• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Rilis Pers

Amnesty Internasional Indonesia: Militerisasi makin meluas di ruang sipil

June 26, 2026
in Rilis Pers
Reading Time: 2 mins read
0
Penulis: Admin Jubi - Editor: Arjuna Pademme
Militerisasi

Ilustrasi sekolah rakyat-https://banyuwangikab.go.id

0
SHARES
0
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Amnesty Internasional Indonesia minilai militerisasi pada ruang sipil di Indonesia makin meluas. Namun pemerintah menutup mata terhadap kritik kebijakan pelibatan tentara dalam program pemerintah di luar urusan pertahanan.

Pernyataan itu disampaikan Direktur Amnesty Internasional Indonesia, Usman Hamid berkaitan dengan pelibatan taruna Akademi Militer (Akmil) dalam mendidik pelajar Sekolah Rakyat.

Menurut Usman Hamid, kebijakan itu membuktikan semakin meluasnya militerisasi ruang sipil di Indonesia. Namun pemerintah menutup mata terhadap kritik kebijakan pelibatan tentara dalam program pemerintah di luar urusan pertahanan.

“Jelas pemerintah tidak belajar dari tragedi meninggalnya tiga warga sipil saat mengikuti latihan dasar kemiliteran untuk menjadi pengurus koperasi desa merah putih dan kampung nelayan,” kata Usman Hamid dalam siaran pers tertulisnya, Jumat (26/6/2026).

Katanya, pendidikan sipil adalah ruang netral yang harusnya menjadi tempat anak didik mengembangkan potensi penalaran dan berpikir kritis, sehingga ruang kelas harus bebas dari intervensi militer.

Dalih pembentukan karakter dan kedisiplinan anak kata Usman Hamid, bukanlah alasan untuk memberikan jalan bagi militer masuk ke ranah pendidikan sipil.

Sebab, kedisiplinan militer pada dasarnya dibentuk melalui sistem komando, rantai hierarki yang kaku, dan berbasis kepatuhan hirarkis.

BERITATERKAIT

Aliansi SETARA tolak eksploitasi dan militerisasi di Tanah Papua

Penentuan status pembela HAM oleh pemerintah menciderai prinsip dasar HAM

Indonesia terpilih sebagai dewan HAM PBB bukan karena kemajuan HAM

Militerisasi perparah kerentanan perempuan dan anak di Tanah Papua

“Hal ini bertentangan secara diametral dengan prinsip pendidikan sipil yang memupuk nalar kritis, kemerdekaan berpikir, dan ruang aman berpendapat tanpa dibatas hirarki ala militer,” ucapnya.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Menurutnya, bagaimana mungkin anak-anak bisa belajar berpikir kritis jika ekosistem belajarnya menggunakan pendekatan pendidikan militer yang mengutamakan kepatuhan, kekuatan, dan bahkan kekerasan.

Lebih mengkhawatirkan lagi lanjut Usman Hamid, program ini menargetkan Sekolah Rakyat, sebuah fasilitas bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.

Penempatan para taruna Akmil di setiap sekolah dikhawatirkan menciptakan ketimpangan relasi kuasa terhadap kelompok rentan.

“Padahal anak-anak sejatinya membutuhkan pendekatan yang welas asih, memanusiakan, dan memotivasi, bukan doktrinasi kepatuhan ala prajurit,” ujarnya.

Usman Hamid mengatakan, berdasarkan Konvensi Hak Anak yang telah diratifikasi Indonesia, selain pengembangan kepribadian, bakat dan kemampuan mental dan fisik anak, pendidikan anak harus diarahkan untuk pengembangan penghormatan terhadap hak asasi manusia dan kebebasan dasar.

Oleh karena itu, pemerintah dinilai harus segera meninjau ulang dan membatalkan rencana ini. Fokus pada pendidikan yang mengutamakan pemahaman nilai-nilai universal HAM, dan penguatan identitas mereka sebagai masyarakat sipil yang bermartabat, bukan mereduksinya dengan menggunakan pendekatan pendidikan militer.

Katanya, dominasi militer di ruang sipil termasuk di pemerintahan tidak pernah menjadi jalan keluar bagi perbaikan kinerja pemerintah apalagi pengentasan kemiskinan seperti yang diemban oleh Sekolah Rakyat.

Menurutnya Orde Baru memberikan pelajaran penting bahwa militerisme ruang sipil berujung menguatnya praktik otoriter pelanggaran hak asasi manusia.

“Ketika militerisme ruang sipil menguat maka korbannya adalah warga. Jangan sampai siswa-siswi sekolah rakyat yang menjadi korban selanjutnya,” kata Usman Hamid.

Dikutip dari berbagai media, Kementerian Sosial dan TNI sedang menyiapkan program pembentukan karakter bagi para siswa Sekolah Rakyat dengan melibatkan sekitar seribu Taruna Akademi Militer (Akmil). Program itu akan dimulai awal Agustus 2026.

Pemerintah akan menempatkan lima Taruna Akmil untuk tiap Sekolah Rakyat untuk memberikan sejumlah materi, seperti soal kerapian pakaian maupun kamar asrama dengan dalih untuk membentuk karakter pelajar agar lebih disiplin dan rapi.

Akademi TNI akan mengirimkan seribu Taruna Tingkat 1 dan Tingkat 2 untuk melaksanakan pembinaan pembentukan karakter di 178 titik Sekolah Rakyat. (*)

Tags: Amnesty Internasional IndonesiaMiliterisasiRuang Sipil
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Film Dokumenter

AJI Jakarta dan IESR nobar film dokumenter “Pelita Asa”

June 25, 2026
Pengungsi Nduga

Hari Pengungsi Sedunia: Legislator soroti nasib pengungsi internal Nduga

June 21, 2026

KNPB sikapi memburuknya situasi kemanusiaan di Tanah Papua

June 19, 2026

Pembangunan Bandar Antariksa di Biak diduga langgar hak masyarakat adat

June 19, 2026

Mentan dinilai langgar asas legalitas dalam program swasembada pangan

June 18, 2026

Papuan Food Festival 2026: Penguatan ketahanan pangan berbasis kearifan lokal

June 20, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey
  • Latest
  • Trending
  • Comments
Militerisasi

Amnesty Internasional Indonesia: Militerisasi makin meluas di ruang sipil

June 26, 2026
Satgas PKH

Keberadaan Satgas PKH tak mampu melindungi hak masyarakat adat

June 26, 2026
HIV/AIDS

Kasus HIV di Kepulauan Solomon terus meningkat

June 26, 2026
Timor Leste

Timor Leste menetapkan pekan berkabung untuk mantan Presiden Guterres

June 26, 2026
PNG

PM PNG menjamu PM Solomon Wale untuk pembicaraan bilateral

June 26, 2026
Fiji

Fiji tidak stabil selama masyarakat adat terpinggirkan secara ekonomi

June 26, 2026
Central Papua

Central Papua Allocates Rp.77.84 Billion to Fund Free Education

June 25, 2026
Papua Tengah

Pemprov Papua Tengah anggarkan Rp77,84 miliar untuk pendidikan gratis

June 25, 2026
Uskup Jayapura

Uskup Jayapura: Re-opening Gramedia untuk peningkatan literasi di Papua

June 25, 2026
Papua Tengah

Pemprov Papua Tengah rencanakan pembangunan jembatan timbang di Nabire

June 24, 2026
Papua Tengah

Pemprov Papua Tengah terkendala lahan untuk membangun terminal tipe B

June 25, 2026
Festival Danau Sentani

Festival Danau Sentani ditunda karena infrastruktur belum memungkinkan

June 24, 2026
wondama

Oknum Polisi di Teluk Wondama tabrak warga hingga tewas, Kapolres: Kami minta maaf

March 17, 2026
Pohon

Ratusan relawan tanam 420 pohon cemara di bukit Telaga Ria

March 14, 2026
Militerisasi

Amnesty Internasional Indonesia: Militerisasi makin meluas di ruang sipil

0
Satgas PKH

Keberadaan Satgas PKH tak mampu melindungi hak masyarakat adat

0
HIV/AIDS

Kasus HIV di Kepulauan Solomon terus meningkat

0
Timor Leste

Timor Leste menetapkan pekan berkabung untuk mantan Presiden Guterres

0
PNG

PM PNG menjamu PM Solomon Wale untuk pembicaraan bilateral

0
Fiji

Fiji tidak stabil selama masyarakat adat terpinggirkan secara ekonomi

0
Central Papua

Central Papua Allocates Rp.77.84 Billion to Fund Free Education

0

English Stories

Central Papua
Pacnews

Central Papua Allocates Rp.77.84 Billion to Fund Free Education

June 25, 2026
WWF
Pacnews

WWF Collaborates With Multiple Stakeholders to Turn Organic Waste Into an Energy Source

June 25, 2026
Central Papua Government
Pacnews

Central Papua Government Plans to Build Weighbridge in Nabire

June 24, 2026
Terra Abadi Papua
Pacnews

Terra Abadi Papua Aims to Strengthen Collaboration in Protecting Ecosystems

June 24, 2026
Teluk Bintuni
Pacnews

Teluk Bintuni Police Hand Over Child Sexual Abuse Suspect to Prosecutors

June 24, 2026

Trending

  • Papua Tengah

    Pemprov Papua Tengah anggarkan Rp77,84 miliar untuk pendidikan gratis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Uskup Jayapura: Re-opening Gramedia untuk peningkatan literasi di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemprov Papua Tengah rencanakan pembangunan jembatan timbang di Nabire

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemprov Papua Tengah terkendala lahan untuk membangun terminal tipe B

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Festival Danau Sentani ditunda karena infrastruktur belum memungkinkan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara