• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Tanah Papua

Pengusaha Papua Usilina Epa, suka duka membangun usaha dari bawah

March 4, 2024
in Tanah Papua, Ekonomi
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: CR-11 - Editor: Syofiardi
pengusaha papua

Pengusaha perempuan OAP asal Sentani, Usilina Epa Epa saat diwawancarai Jubi di Sundshine Cafe dan Library miliknya, di Jl Taruna Bhakti, Yabansai, Heram, Kota Jayapura, Sabtu (2/3/2024). -Jubi/CR-11

0
SHARES
2.2k
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Pengusaha Papua yang perempuan tidak banyak. Satu di antaranya adalah Usilina Epa. Ia pemilik Sundshine Cafe dan Library Jl Taruna Bhakti serta Cafe Isasai di Expo, Kota Jayapura, Provinsi Papua.

Epa berjuang membangun usaha dengan jatuh-bangun. Salah satu motivasi utamanya adalah bagaimana Orang Asli Papua (OAP) juga bisa memiliki usaha di jalan utama di Kota Jayapura.

Jubi berbincang dengan Usilina Epa Epa di salah satu kafenya, Sundshine Cafe dan Library pada Sabtu (3/3/2024).

“Sebenarnya ada beberapa masalah sosial yang terjadi di lingkungan dan ada beberapa hal yang hilang yang membuat saya merasa memiliki ‘pekerjaan rumah’ untuk melakukan sesuatu,” kata Usilina Epa menceritakan alasan utama ia merintis usaha.

Masalah yang paling kelihatan itu menurutnya adalah masalah tanah di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura. Di sepanjang Waena (Kota Jayapura) secara khusus, juga di Sentani, tanah masyarakat adat semakin hilang dan dikuasai oleh non-OAP.

“Masalah lainnya, karena tidak kelihatan usaha milik orang Papua di pinggiran jalan-jalan utama, ada kesedihan yang saya rasakan dalam hati mengenai hal itu,” ujarnya.

BERITATERKAIT

Sulit dapat tender, pengusaha asli Papua datangi Kantor DPR Kabupaten Jayapura

Pemuda Papua yang mencari nafkah dari odong-odong

Pengusaha kecil di Kabupaten Jayapura memilih berjuang sendiri

Para perempuan wakil rakyat Papua terpilih, apa yang akan diperjuangkan?

Dalam pikirannya muncul pertanyaan kenapa Orang Asli Papua yang dulunya punya tanah di sepanjang jalan utama itu malah tersingkir, terpinggirkan, dan tidak kelihatan. “Tidak terwakili ada usaha OAP di pinggir jalan utama,” katanya.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Pada 2014 orang tuanya membangun empat petak ruko dan menjadikan usaha kios dan rumah makan. Orang tuanya selalu mempekerjakan orang lain dan modalnya tidak kembali. Ketika Usilina Epa kembali pada 2014, sambil mengajar di Universitas Cenderawasih (Uncen) dan Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ), ia menjalankan kios tersebut.

Pada 2016 ia juga membuka usaha penjualan tiket di petak ruko di sebelahnya. Dari keuntungan dua usaha itu, kios dan penjualan tiket, ia mendapatkan modal awal untuk mendirikan kafe “Sundshine Cafe dan Library”.

“Kita sempat sekali lagi buka warung ‘Dapur Mama’ dan mencoba menjual makanan lokal, seperti yang sekarang saya coba lakukan di Cafe Isasai dan hanya bertahan satu bulan saja,” ujarnya.

Kemudian ia membuka lagi warung lainnya dan mempekerjaan Non-OAP. Tapi usaha itu hanya bertahan satu tahun, gagal karena pengelolaan yang salah.

“Dua usaha yang saya pegang secara langsung itu tempat penjualan tiket dan kios, tsedangkan warung dikerjakan orang lain dan saya hanya mengawasi,” ujarnya.

Setelah ada modal, ia merenovasi rumah makan yang gagal itu dengan mengubah interiornya untuk dijadikan kafe. Pada Mei 2017 ia membuka kafe Sundshine Café and Library di sana.

“Jadi Sundshine Café and Library yang akan berusia tujuh tahun ini kita bangun di atas puing-puing kegagalan, baik dari orang tua maupun saya sendiri,” ujarnya.

Dari pengalaman itu, Usilina Epa menyimpulkan bahwa solusi dari membangun usaha yang berkelanjutan ada pada diri sendiri.

