Jayapura, Jubi – Distrik Utara Fly di Provinsi Barat, Papua New Guinea (PNG), kini sedangkan mengalami krisis kekeringan berkepanjangan.
Distrik yang letaknya sepanjang Sungai Fly di Provinsi Barat, PNG ini berbatasan langsung dengan Provinsi Papua Selatan terutama Kabupaten Boven Digoel dan Kabupaten Merauke.
Tercatat sekitar 1.000 penduduk Kampung Sisimakam di sepanjang Jalan Raya Kiunga Tabubil di Distrik Fly Utara telah sangat terdampak oleh kekeringan berkepanjangan, yang memicu krisis air dan tanaman pangan.
Kondisi cuaca kering yang berkepanjangan di Provinsi Barat telah memengaruhi keluarga selama sebulan terakhir. “Oleh karena itu, diperlukan upaya bersama untuk melayani masyarakat,”kata Anggota Parlemen (MP) setempat untuk distrik North Fly, James Donald yang dikutip Jubi dari laman tvwan.com.pg, Kamis (25/6/2026).
Sebagai tanggapan, anggota parlemen setempat, James Donald, menyerukan kepada pihak berwenang terkait seperti Bea Cukai PNG, Imigrasi, Kepolisian Kerajaan PNG, dan Angkatan Pertahanan PNG untuk berkoordinasi dengan Indonesia dan bernegosiasi untuk mendapatkan izin masuk resmi, sehingga mereka dapat dengan mudah menyeberangi perbatasan untuk mengakses barang dan jasa selama musim kemarau.
Ia menyampaikan hal ini saat peresmian jalan akses Sisimakam ke Py’nang, dan peluncuran jalan Sisimakam-Hawenai-Rwarengre di desa Sisimakam pada Senin (22/6/2026).
Donald mengatakan dalam beberapa hari mendatang, Otoritas Pengembangan Distrik Fly Utara (NFDDA) akan bekerja sama dengan pihak berwenang terkait untuk menyusun rencana guna memanfaatkan rute terpendek melalui sisi Merauke dan Yetetkun, Provinsi Papua Selatan di Indonesia.
Donald berpikir ini dapat dicapai jika semua pemangku kepentingan bekerja sama untuk mempercepat dan menghubungkan Alice Pit ke Yetetkun di perbatasan Indonesia.
“Pemerintah Nasional, dan otoritas terkait yang bertanggung jawab atas perbatasan harus bekerja sama untuk membangun fasilitas pos perbatasan di perbatasan Putmambin di sisi PNG,”katanya.
“Masyarakat di wilayah Barat terdampak akibat kondisi cuaca kering yang terus menerus. Saya menyerukan kepada semua pihak berwenang untuk bekerja sama demi melayani masyarakat kita di Provinsi Barat,” tambahnya.
Katanya, warga Kampung Sisimakam di sepanjang Jalan Raya Kiunga-Tabubil di provinsi Barat menginginkan akses ke wilayah Kabupaten Merauke Provinsi Papua Selatan Indonesia agar memudahkan akses layanan medis dan layanan lainnya bagi masyarakat yang terdampak El Nino. (*)






















Discussion about this post