Jayapura, Jubi – Lebih dari 80 tahun setelah Perang Dunia II, sebagian wilayah Papua Nugini (PNG) masih terdampak oleh amunisi yang belum meledak dan tertinggal dari konflik tersebut.
Wilayah Pulau New Britain ini merupakan titik fokus utama selama Perang Dunia II, menjadi lokasi invasi Jepang yang sangat penting pada 1942.
Lokasi ini termasuk areal pertempuran brutal selama bertahun-tahun oleh pasukan Sekutu untuk menetralisir benteng Jepang yang sangat kuat yang berpusat di sekitar Rabaul, kota Utama di Provinsi East New Britain, seperti dikutip Jubi dari laman tvwan.com.pg Sabtu (6/6/2026)
Di East New Britain, tempat perang pernah berkecamuk, bahaya tersebut telah berlangsung selama beberapa generasi—memengaruhi mata pencaharian, pembangunan, dan keselamatan masyarakat.
Tim gabungan dari Angkatan Pertahanan Papua Nugini (PNGDF) dan Angkatan Pertahanan Australia (ADF) kini bekerja sama untuk membersihkan amunisi tersebut dan melindungi keluarga setempat.
Masyarakat di East New Britain menyaksikan bahaya perang yang telah lama ada di tanah mereka dihilangkan seiring dimulainya Operasi Render Safe.
Operasi multinasional ini dimulai minggu lalu, dengan personel dari PNG, Australia, dan negara-negara mitra dikerahkan di distrik Gazelle, Kokopo, dan Rabaul. ADF memimpin misi ini dalam kemitraan erat dengan PNGDF.
Selain menghilangkan bahan peledak, operasi ini juga memperkuat kerja sama antara kedua angkatan bersenjata, dengan tim spesialis bekerja berdampingan untuk berbagi keterampilan dan meningkatkan kesiapan di masa depan.
Kegiatan masyarakat, termasuk kampanye pembersihan, juga telah dilakukan untuk mendukung penduduk setempat.
Wakil Komandan Operasi Render Safe, Letnan Henry Beri dari PNGDF, mengatakan misi ini lebih dari sekadar membersihkan bom.
“Operasi ini bukan hanya tentang menyingkirkan amunisi yang belum meledak, tetapi juga membantu kita untuk bekerja sama, membangun hubungan, dan membangun komunitas yang lebih baik.”
Komandan Kontingen ADF, Mayor Joseph Gurung, mengatakan operasi ini mencerminkan kerja sama regional yang kuat.
“Operasi ini tentang kemitraan. Kami di sini bekerja sama dengan mitra regional kami di komunitas lokal untuk meningkatkan keselamatan, membangun kemampuan, dan memperkuat hubungan di seluruh Indo-Pasifik.”tambahnya. (*)
























Discussion about this post