja dan petani menyebabkan industrik gula di Fiji lumpuh

July 2, 2026
Jenazah pilot

Uskup Jayapura: Penembakan terhadap pilot lukai pelayanan misi gereja

July 3, 2026
Maskapai AMA

Maskapai nyatakan pesawat AMA tidak digunakan mengangkut TNI-Polri

0
Gubernur Papua Barat Daya

Gubernur Papua Barat Daya akhirnya temui mama pedagang asli Papua

0
Warga Intan Jaya ditembak

Empat warga di Intan Jaya dilaporkan tewas ditembak selama sepekan

0
Jenazah pilot

Uskup Jayapura: Penembakan terhadap pilot lukai pelayanan misi gereja

0
mama pedagang asli Papua

Anggota MRP minta Gubernur Papua Barat Daya temui mama pedagang Papua

0
TPNPB

TPNPB Claims Responsibility for Attack on American Pilot, Cites Flight Ban

0
Teluk Humboldt

Warga Teluk Humboldt dan Youtefa mengungsi ke Kampung Ormu saat perang dunia ke-II

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara