• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Rilis Pers

Papuan Food Festival 2026: Penguatan ketahanan pangan berbasis kearifan lokal

June 18, 2026
in Rilis Pers
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Admin Jubi - Editor: Arjuna Pademme
Papuan Food Festival

Oyang Hana Mili dan Mama Batseba Mobilala sebagai pembicara saat talkshow ketika pelaksanaan Papuan Food Festival 2026, di Belantara Papua, Kota Sorong, Selasa (16/06/2026) - Dok Panitia untuk Jubi

0
SHARES
27
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Papuan Food Festival 2026, disebut sebagai tonggak penting dalam penguatan ketahanan pangan berbasis kearifan lokal serta pelestarian hutan Papua.

Pemerintah Kota Sorong, Papua bersama Kolektif Lumbung Sagu dan Yayasan Belantara Papua resmi membuka festival ini di Belantara Papua, Kota Sorong, Selasa (16/6/2026).

Pembukaan dilakukan oleh Asisten II Walikota Sorong Bidang Ekonomi Pembangunan, Tamrin Tajuddin.

“Kalian boleh berambut lurus, tapi hati keriting, tetap berhati Papua,” kata Tamrin Tajuddin dalam sambutannya, seperti siaran pers tertulis panitia yang diterima Jubi, Rabu (17/6/2026).

Pembukaan dimulai dengan suguhan tarian kreasi Papua yang memukau. Dilanjutkan dengan alunan musik dan lagu dari Belantara Papua, serta nyanyian tradisional Kain Kla yang dibawakan secara khusyuk oleh Mama Thea Gifelem.

Suara khas mama-mama Papua menggema sebagai simbol penghormatan pada leluhur dan alam.

Ketua Panitia Papuan Food Festival, Salsabila Andriana yang juga pengelola Lumbung Sagu mengatakan, festival ini lahir dari keprihatinan akan tergerusnya pengetahuan pangan tradisional di tengah gempuran pangan industri.

BERITATERKAIT

Konferensi Wilayah Baptis: Pj Sekda Papua ingatkan gereja untuk mandiri

Mentan dinilai langgar asas legalitas dalam program swasembada pangan

Pemilik ulayat palang RSUP Jayapura, tuntut pembayaran Rp64 miliar

Apa arti kedatangan El Niño bagi Kepulauan Pasifik?

“Festival ini dibuat untuk mengenalkan kembali, membangkitkan memori, serta mengingatkan bahwa dengan menjaga pangan lokal tetap hidup, menjaga hutan, kita sama-sama menciptakan masa depan yang lestari,” ujar Salsabila Andriana.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Markus Wafom, Direktur Yayasan Belantara Papua menjelaskan peran lembaganya di tengah masyarakat.

“Tempat ini sebagai tempat untuk membina anak-anak Papua yang putus sekolah, biasa hanya di jalan-jalan. Di sini anak-anak dilatih untuk bisa mandiri, memilih jalan sunyi, melestarikan kebudayaan,” ucap Markus Wafom.

Baginya, festival ini adalah wajah lain dari kerja-kerja sunyi yang selama ini dibangun bersama komunitas akar rumput.

Puncak acara diisi talkshow yang dimoderatori oleh Salsabila Andriana, dan menghadirkan dua tokoh perempuan adat Suku Moi yang menjadi motor penggerak pangan dan konservasi.

Mereka adalah Oyang Hana Mili, maestro tradisi Waili yaitu tradisi piknik, meramban, dan memasak bersama Suku Moi, serta Mama Batseba Mobilala, ketua kelompok mama Yuluk Malagufuk dari Kampung Wisata Malagufuk yang terkenal dengan wisata burung cenderawasih.

Oyang Hana Mili telah puluhan tahun berkeliling Papua mendampingi kelompok mama-mama di berbagai wilayah, mengikuti jejak suster-suster misionaris.

Kini ia fokus pada kebun dan pelestarian budaya pangan seperti Waili dan Menoken, cara mengolah sagu.

“Untuk orang Papua ada tiga hal yang tidak boleh tertinggal, yaitu parang, korek, dan sagu. Untuk potong-potong, untuk buat api, dan untuk makan,” kata Oyang Hana Mili.

Ia menegaskan bahwa tiga alat itu bukan sekadar barang, melainkan simbol kemandirian dan martabat orang Papua.

Mama Batseba Mobilala mengatakan, sebagai koordinator ia mencatat sendiri semua pembukuan, mengatur jadwal memasak bergilir, dan merekap seluruh pemasukan dari kunjungan wisatawan mancanegara yang datang setiap minggu ke kampungnya.

Ia menceritakan bahwa dirinya sendiri yang memegang buku catatan, menulis semua siapa yang masak pada hari apa, berapa penghasilan yang diperoleh, dan membaginya secara rata.

Dengan cara itu, semua mama percaya dan tetap bersemangat. Ia juga menambahkan bahwa menjaga hutan bukan hanya untuk alam, tetapi untuk ekonomi keluarga mereka.

Menurutnya, turis asing datang karena hutan mereka masih indah dan burung cenderawasih masih terbang, dan semua itu terjadi karena mereka menjaganya.

“Kalau hutan ini hilang, bagaimana kita mau hidup, bagaimana anak cucu kita makan ke depannya,” kata Mama Batseba Mobilala.

Kedua mama adat ini sepakat menyampaikan pesan kuat kepada generasi penerus Papua, agar menjaga hutan dan budaya karena keduanya adalah napas kehidupan.

Papuan Food Festival
Mama Batseba dan Oyang Hana Mili saat menunjukkan hasil masakan proses bakar bambu – Dok Panitia untuk Jubi

Usai sesi talkshow, para tamu dipersilakan mengunjungi pameran bertajuk “Oyang Hana: Maestra Waili”, yang menyajikan secara mendalam pengetahuan pangan Suku Moi.

Konten pameran meliputi sejarah hidup Oyang Hana, filosofi tradisi meramban, teknik memasak, hingga ritual piknik Waili. Berbagai kuliner tradisional juga dipajang sebagai bukti kekayaan gastronomi lokal.

Dalam pameran tersebut terdapat dua instalasi utama yang menjadi pusat perhatian. Instalasi pertama adalah Lumbung Pangan yang berisi bahan-bahan lokal seperti sagu, keladi, petatas atau ubi, kasbi, dan noken berisi umbi-umbian, yang menggambarkan kemandirian pangan orang Papua.

Instalasi kedua adalah Instalasi Interaktif Hutan Belantara berupa deretan pohon yang menggambarkan hutan yang telah ditebang.

Di instalasi ini, pengunjung diajak menuliskan harapan mereka untuk hutan Papua dan pangan lokal pada kertas-kertas yang digantung di sana.

Ruangan ini juga diresmikan sebagai memorial untuk almarhum Max Binur, tokoh pendiri Belantara Papua yang karyanya menginspirasi gerakan konservasi berbasis budaya.

Acara ditutup dengan sesi demo memasak menggunakan bambu, yang dipandu langsung oleh Mama Batseba, Mama Thea, dan Oyang Hana.

Berbagai menu disajikan dalam demo tersebut, di antaranya ikan gabus dalam bambu, ikan sembilan bakar bambu, Ige atau kawes yaitu olahan ikan sembilan khas Papua, daun gedi bakar bambu, petatas atau ubi bakar bambu, dan kasbi bakar bambu.

Para peserta menikmati hidangan sambil berdialog akrab dengan mama-mama juru masak, bertanya langsung tentang resep turun-temurun hingga filosofi di balik setiap olahan.

Suasana cair dan penuh kehangatan menandai akhir dari rangkaian pembukaan yang sarat makna. Papuan Food Festival akan berlangsung hingga Sabtu, 20 Juni 2026.

Panitia berharap festival ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi gerakan berkelanjutan untuk mengembalikan martabat pangan lokal Papua di mata dunia.

Papuan Food Festival adalah inisiatif tahunan yang digagas oleh komunitas Lumbung Sagu dan Yayasan Belantara Papua, bertujuan mempromosikan kearifan pangan lokal, mendukung petani dan pengolah pangan tradisional, serta mengkampanyekan pelestarian hutan sebagai sumber kehidupan orang Papua. (*)

ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Mentan langgar asas legalistas

Mentan dinilai langgar asas legalitas dalam program swasembada pangan

June 18, 2026
DLH Jayapura dan WWF

DLH Jayapura dan WWF ajak komunitas suarakan isu triple planetary crisis

June 17, 2026

Empat warga Yahukimo dilaporkan sempat ditangkap Satgas dan Marinir

June 12, 2026

Ketegangan di Timur Tengah memanas, pertemuan internet global ICANN dialihkan ke Bali

June 11, 2026

Teror kepala ayam terhadap Floresa mengancam kebebasan pers

June 11, 2026

Dongkrak kualitas SDM Papua, STT GIDI dan SAGU Foundation jalin kerja sama

June 10, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey
  • Latest
  • Trending
  • Comments
Konferensi Wilayah Gereja Baptis

Konferensi Wilayah Baptis: Pj Sekda Papua ingatkan gereja untuk mandiri

June 18, 2026
Mentan langgar asas legalistas

Mentan dinilai langgar asas legalitas dalam program swasembada pangan

June 18, 2026
Pemilik ulayat palang RSUP

Pemilik ulayat palang RSUP Jayapura, tuntut pembayaran Rp64 miliar

June 18, 2026
Papuan Food Festival

Papuan Food Festival 2026: Penguatan ketahanan pangan berbasis kearifan lokal

June 18, 2026
El Niño

Apa arti kedatangan El Niño bagi Kepulauan Pasifik?

June 18, 2026
Kampanye di Kaledonia Baru

Kampanye intensif menjelang pemilihan provinsi yang krusial di Kaledonia Baru

June 18, 2026
Presiden Bougainville

Presiden Bougainville tuduh PNG langgar perjanjian Melanesia

June 18, 2026
duta pembelajaran bahasa Indonesia

Duta pembelajaran Bahasa Indonesia bersiap ditempatkan di seluruh Australia

June 17, 2026
Perusahaan Sawit

Perusahaan sawit investasikan 2,7 miliar dollar untuk perekonomian PNG

June 13, 2026
HMPJ

Proyek Asrama Jayawijaya Disorot, HMPJ Lapor ke Kejati

April 19, 2025
RSUD Yowari

Keluarga pasien berharap Pemkab Jayapura evaluasi menyeluruh RSUD Yowari

March 17, 2026
Warga Yahukimo

Empat warga Yahukimo dilaporkan sempat ditangkap Satgas dan Marinir

June 12, 2026
website

YPMD luncurkan website dokumentasikan Kabar dari Kampung

March 17, 2026
Mahasiswa tolak DOB

Mahasiswa Yalimo se-Indonesia tolak pembentukan DOB Benawa

March 13, 2026
Konferensi Wilayah Gereja Baptis

Konferensi Wilayah Baptis: Pj Sekda Papua ingatkan gereja untuk mandiri

0
Mentan langgar asas legalistas

Mentan dinilai langgar asas legalitas dalam program swasembada pangan

0
Pemilik ulayat palang RSUP

Pemilik ulayat palang RSUP Jayapura, tuntut pembayaran Rp64 miliar

0
Papuan Food Festival

Papuan Food Festival 2026: Penguatan ketahanan pangan berbasis kearifan lokal

0
El Niño

Apa arti kedatangan El Niño bagi Kepulauan Pasifik?

0
Kampanye di Kaledonia Baru

Kampanye intensif menjelang pemilihan provinsi yang krusial di Kaledonia Baru

0
Presiden Bougainville

Presiden Bougainville tuduh PNG langgar perjanjian Melanesia

0

English Stories

Central Papua Civil
Pacnews

Central Papua Civil Servants Urged Not to Neglect Duties During World Cup

June 17, 2026
WWF
Pacnews

Jayapura Environment Agency and WWF Encourage Communities to Raise Awareness of the Triple Planetary Crisis

June 17, 2026
Clergy Forum
Pacnews

Clergy Forum Established to Strengthen Ministry and Community Empowerment

June 17, 2026
Indonesian Fishermen
Pacnews

Indonesian Fishermen Repeatedly Shot Dead in PNG Water

June 17, 2026
Lanny Jaya
Pacnews

Lanny Jaya Students Submit Complaint to Papua Human Rights Commission

June 16, 2026

Trending

  • duta pembelajaran bahasa Indonesia

    Duta pembelajaran Bahasa Indonesia bersiap ditempatkan di seluruh Australia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perusahaan sawit investasikan 2,7 miliar dollar untuk perekonomian PNG

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Proyek Asrama Jayawijaya Disorot, HMPJ Lapor ke Kejati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keluarga pasien berharap Pemkab Jayapura evaluasi menyeluruh RSUD Yowari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat warga Yahukimo dilaporkan sempat ditangkap Satgas dan Marinir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara