• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Polhukam

Negara tak pernah menjelaskan status konflik bersenjata di Tanah Papua

June 6, 2026
in Polhukam
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Larius Kogoya - Editor: Arjuna Pademme
Konflik bersenjata di Papua

Ketua Bidang Advokasi dan Jaringan di Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Zainal Arifin saat menyampaikan pengantar dalam Diskusi peluncuran Laporan Konflik bersenjata di Papua - Jubi/tangkapan layar kanal YouTube

0
SHARES
42
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Ketua Bidang Advokasi dan Jaringan di Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Zainal Arifin menyatakan selama ini negara tak pernah menjelaskan kepada publik status konflik bersenjata antara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat atau TPNPB dan TNI di Tanah Papua. Apakah operasi militer perang atau operasi militer selain perang.

Pernyataan itu disampaikan Zainal Arifin dalam pengantar peluncuran laporan dan diskusi Publik: Konflik bersenjata di Tanah Papua, yang digelar di Jakarta dan ditayangkan secara daring, Sabtu (6/6/2026).

Zainal mengatakan, dalam berbagai diskusi masyarakat sipil selalu mempertanyakan apa yang terjadi di Tanah Papua hari ini dan apa statusnya.

Namun, tidak banyak yang dapat menjelaskan dan mendefinisikan bagaimana pengerahan pasukan keamanan yang dikirim ke Tanah Papua dalam jumlah banyak setiap tahun.

“Kalau berdasarkan catatan beberapa kajian, lebih dari 56.000 [pasukan keamanan] setiap tahun [dikirim ke Tanah Papua]. Ada pengerahan-pengerahan pasukan secara organik yang pada akhirnya melahirkan konflik sedemikian rupa. Lantas negara menyebut sebagai penanganan terhadap kelompok kriminal bersenjata,” kata Zainal.

Menurut Zainal, apabila benar posisi pejuang kemerdekaan Papua atau TPNPB disebut sebagai kelompok kriminal bersenjata, lantas bagaimana posisi TNI. Tentu ini menimbulkan berbagai pertanyaan. Apakah status militer yang dikirim ke Tanah Papua, dalam Undang-Undang TNI.

“Apakah operasi militer perang atau operasi militer selain perang. Artinya sebenarnya tidak pernah ada status yang diterangkan ke publik,” ucapnya.

BERITATERKAIT

Papua Governor Calls for Sports Revival Ahead of 2028 National Games

The Regional Office of the Directorate General of State Assets (DJKN) Promotes Auction and Regional Asset Valuation Services in South Papua

The National Sports Committee of Indonesia (KONI) Chief Urges Papua to Reclaim Its Status as Indonesia’s Sporting Talent Hub

South Papua Senior Leadership Positions (JPT) Candidates Undergo Essay and Interview Assessment

Zainal Arifin mengatakan, diskusi dan launching itu untuk melihat dan mendengar, bagaimana mendudukkan Tanah Papua dalam skema hukuman humaniter internasional dan dampaknya bagi manusia.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

“Tentu [kita] banyak mendengar bahwa berbagai pelanggaran hak asasi manusia atau HAM dan kekerasan terjadi di Tanah Papua. [Ini] menunjukkan bahwa setiap bulan ada berbagai pelanggaran HAM, ada extra judicial killing dan banyak hal lainnya yang terjadi di Tanah Papua,” ujarnya.

Belum lama ini lanjut Zainal, publik banyak mendengar bagaimana fenomenalnya film dokumenter Pesta Babi-Kolonialisme di zamankita, pengerahan tentara, dan bagaimana perampasan ruang adat.

“Akan tetapi itu hanya menunjukkan bagian dari berbagai hal besar konflik-konflik yang ada di Papua,” kata Zainal Arifin

Sementara itu Koordinator KontraS Dimas, Bagus Arya mengatakan tipologi tindakan atau represi yang selama ini terjadi di Tanah Papua itu menyebabkan berlarutnya penanganan perlindungan terhadap warga sipil di sana.

Menurutnya dalam beberapa kali diskusi pada 2022 hingga 2023, ada pihak yang berusaha menginisiasi memutus mata rantai konflik, dengan melakukan dialog damai di Papua, dan semua inisiatif non kekerasan yang sudah dibangun.

“Tujuannya untuk dapat melakukan upaya memutus rantai kekerasan di Tanah Papua yang berlangsung 60 tahun lebih, sejak Pepera 1969. Dalam situasi hari ini, konflik bersenjata tidak pernah bisa didudukkan klasifikasinya apa,” kata Bagus Arya.

Bagus Arya mengatakan, dalam diskusi hasil riset ini membantu untuk mendapat gambaran, apakah pendekatan hukum humaniter selama ini mungkin perdebatannya dihindari untuk dapat mengklasifikasi jenis konflik yang ada di Tanah Papua.

Katanya perdebatan yang cukup serius ketika ada pergantian terminologi upaya melakukan penumpasan terhadap kelompok separatis, kelompok teroris, dan berganti menjadi kelompok kriminal.

“Yang disebut kelompol krimonal itu ada dua. KRiminal bersenjata dan kriminal Politik. Situasi ini mencerminkan bahwa pemerintah juga masih ngambang menentukan jenis konfliknya. Saya rasa dengan riset ini membantu dan mencerahkan sedikit,” ucapnya.

Selain itu katanya, mungkin ini dapat menjadi salah satu upaya membangun dialog dengan stakeholder, dengan parlemen maupun dengan pihak pemerintah Indonesia untuk dapat melakukan upaya-upaya yang lebih nyata dalam perlindungan terhadap warga sipil terutama masyarakat asli Papua.

Bagus Arya mengatakan, adalah selama belum ada jenis upaya klasifikasi yang jelas terhadap konflik bersenjata, selama itu pula tidak ada jaminan perlindungan terhadap warga sipil dan masyarakat asli Papua.

Menurutnya, dalam riset dijelaskan salah satu dampak atau akses dari konflik bersenjata yang berlarut adalah fenomena pengungsi internal yang angkanya 100.000 lebih di Tanah papua

“Saya rasa penting juga untuk bagaimana ada dialog-dialog yang melibatkan ke depannya stakeholder dan juga masyarakat asli Papua, MRP DPRP dan segala macamnya, untuk dapat menemukan ruang damai, ruang dialog yang lebih berkemanusiaan. Lebih beradab dan lebih bisa membangun upaya kemajuan nyata terhadap kemanusiaan di Tanah Papua,” katanya. (*)

Tags: BersenjatakonflikMenjelaskanNegaraPapua
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

BLT

Yanni usulkan BLT Otsus dan penambahan DAU untuk Tanah Papua

June 4, 2026
KNPB

KNPB: Situasi kemanusiaan di Tanah Papua makin memburuk

May 30, 2026

Perempuan Papua serukan perlawanan terhadap penindasan dan PSN

May 29, 2026

Aliansi SETARA tolak eksploitasi dan militerisasi di Tanah Papua

May 29, 2026

Pelarangan nobar Pesta Babi: Pembungkaman suara kritis tentang Tanah Papua

May 23, 2026

Dialog Lintas Iman: Evaluasi kebijakan yang memperparah krisis kemanusiaan di Tanah Papua

May 22, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey
  • Latest
  • Trending
  • Comments
Pengungsi Nduga

Pengungsi Nduga butuh pelayanan kesehatan

June 6, 2026
Konflik bersenjata di Papua

Negara tak pernah menjelaskan status konflik bersenjata di Tanah Papua

June 6, 2026
Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan laju deforestasi di Tanah Papua

June 6, 2026
PNG

Misi gabungan bersihkan sisa bom perang dunia II di PNG

June 6, 2026
bahan bakar

Harga bahan bakar di kawasan Pasifik terus melonjak

June 6, 2026
pemimpin Kanak

Pengadilan cabut dakwaan terhadap pemimpin Kanak pro-kemerdekaan

June 6, 2026
Petisi

Aktivis dan masyarakat adat tandatangani petisi penolakan pembangunan bendungan Warsamson

June 6, 2026
Pemuda Adat

Pemuda adat Papua hentikan rakor program cetak sawah di Kota Sorong

June 2, 2026
Musorprov KONI Papua 2026

Musorprov KONI Papua 2026, Gubernur Fakhiri Targetkan Kebangkitan Prestasi Menuju PON XXII 2028

June 5, 2026
Bom

Kantor pusat Komite Nasional Papua Barat diteror bom

March 17, 2026
Kesehatan

Kementerian Kesehatan Vanuatu kirim pasokan darurat ke Pulau Ambae

March 17, 2026
RSUD Yowari

Keluarga pasien berharap Pemkab Jayapura evaluasi menyeluruh RSUD Yowari

March 17, 2026
Solomon

10 Menteri Kepulauan Solomon mengundurkan diri

March 17, 2026
KontraS

Koalisi desak presiden perintahkan tangkap pelaku teror terhadap aktivis KontraS

April 10, 2026
Pengungsi Nduga

Pengungsi Nduga butuh pelayanan kesehatan

0
Konflik bersenjata di Papua

Negara tak pernah menjelaskan status konflik bersenjata di Tanah Papua

0
Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan laju deforestasi di Tanah Papua

0
PNG

Misi gabungan bersihkan sisa bom perang dunia II di PNG

0
bahan bakar

Harga bahan bakar di kawasan Pasifik terus melonjak

0
pemimpin Kanak

Pengadilan cabut dakwaan terhadap pemimpin Kanak pro-kemerdekaan

0
Petisi

Aktivis dan masyarakat adat tandatangani petisi penolakan pembangunan bendungan Warsamson

0

English Stories

Papua Governor
Pacnews

Papua Governor Calls for Sports Revival Ahead of 2028 National Games

June 6, 2026
Regional Office
Pacnews

The Regional Office of the Directorate General of State Assets (DJKN) Promotes Auction and Regional Asset Valuation Services in South Papua

June 6, 2026
KONI Papua
Pacnews

The National Sports Committee of Indonesia (KONI) Chief Urges Papua to Reclaim Its Status as Indonesia’s Sporting Talent Hub

June 5, 2026
South Papua Senior
Pacnews

South Papua Senior Leadership Positions (JPT) Candidates Undergo Essay and Interview Assessment

June 5, 2026
Members of the Tuarek Natkime Foundation and the Tua Rek Nakima
Pacnews

Indigenous Community Blocks Access Road to PT Freeport Indonesia Operations

June 5, 2026

Trending

  • Pemuda Adat

    Pemuda adat Papua hentikan rakor program cetak sawah di Kota Sorong

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Musorprov KONI Papua 2026, Gubernur Fakhiri Targetkan Kebangkitan Prestasi Menuju PON XXII 2028

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kantor pusat Komite Nasional Papua Barat diteror bom

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kementerian Kesehatan Vanuatu kirim pasokan darurat ke Pulau Ambae

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keluarga pasien berharap Pemkab Jayapura evaluasi menyeluruh RSUD Yowari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara