Jayapura, Jubi – Fiji tidak akan terlibat secara militer dalam konflik apa pun yang saat ini melibatkan Negara Israel.
Perdana Menteri Fiji, Sitiveni Rabuka menyampaikan jaminan ini dengan mengatakan bahwa hubungan Fiji dengan Israel akan tetap fokus pada kerja sama pembangunan dan penguatan hubungan bilateral, bukan keterlibatan militer.
Sitiveni Rabuka mengatakan bahwa ketertarikan Fiji pada kemitraan ini didasarkan pada peluang pembangunan dan hubungan jangka panjang antara kedua negara.
“Kami sedang fokus pada pembangunan kami sendiri dan mereka mampu memberikan pembangunan yang kami butuhkan,” katanya kepada www.fijitimes.com.fj yang dikutip Jubi, Kamis (4/6/2026).
Dia mengatakan bahwa warga Fiji telah memperoleh manfaat dari kesempatan pelatihan di Israel selama bertahun-tahun, termasuk kaum muda yang saat ini sedang menjalani pelatihan di sana.
“Saat ini kami memiliki beberapa anak muda yang sedang menjalani pelatihan di Israel,” katanya.
“Presiden kita sendiri pernah mengikuti pelatihan dalam perjalanan kariernya bersama Native Land Trust Board di Israel pada waktu itu,” tambahnya.
PM Rabuka mengatakan bahwa keterlibatan Fiji dengan Israel juga dibentuk oleh sejarah panjangnya dalam menjaga perdamaian di Timur Tengah.
Dia mengatakan bahwa banyak warga Fiji telah merasakan keramahan masyarakat dan Negara Israel melalui keterlibatan Fiji dalam operasi perdamaian di wilayah tersebut.
Purnawiran jenderal militer itu mengatakan bahwa Pemerintah tidak akan membiarkan hubungan tersebut menjadi militeristik, karena hal ini akan bertentangan dengan posisi regional Fiji yang lebih luas, termasuk konsep “Samudra Perdamaian” untuk Pasifik.
Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa’ar juga menyatakan bahwa Israel tidak akan meminta dukungan militer dari Fiji, dengan mengatakan bahwa Israel mampu “berperang sendiri.” (*)




Discussion about this post