Festival Danau Sentani ditunda karena infrastruktur belum memungkinkan

Author : Silpester Kasipka

Editor : Arjuna Pademme

Jayapura, Jubi – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura, Papua memutuskan menunda pelaksanaan Festival Danau Sentani atau FDS 2026, karena kesiapan infrastruktur di lokasi festival belum memungkinkan digunakan dalam waktu dekat.

Festival Danau Sentani semula dijadwalkan akan digelar pada Agustus. Namun pelaksanaanya ditunda pada 1–5 September 2026.

Ketua Panitia Festival Danau Sentani, Gilbert Yakwar mengatakan keputusan penundaan disepakati dalam rapat bersama Bupati Jayapura, Wakil Bupati, pimpinan organisasi perangkat daerah atau OPD, serta panitia pelaksana, Rabu (24/6/2026).

“Pak Bupati memutuskan Festival Danau Sentani ditunda. Pra-event akan dimulai pada 20 Agustus sampai 1 September, kemudian acara puncaknya berlangsung pada 1 sampai 5 September 2026,” kata Yakwar usai rapat di Sentani.

Menurut Yakwar, progres pembangunan infrastruktur di kawasan festival saat ini baru mencapai 35 persen. Meski pekerjaan penimbunan telah dilakukan, masih diperlukan proses pengecoran dan sejumlah pekerjaan pendukung lainnya.

“Setelah kami hitung dan presentasikan, memang tidak memungkinkan kegiatan dimulai bulan depan. Karena itu diputuskan untuk ditunda agar persiapan lebih matang,” ujarnya.

Festival Danau Sentani merupakan agenda pariwisata nasional yang sebelumnya telah masuk dalam kalender kegiatan Kementerian Pariwisata.

BERITATERKAIT

Jadwal awal pelaksanaan berada pada 1–5 Agustus 2026, namun pemerintah daerah memutuskan melakukan penyesuaian karena kondisi lapangan belum siap.

Yakwar mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Pariwisata terkait perubahan jadwal tersebut.

“Ini memang konsekuensi yang harus kami sampaikan ke kementerian. Kami akan melakukan koordinasi agar penyesuaian jadwal ini dapat dipahami,” ucapnya.

Katanya, pemerintah daerah juga tengah berupaya menghadirkan tamu-tamu penting dalam pelaksanaan festival tersebut. Komunikasi dengan pemerintah pusat terus dilakukan seiring pematangan persiapan kegiatan.

Selain pertunjukan budaya, panitia menyiapkan sejumlah program yang melibatkan pelaku usaha lokal, khususnya mama-mama orang asli Papua di wilayah Sentani dan sekitarnya.

Salah satu kegiatan yang disiapkan adalah program makan papeda gratis bagi masyarakat dan pengunjung festival. Panitia berencana menyediakan papeda dan makanan tradisional Papua di sejumlah stan yang dikelola mama-mama asli Sentani.

“Kami akan siapkan satu hari makan papeda gratis untuk masyarakat dan pengunjung. Semua akan melibatkan mama-mama asli Sentani sebagai pelaku utama,” kata Yakwar.

Pada hari berikutnya, panitia juga berencana menggelar program minum kopi gratis yang menggunakan kopi lokal dari Kabupaten Jayapura.

Selain itu, panitia menyiapkan kegiatan pembuatan hiloi atau noken tradisional dalam jumlah besar yang akan diajukan untuk mendapatkan pengakuan dari Museum Rekor Dunia Indonesia atau MURI.

“Kami sedang menyiapkan upaya untuk mendapatkan rekor MURI melalui karya mama-mama Papua yang membuat hiloi dalam jumlah besar. Ini menjadi bagian dari promosi budaya dan kreativitas masyarakat adat,” katanya.

Sementara itu, Bupati Jayapura, Yunus Wonda menegaskan Festival Danau Sentani tetap dilaksanakan tahun ini dan akan diselaraskan dengan visi pembangunan daerah.

Pemerintah juga tengah mengembangkan kawasan festival menjadi sentra kuliner dan pusat aktivitas ekonomi permanen masyarakat adat di sekitar Danau Sentani.

Menurut Wonda, kawasan tersebut tidak hanya digunakan saat festival berlangsung, tetapi akan difungsikan sepanjang tahun sebagai ruang usaha masyarakat, pusat kuliner tradisional, serta destinasi wisata budaya.

“Ke depan kawasan itu menjadi sentra kuliner dan destinasi usaha permanen. Setiap hari akan ada aktivitas ekonomi yang berlangsung di sana,” kata Wonda.

Pemerintah Kabupaten Jayapura mengalokasikan anggaran sekitar Rp2,5 miliar untuk penyelenggaraan Festival Danau Sentani tahun ini.

Anggaran tersebut jauh lebih kecil dibanding beberapa pelaksanaan festival sebelumnya yang mencapai Rp6 miliar hingga Rp7 miliar untuk kegiatan selama empat hingga lima hari.

Panitia optimistis Festival Danau Sentani 2026 tetap dapat berjalan sukses dan menjadi ruang promosi budaya sekaligus penggerak ekonomi masyarakat adat di Kabupaten Jayapura. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Festival Kopi Papua Tengah

English Story

Gobai warns military presence could perpetuate violence in Paniai

Jayapura, Jubi – Deputy Speaker IV of the Central Papua Legislative Council (DPR Papua Tengah, John NR Gobai, has alleged [...]

Kamuyend clan’s black cross burned amid customary land dispute in Merauke

Jayapura, Jubi – Unidentified individuals have damaged and burned a black cross erected by the Kamuyend clan as a traditional [...]

WVI launches public campaign to support more than 5,000 children in Papua

Jayapura, Jubi – World Vision Indonesia (Wahana Visi Indonesia – WVI) has relaunched its Baca Tanpa Batas (Read Without Limits) [...]

Nduga shooting victims’ families ask Papua Legal Aid Institute to oversee investigation

Jayapura, Jubi – The families of three residents shot in Nduga Regency, Highland Papua Province, on October 23, 2026, have [...]

Challenges and hopes for the new AJI Jayapura City chair for 2026-2029

Jayapura, Jubi – Theo Kelen and Maurits Yansip have been elected chair and secretary of the Alliance of Independent Journalists [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist