Jayapura, Jubi – Para peserta Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Se-Tanah Papua 2024 yang mewakili Kabupaten Merauke berhasil mencuri perhatian penonton dengan penampilan mereka menggunakan bahasa Marind.
Acara yang digelar di Kabupaten Jayapura, Papua, pada Rabu (20/11/2024) ini menampilkan berbagai karya budaya yang menggugah, sekaligus mengangkat keberagaman bahasa daerah di Papua.
Salah satu peserta, Gracella Samkakai, mengungkapkan bahwa mereka membawakan berbagai jenis penampilan, mulai dari dongeng berjudul Pohon Pinang Berbuah Ikan, puisi tentang Bumi Animha, cerita pendek mengenai Menghargai Alam dan Leluhur, hingga pidato tentang Pentingnya Membaca. Keempat penampil tersebut merupakan siswa-siswi dari empat sekolah dasar dan menengah di Kabupaten Merauke, yang sebelumnya ikut serta dalam Festival Bahasa Ibu di Kabupaten Merauke pada tahun 2023.
“Kami [peserta] dari Merauke berjumlah enam orang, yang sebelumnya pernah mengikuti Festival Bahasa dan meraih juara satu di berbagai lomba seperti puisi, pidato, dongeng, cerpen, nyanyian rakyat, dan stand-up comedy. Kami dilatih bersama selama satu minggu sebelum berangkat ke Jayapura untuk mengikuti FTBI ini,” ujar Gracella usai penampilan pada pagelaran tersebut.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
Gracella juga mengungkapkan kebanggaannya dapat dilibatkan dalam Festival Bahasa Ibu. Ia menyatakan bahwa bahasa daerah, khususnya bahasa Marind yang merupakan bagian dari identitas masyarakat Merauke, sangat penting untuk dipelihara.
“Di rumah, saya dan keluarga selalu berbicara dengan bahasa Marind. Saya ingin teman-teman lainnya juga mulai berbicara bahasa daerah, karena semakin sering berbicara, semakin banyak kosakata yang masuk ke dalam otak,” tambahnya.
Mujina Kaise, guru yang mendampingi para peserta Merauke, mengungkapkan bahwa para peserta berasal dari beberapa sekolah di Merauke.
“Tiga murid berasal dari tingkat SMP, sedangkan tiga lainnya dari tingkat SD,” ujar Kaise, yang juga merupakan penutur aktif bahasa Marind. Ia mengapresiasi upaya pelestarian bahasa daerah dan berharap semakin banyak pihak yang terlibat dalam menjaga kelestarian bahasa Marind, yang kini sedang berada dalam kondisi “kritis” di Merauke.
Sebagai pendamping, Kaise juga menyatakan antusiasme yang besar terhadap acara ini.
“Kami merasa semangat dan bangga, karena bahasa adalah identitas bagi orang Marind. Saya terus mendukung upaya pelestarian bahasa di Papua, terutama bahasa Marind,” ujarnya.
Kepala Pusat Prestasi Nasional, Maria Veronica Irene Herdjiono, memberikan apresiasi atas keterlibatan peserta dari berbagai jenjang pendidikan di sepuluh kota/kabupaten di Tanah Papua.
“Keberanian anak-anak tampil dan menunjukkan budaya serta tradisi menggunakan bahasa daerah masing-masing adalah kebanggaan bagi pemerintah, orangtua, dan masyarakat Papua,” kata Maria.
Ia juga menekankan bahwa kemampuan yang mereka tunjukkan dapat membuka peluang di berbagai bidang seperti riset, inovasi, budaya, dan olahraga di masa depan.
FTBI 2024 diharapkan dapat terus mendukung revitalisasi bahasa daerah di Papua serta memperkuat jati diri masyarakat Papua melalui bahasa. (*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua




















Discussion about this post