Manokwari, Jubi – Kepala Suku atau ketua kerukunan Masyarakat Pegunungan Tengah di Manokwari, Abner Itlay menyesalkan penyerahan bantuan anak babi dan bahan makanan (Bama) dari Pangdam XVIII Kasuari ke beberapa warga Pegunungan Tengah di Manokwari, Selasa (14/4/2026).
“Saya menyampaikan kepada Pangdam Kasuari Papua Barat yang kemarin ada bantuan anak babi sama Bama (Bahan Makanan) saya selaku ketua kerukunan, (tapi) tidak komunikasi kepada ketua kerukunan,” kata Abner Rabu (15/4/2026).
Hal ini disampaikan Abner menyikapi pro kontra sesama warga Pegunungan Tengah di sosial media terkait pemberian anakan babi. Menurut dia sejak dia ditunjuk sebagai Ketua Paguyuban Pegunungan Tengah di Manokwari lewat Musyawarah Besar Mubes I yang dihadiri Gubernur Papua Barat.
“Apalagi proses pemilihan dan pelantikan diketahui oleh Gubernur, Kapolda Pangdam dan juga Kesbangpol serta Masyarakat Pegunungan Tengah,” katanya.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
Abner mengaku bahwa penyerahan tersebut tidak berkoordinasi dengan ketua kerukunan dan sepihak kepada masyarakat Pegunungan Tengah itu sendiri.
“Saya selaku ketua melihat bahwa pak Pangdam, ini antara mau buat konflik masyarakat dengan masyarakat jadi ke depan seperti ini harus koordinasi komunikasi kepada ketua kerukunan, kalau ketua bilang sabar atau tidak diizinkan jangan lewat perantara ke masyarakat Pegunungan Tengah, nanti masyarakat baku konflik,” ujar Abner.
Dia mengaku bahwa menjaga Papua Barat dengan damai agar supaya keamanan saling koordinasi komunikasi.
“Saya sudah dilantik bapak gubernur supaya menjaga masyarakat dengan tertib bukan kita buat konflik di sini,” tegasnya.
Abner menambahkan sejak dia terpilih melalui Mubes Pegunungan Tengah tak ada lagi istilah Meepago dan Lapago, semua paguyuban di bawah Kerukunan Pegunungan Tengah. Sehingga segala-galanya sesuatu terkait Masyarakat Pegunungan Tengah di Manokwari semestinya dikomunikasikan dengan ketua paguyuban.
Melalui rilis yang dikirim oleh penerangan Kodam, Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Christian Kurnianto Tehuteru menyempatkan diri melakukan tatap muka dengan masyarakat adat Lapago di Sowi Gunung Kabupaten Manokwari dan tatap muka dengan masyarakat adat Meepago di Kelurahan Amban Kabupaten Manokwari, Selasa (14/4/2026).
Kunjungan Pangdam tersebut, diterima hangat oleh Kepala Suku Lapago Dangguweah dan Kepala Suku Meepago Marinus Adi yang diawali sambutan tarian adat dan penyematan mahkota burung Kasuari.
Pada pertemuan tersebut, Pangdam XVIII/Kasuari melihat secara langsung kondisi nyata masyarakat adat Lapago dan Meepago yang penuh kesederhanaan. Kedua Kepala Suku menyampaikan apresiasi atas kehadiran Pangdam XVIII/Kasuari dan juga kehadiran anggota Kodim 1801/Manokwari yang aktif berkomunikasi dengan para tokoh masyarakat adat Lapago dan Meepago. Masyarakat adat menaruh harapan besar untuk generasi muda Lapago dan Meepago dapat direkrut menjadi anggota TNI sehingga kolaborasi antara Kodam XVIII/Kasuari dengan tokoh masyarakat menjadi penting.
Sebagai tanda jalinan silaturahmi, Pangdam XVIII/Kasuari menyerahkan tali asih dan sejumlah bibit babi kepada kedua Kepala Suku untuk disalurkan kepada masyarakat adat. Bagi masyarakat adat Lapago dan Meepago, penyerahan bibit babi tersebut tidak hanya memiliki nilai tinggi secara finansial namun juga memiliki nilai tinggi secara spiritual maupun ritual, sebagaimana adat istiadat yang berlaku. Proses peternakan babi akan mendapat perhatian dan pendampingan sehingga nantinya dapat meluas ke seluruh masyarakat adat.
Pada kesempatan tersebut, Pangdam XVIII/Kasuari menegaskan kehadiran Kodam XVIII/Kasuari harus dapat bermanfaat bagi masyarakat adat dan silaturahmi yang telah terjalin agar terus dijaga untuk kepentingan bersama. (*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua






















Discussion about this post