“Bahwa kita harus punya ilmunya, kita harus terjun sendiri, mau main kotorlah istilahnya, mau bayar harga, mau capek, mau belajar,” ujarnya.

Banyak tantangan

Membuka usaha kafe juga tidak mudah bagi Epa. Banyak tantangan, terutama karena

ia dan suaminya tidak tahu masak dan betul-betul terbatas dalam pengetahun tentang bisnis. Namun dorongan semangat agar OAP harus ada yang memiliki usaha di jalan utama sangat besar. Kemudian jika pengelolaan diserahkan ke orang lain, tanggung jawabnya juga berbeda jika dikelola sendiri.

“Memulainya penuh dengan segala keterbatasan. Suami saya sendiri buat kursi, meja, dan lain-lain. Jadi kalau para pelanggan awal Sundshine Café and Library tahu interior awal itu semua dibuat sendiri sama kita,” katanya.

Sejak itu ia belajar menjalankan usaha kafe. Belajar memahami sistem manajemen dalam berusaha, baik manajemen keuangan maupun manajemen stok barang dan manajemen pegawai.

Sesuai impian awal, ia juga mempromosikan apa yang menjadi milik orang Papua, salah satunya makanan khas Papua. Ia memulai dengan membuat menu sinole, kemudian menu lainnya.

“Konsep cafe ini adalah cafe dan library. Juga kami pakai bahan daur ulang untuk penataan interior kafe. Terus dari awal kita juga berkomitmen untuk mempekerjakan anak-anak Papua yang berangkat dari pemikiran awal tadi, usaha OAP harus tampil di pinggiran jalan utama,” ujarnya.

Hal lainnya, Epa melihat salah satu adalah tidak ada kesempatan yang diberikan kepada anak-anak Papua untuk belajar dan memiliki kepercayaan diri untuk tampil. Karena itu sejak dibuka sampai sekarang 100 persen pekerjanya adalah anak-anak Papua.

Setelah membuat menu sinole, ternyata kemudian banyak permintaan dari pelanggan untuk menu makanan khas Papua lainnya, seperti sayur genemo lilin santan, keladi tumbuk, dan lain-lain.

Pada 2020, setelah Sundshine Café and Library berusia lima tahun, maka dibuka cabang, yaitu Cafe Isasai di Expo. Epa membangun bangunannya bersama orang tuanya. Ia melengkapi Café Isasai dengan modal yang terkumpul dari Sundshine.

Cafe Isasai dibuat 100 persen ingin memperkenalkan makanan khas Papua. Epa ingin memulai dari makanan khas sendiri, yaitu makanan khas Sentani.

“Karena kita lihat situasi Sentani dan Jayapura saat ini yang berada di tengah-tengah pembangunan dan sayangnya ciri khas dan jati diri kita malah terpinggirkan, seolah-olah kita tidak punya jati diri dan identitas, tidak punya makanan khas,” katanya.

Dalam perkembangnya, lanjut Epa, makanan khas Sentani itu sudah hilang dari pasaran, seperti ikan gabus asar sudah tidak dijual di pasar. Menurutnya menu masakan yang hilang itu adalah ikan gabus santan dan ikan gabus kuah hitam.

Dengan usaha kafe itu, Usilina Epa juga ingin membantu OAP lainnya yang berkebun dan menjual hasil kebun mereka. Sebab saat ini daya beli pangan lokal di pasaran kurang.

“Kita juga perlu meningkatkan permintaan bahan pangan lokal untuk bantu Mama-Mama mereka di pasar,” ujarnya. (*)

Tags: pengusaha OAPtokoh perempuan PapuaUsaha KafeUsaha OAP
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Aksi unjuk rasa 
Forum Pengusaha Asli Kenambai Umbai atau FPAKU Kabupaten Jayapura mendatangi Kantor DPR Kabupaten Jayapura di Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, Senin (29/6/2026). - Jubi/ Engel Wally

Sulit dapat tender, pengusaha asli Papua datangi Kantor DPR Kabupaten Jayapura

June 29, 2026
odong-odong

Pemuda Papua yang mencari nafkah dari odong-odong

April 23, 2026

Pengusaha kecil di Kabupaten Jayapura memilih berjuang sendiri

June 15, 2024

Para perempuan wakil rakyat Papua terpilih, apa yang akan diperjuangkan?

May 27, 2024

WRI Indonesia apresiasi pengembangan Kopi Yepki Kiwi dari Kiwirok

April 19, 2024

Usaha cakar bongkar Mama Martha Ayeri dari modal awal cuma Rp100 ribu

April 6, 2024

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Different approaches to Papua’s problems are blocking dialogue
29 September 2026
Different approaches to Papua’s problems are blocking dialogue

Jayapura, Jubi – Papuan political figure Laurenzus Kadepa says differences in perspectives have made it difficult to find the best [...]

The Legal and Human Rights Department of the Evangelical Church in Indonesia launches legal aid institute
29 September 2026
The Legal and Human Rights Department of the Evangelical Church in  Indonesia launches legal aid institute

Jayapura, Jubi – The Legal and Human Rights Department of the Evangelical Church in Indonesia (GIDI) has launched the GIDI [...]

Maybrat resident allegedly tortured at Marine post
28 September 2026
Maybrat resident allegedly tortured at Marine post

Sorong, Jubi – A resident of Wakom Village, East Aifat District, Maybrat Regency, Southwest Papua, identified as Wilem, also known [...]

YKKMP: Indonesia must address human rights concerns in Papua with evidence
28 September 2026
YKKMP: Indonesia must address human rights concerns in Papua with evidence

Jayapura, Jubi – The Papua Foundation for Justice and Human Integrity (YKKMP) says the Indonesian government should respond to allegations [...]

Farewell to two Papuan journalists, Joost Mirino and Hendrikus Ondi
26 September 2026
Farewell to two Papuan journalists, Joost Mirino and Hendrikus Ondi

Jayapura, Jubi – Papua has lost two journalists who studied at Satya Wacana Christian University in Salatiga, Central Java. Joost [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Komisi Yudisial atau KY Papua

Penghubung KY Papua dorong masyarakat adat terlibat mengawasi integritas hakim

September 29, 2026
PNG

Strategi kakao di PNG: Menargetkan menciptakan lapangan kerja

September 29, 2026
PINA

Presiden PINA: Memperkuat ruang redaksi di wilayah Pasifik

September 29, 2026
PNG

Tiga bayi kembar prematur di pedalaman PNG meninggal sebelum bantuan tiba

September 29, 2026
praperadilan

Hakim kabulkan praperadilan: Penetapan tersangka Yonex Carter tidak sah

September 29, 2026
Sulitnya menyelesaikan masalah Papua

Perbedaan cara pandang penyebab sulitnya menyelesaikan masalah Papua

September 28, 2026
LBH GIDI

Departemen Hukum dan HAM GIDI luncurkan LBH GIDI

September 28, 2026
Kantor ICC

AS mengucapkan selamat kepada Naoero atas keputusan penarikan diri dari ICC

September 28, 2026
Pasifik

Para pemimpin Pasifik mendesak Jakarta mengizinkan kunjungan PBB ke Papua Barat

September 28, 2026
Pre-COP

Jelang Pre-COP: Masyarakat sipil Pasifik meluncurkan ‘seruan funafuti keadilan iklim’

September 28, 2026
LBH GIDI

Departemen Hukum dan HAM GIDI luncurkan LBH GIDI

September 28, 2026
Presiden Media PNG

Neville Choi, Presiden Media PNG, terpilih jadi Presiden PINA di Fiji

September 27, 2026
Pers bebas membutuhkan uang

Wakil Perdana Menteri Fiji: Pers bebas membutuhkan uang

September 27, 2026
Warga Maybrat disiksa Marinir

Seorang warga Maybrat diduga disiksa di pos Marinir

September 28, 2026
Komisi Yudisial atau KY Papua

Penghubung KY Papua dorong masyarakat adat terlibat mengawasi integritas hakim

0
PNG

Strategi kakao di PNG: Menargetkan menciptakan lapangan kerja

0
PINA

Presiden PINA: Memperkuat ruang redaksi di wilayah Pasifik

0
PNG

Tiga bayi kembar prematur di pedalaman PNG meninggal sebelum bantuan tiba

0
praperadilan

Hakim kabulkan praperadilan: Penetapan tersangka Yonex Carter tidak sah

0
Sulitnya menyelesaikan masalah Papua

Perbedaan cara pandang penyebab sulitnya menyelesaikan masalah Papua

0
LBH GIDI

Departemen Hukum dan HAM GIDI luncurkan LBH GIDI

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara