Jayapura, Jubi – Perdana Menteri (PM) Kepulauan Solomon, Matthew Wale melakukan perjalanan ke Port Moresby, Papua Nugini (PNG) untuk pertemuan bilateral resmi satu hari dengan PM negara itu, James Marape.
Perdana Menteri Marape akan menjamu Perdana Menteri Wale untuk diskusi tingkat tinggi yang bertujuan memperkuat hubungan bilateral yang telah lama terjalin antara Kepulauan Solomon dan Papua Nugini, seperti dikutip Jubi dari laman www.solomonstarnews.com, Jumat (26/6/2026).
Pertemuan ini akan memberikan kesempatan bagi kedua pemimpin Melanesia untuk bertukar pandangan mengenai bidang-bidang utama yang menjadi kepentingan bersama, termasuk pembangunan ekonomi, keamanan, dan penguatan lebih lanjut hubungan antar masyarakat.
Diskusi tersebut juga diharapkan dapat memajukan pengaturan di berbagai bidang prioritas, termasuk agenda reformasi Pemerintah di sektor pertambangan, di mana Kepulauan Solomon akan berupaya mengambil pelajaran dari pengalaman dan pembelajaran Papua Nugini.
Pembicaraan selanjutnya akan berfokus pada kolaborasi kuota bahan bakar dan kemajuan menuju perjanjian kerangka kerja tentang kerja sama ekonomi dan pembangunan.
Dalam hal-hal regional, Perdana Menteri Wale, dalam kapasitasnya sebagai Ketua Forum Kepulauan Pasifik, juga akan berdiskusi dengan mitranya dari PNG mengenai pentingnya memperkuat pengaturan regional dan respons kolektif terhadap tantangan bersama.
Kepulauan Solomon dan Papua Nugini memiliki ikatan sejarah, budaya, dan geografis yang mendalam sebagai tetangga Melanesia yang dekat, dengan hubungan yang berlandaskan nilai-nilai bersama dan solidaritas regional.
Kedua pemimpin diharapkan menegaskan kembali komitmen mereka untuk memajukan kerja sama yang terarah yang memperdalam keterlibatan bilateral dan mendukung pembangunan berkelanjutan, perdamaian, dan stabilitas di seluruh kawasan.
Hubungan Kepulauan Solomon–Papua Nugini tetap menjadi landasan kerja sama Melanesia dan kemitraan regional.
Perdana Menteri Wale akan berangkat pada pagi hari Jumat, 26 Juni 2026 dan kembali ke Honiara pada malam harinya sebagaimana dinyatakan dalam keterangan dari Solomon Island
Sebelumnya PM Mathew Wale mengatakan bahwa kemerdekaan Bougainville bisa menjadi agenda ketika para pemimpin Pasifik bertemu di Palau akhir tahun ini.
Perdana Menteri Kepulauan Solomon, Matthew Wale yang saat ini menjabat sebagai ketua Sekretariat Forum Kepulauan Pasifik mengindikasikan bahwa isu tersebut akan segera menjadi bagian dari pembicaraan dengan Perdana Menteri Papua Nugini, James Marape.
“Saya baru saja berkomunikasi dengan Perdana Menteri Marape mengenai hal itu dan masalah-masalah regional lainnya,” kata Wale menanggapi pertanyaan jurnalis terkemuka Pasifik, Stefan Armbruster di Honiara sebagaimana dilansir dari laman internet,islandsbusiness.com
“Kami sedang mencoba menentukan beberapa tanggal. Jadi saya akan pergi ke Moresby kapan saja dalam beberapa minggu ke depan untuk melanjutkan diskusi tersebut dan kemudian memiliki gambaran yang jauh lebih jelas,” ucapnya.
Proses yang terkait dengan jalan Bougainville menuju kemerdekaan telah diperdebatkan di parlemen PNG selama dua minggu terakhir.
Bougainville memberikan suara 97,7 persen untuk kemerdekaan pada November 2019, sebuah tindakan yang dijamin oleh konstitusi PNG sebagai hasil dari perjanjian damai tahun 2001 yang mengakhiri perang saudara selama 10 tahun.
“Saya mengakui aspirasi kemerdekaan Bougainville dan hasil referendum yang sangat jelas ( wea kamaot lo ), tetapi pada saat yang sama saya juga mengakui bahwa mereka masih merupakan bagian dari Papua Nugini dan oleh karena itu kita harus menghormati fakta tersebut juga,” kata Wale.
Mengenai apakah masalah Bougainville seharusnya diangkat oleh pendahulunya, Wale mengatakan:
“Posisi Kepulauan Solomon selalu untuk tidak membuat marah PNG tetapi untuk memfasilitasi apa pun yang disepakati kedua pihak, kami akan memainkan peran fasilitatif dan suportif tersebut.”.(*)




Discussion about this post