Sentani, Jubi – Sejumlah organisasi masyarakat sipil di Merauke, Provinsi Papua Selatan, yang tergabung dalam Solidaritas Organisasi Papua Selatan untuk Mama Yasinta Moywend mendatangi Markas Kepolisian Resor atau Polres Merauke pada Kamis (4/6/2026) dan Jumat. Mereka datang bersama keluarga Mama Yasinta Moywend, membuat pengaduan dugaan penculikan Mama Yasinta.
Lewat pengaduan melalui Polres Merauke pada Kamis itu, Solidaritas Organisasi Papua Selatan untuk Mama Yasinta Moywend dan pihak keluarga meminta Presiden RI untuk memulangkan Mama Yasinta dari Jakarta ke Merauke. Pada Jumat, Solidaritas Organisasi Masyarakat bersama keluarga kembali mendatangi Polres Merauke, dan menerima bukti Surat Tanda Terima Laporan Pengaduan dari pihak Polres Merauke.
Ketua Lembaga Perempuan Asli Papua Selatan, Ancrilina Ukarop yang turut mendampingi pihak keluarga ke Polres Merauke meminta Presiden dan Kapolri segera merespons pengaduan itu. Menurutnya, Mama Yashinta adalah salah satu perempuan Papua yang banyak menyuarakan persoalan hak-hak masyarakat adat dan kerusakan lingkungan di Tanah papua.
Secara tiba-tiba, Mama Yasinta menghilang tanpa kabar. Menghilangnya Mama Yasinta menjadi tanda tanya besar, dan apa yang sedang terjadi terhadap Mama Yasinta.
“Kami mohon Bapak Presiden dan Bapak Kapolri bisa memulangkan mama Yasinta ke tengah keluarganya,” ujar Ancrilina saat dihubungi melalui layanan pesan WhatsApp di Markas Polres Merauke.
Hal senada juga disampaikan Andika, salah satu wakil Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Merauke. Andika menyebut keluarga Mama Yasinta telah mengadukan dugaan penculikan Mama Yasinta kepada Polres Merauke, dan pengaduan itu harus segera direspons. Ia meminta polisi memastikan keberadaan dan kondisi Mama Yasinta, lalu memulangkannya ke Merauke. “Kami selalu bersama Mama Yasinta dalam perjuangan untuk menyuarakan hak-hak masyarakat adat di Papua Selatan,” ujarnya
Ketua Pemuda Adat Papua Selatan, Simon Balagaize menjelaskan bahwa pihak keluarga meminta agar Mama Yasinta segera dipulangkan ke tengah keluarganya di Merauke. Balagaize menjelaskan bahwa keluarga telah menyampaikan kronologi menghilangnya Mama Yasinta sejak 24 Mei hingga 4 juni 2026. “Sesuai surat nomor STPLP/267/VI/2026/RESKRIM yang diterima, pokok perkaranya adalah dugaan hilangnya Mama Yasinta,” kata Balagaize.
Surat Tanda Terima Laporan Pengaduan yang diterbitkan Polres Merauke menyebut laporan pengaduan dugaan penculikan Mama Yasinta itu disampaikan oleh Esau Magu Kahol. Laporan itu menyebut bahwa pada 25 Mei 2026 Esau Magu Kahol menerima panggilan telepon dari Libo, adik kandung Mama Yasinta.
Dalam panggilan telepon itu, Libo menyampaikan bahwa Mama Yasinta tidak ada di rumah. Libo meminta Esau Magu Kahol mencari Mama Yasinta di Merauke.
Kahol mendatangi rumah kerabatnya di Merauke, mencari Mama Yasinta, namun Mama Yasinta tidak ada di sana. Pada 29 Mei 2026, Kahol melibat informasi di media sosial yang menyebutk bahwa Mama Yasinta telah berada di Jakarta. Ia merasa khawatir, dan meminta Mama Yasinta segera dipulangkan ke Merauke. (*)


























Discussion about this post