• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Seni & Budaya

Suku Muyu pekerja keras dan Pesta Babi di Papua Selatan

June 1, 2026
in Seni & Budaya
Reading Time: 4 mins read
0
Penulis: Dominggus A Mampioper - Editor: Arjuna
Persta Babi

Tradisi Pesta Babi, suku Muyu- Jubi/aman.or.id

0
SHARES
596
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Antropolog Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura, Dr. Andro Loekito, MA mengatakan suku Muyu di Provinsi Papua Selatan, yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini adalah suku yang terkenal pekerja keras.

Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik jurusan Antropologi itu mengatakan, suku Muyu memadukan berbagai corak mata pencaharian baik dalam berburu, memelihara ternak hingga Bertani dan mengelola tanah untuk pertanian.

“Ya mereka itu pekerja keras dan juga bercocok tanam, memelihara babi tetapi juga berburu babi dan mengelola sagu menjadi tepung sagu,” kata Loekito kepada Jubi melalui telepon seluler, Sabtu (31/5/2026).

Menurutnya, Suku Muyu pun sedikit berbeda dengan suku-suku lain di Papua Selatan. Misalnya dari Suku Auwyu, Suku Yaqai, Suku Marind Anim dan Asmat sebagai masyarakat peramu yang mengandalkan kelimpahan alam, mencari, menangkap serta menokok sagu yang tumbuh liar di sana.

Katanya, Suku Muyu memadukan berbagai corak mata pencaharian untuk bertahan hidup. Mereka tidak hanya bergantung pada bercocok tanam dan memelihara babi, juga berburu dan memproduksi sagu layaknya masyarakat adat lainnya.

“Mereka juga mampu mengolah ladang untuk menghasilkan ubi jalar, keladi, pisang, dan sayuran. “Selain itu, Suku Muyu memelihara babi yang memiliki nilai budaya dan ekonomi sangat penting dalam kehidupan sosial mereka,” ucapnya.

Kata Loekito, dalam film dokumenter Pesta Babi-Kolonialisme di zaman kita, persiapan untuk melaksanakan Atatbon yang sakral itu membutuhkan waktu 10 tahun untuk mempersiapkan babi-babi, yang dibiarkan hidup bebas di hutan dan akan dibunuh saat pesta Babi digelar.

BERITATERKAIT

Masyarakat sipil Papua Barat menyerukan akses untuk PBB dan Pasifik

Koalisi tagih janji Prabowo selesaikan masalah politik Papua secara damai

Wagub Papua apresiasi Papuan Leaders Bootcamp II

Kunjungan Sekjen PBB mesti menjadi momentum membuka masalah dekolonisasi Papua Barat

“Biasanya yang melakukan pesta babi itu seorang Big Man atau dalam masyarakat Muyu dikenal dengan nama Kayepak yang punya pengaruh dan kekayaan serta ramah terhadap warganya,” ujarnya.

Kepemimpinan Big Man dan Ot mata uang

Dr JR Mansoben, MA dalam disertasinya berjudul Sistem Politik Tradisional di Irian Jaya (1995) menyebutkan bahwa suku Muyu di Papua Selatan menganut sistem kepemimpinan Big Man (pria berwibawa).

Posisi ini dapat dicapai oleh seseorang melalui proses achievement (pencapaian atau usaha) dan bukan melalui warisan kepemimpinan seperti Ondoafi atau Raja.

Katanya, dalam masyarakat adat Suku Muyu, seorang Big Man atau pemimpin Kayepak memperoleh kekuasaannya murni berdasarkan kemampuan pribadi, bukan warisan dari turun temurun seperti layaknya seorang ondoafi atau raja.

Untuk mencapai kedudukan sebagai seorang Kayepak, menurut Mansoben harus diperoleh melalui, usaha kerja keras, kecerdasan, dan reputasi yang dibangun.

Selain itu, seorang Kayepak juga punya kemampuan menguasai dan meredistribusikan kekayaan (seperti babi atau harta pertukaran) kepada warganya.

Bukan hanya itu saja Mansoben juga menjelaskan bahwa untuk menjadi seorang Kayepak juga memiliki kepandaian berdiplomasi, berorasi, dan menyelesaikan konflik internal maupun eksternal.

Sifat penting lainnya untuk menjadi seorang Kayepak, lanjut Mansoben adalah sangat dermawan yang mampu menjamin kesejahteraan anggota kelompok atau klannya.

“Memiliki fisik yang menonjol dan keberanian, terutama dalam memimpin perang atau mempertahankan wilayah,” tulis JR Mansoben dalam disertasi doktor di Universitas Leiden Negeri Belanda.

Kepemimpinan Kayepak juga mempunyai beberapa istri atau poligami, banyak anak, sering menyajikan babi,
mampu melunasi utang tanpa mundur, dapat membantu orang lain yang karena suatu hal mengalami krisis keuangan
misalnya dalam hubungan dengan tukon atau pembayaran utang dan kalau perlu dapat menyewa orang lain untuk melakukan balas dendam baginya.

Seorang Kayepak juga kepala perang atau panglima perang, orang Muyu menyebutnya kònònkòt artinya kepala perang.

Selain memiliki kepemimpinan Big Man, menurut Mansoben, orang Muyu juga terkenal dalam system perdagangan barter dengan suku suku tetangga lainnya bahkan sampai ke Papua Nugini.

Mata uang barter itu adalah, Ot yang terbuat dari kulit kerang sebagai alat tukar barter ekonomi local di daerah pegunungan di tanah Papua.

Lebih lanjut Mansoben menjelaskan bahwa Ot bukan hanya sekadar alat tukar, melainkan simbol kekayaan, mas kawin (pembayaran mahar), denda adat, dan alat untuk menyelesaikan konflik antar suku.

“Mereka juga menyebut diri sebagai Kati yang berarti manusia yang sesungguhnya.”

Peristiwa 1984 dan 7000 warga mengungsi ke PNG

Peristiwa tewasnya pejuang Papua dan tokoh adat Arnold C Ap pada 26 April 1984, menyebabkan ribuan warga Papua Barat menyeberang dan mengungsi ke Papua Nugini termasuk suku Muyu di Papua Selatan.

Media nasional, Kompas 21 Juni dan 17 Juli 1984 mencatat sebanyak 7000 warga Suku Muyu pindah ke Papua Nugini, baru sampai akhir 1992 hanya sebagian yang kembali ke Boven Digoel Papua Selatan.

Kedekatan suku Muyu dengan perbatasan Papua Nugini khususnya suku Ningerum sejak dulu dalam melakukan barter ekonomi dan juga melintasi perbatasan tradisional sejak nenek moyang.

Orang orang Ningerum termasuk dalam Distrik Kiunga di Provinsi Barat,PNG. Kedekatan dan kerabat inilah yang membuat ribuan orang Muyu mengungsi saat peristiwa 1984 di seluruh tanah Papua.

Menurut Dr JW Schoorl dalam bukunya berjudul,Culture and change among the Muyu menyebutkan bahwa orang orang Muyu sudah mempunyai hubungan dengan orang Mandobo sebelum kedatangan pemerintah kolonial Belanda dan misi Katolik.

Kemudian mereka ini disebut Suku Muyu Mandobo di sepanjang Sungai Kao dan terjadi perkawinan-perkawinan dengan wanita Mandobo.

Walau demikian Schoorl menambahkan bahwa Pastor Drabbe yang telah mempelajari Bahasa Mandobo terdapat ada perbedaan mendasar antara Bahasa Muyu dan Muyu Mandobo.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa bahasa Mandobo itu berbeda secara mendasar dari bahasa Muyu, dan lebih menyerupai bahasa yang digunakan oleh suku bangsa Yair, yang tinggal di sebelah barat Sungai Digul.

Terlepas dari tantangan ke depan bagi orang Muyu dalam menjaga keberlangsung Pesta Babi dalam 10 tahun mendatang.

Orang Muyu sejak lama mementingkan Pendidikan di jaman penjajahan Belanda, mereka meminta agar pemerintah Nederlands Nieuw Guinea mendatangkan guru karena jangan sampai anak anak mereka tertinggal dari kampung lain yang akan menimbulkan kerugian di kemudian hari.

Walau demikian ada juga yang keberatan terhadap pendidikan sekolah dengan
metode sekolah berasrama di Mindiptana dan Merauke.

Mereka bilang waktu itu dasar penolakan dari orang tua dengan anak anak tinggal di sekolah berasrama, karena mereka takut kalau ayah mereka meninggal dunia waktu anak mereka tidak berada di tempat atau di kampung , Ot dan barang-barangnya yang berharga akan hilang.

Modernisasi dan perubahan boleh terjadi di Papua Selatan khususnya suku Muyu dan Mandobo di Boven Digoel, Pesta Babi akan tetap bertahan untuk menjaga tanah adat warisan leluhur.

Sasi Salib Merah bukan sembarang larangan, melanggar berarti maut dan alam akan memakan korban di tengah pelanggaran adat. (*)

Tags: BabiMuyuPapuaPestaSelatansuku
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Masyarakat sipil Papua Barat

Masyarakat sipil Papua Barat menyerukan akses untuk PBB dan Pasifik

October 22, 2026
Janji Prabowo selesaikan masalah Papua

Koalisi tagih janji Prabowo selesaikan masalah politik Papua secara damai

October 20, 2026

Wagub Papua apresiasi Papuan Leaders Bootcamp II

October 20, 2026

Kunjungan Sekjen PBB mesti menjadi momentum membuka masalah dekolonisasi Papua Barat

October 19, 2026

Gubernur Nawipa: Gereja berperan penting dalam pembangunan masyarakat Papua

October 17, 2026

Kriya Papua Ticha tampil di pameran internasional Korea Selatan

October 16, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey
Festival Kopi Papua Tengah

English Story

Jayawijaya KNPI calls for independent investigation into fatal Nduga shooting
29 October 2026
Jayawijaya KNPI calls for independent investigation into fatal Nduga shooting

Jayapura, Jubi – The Indonesian National Youth Committee (KNPI) in Jayawijaya Regency, Papua Pegunungan Province, has called for an independent [...]

Bad weather disrupts flights at Sentani Airports, 225 services cancelled
29 October 2026
Bad weather disrupts flights at Sentani Airports, 225 services cancelled

Sentani, Jubi – A total of 225 flights at Sentani International Airport in Jayapura Regency, Papua Province, were cancelled between [...]

Student arrested after clash with Dutch national in Manokwari
28 October 2026
Student arrested after clash with Dutch national in Manokwari

Manokwari, Jubi – A joint team from the Manokwari Police Criminal Investigation Unit and Amban Police have arrested PH, a [...]

West Papua lawmaker urges governor to return special autonomy oil and gas revenue to Jakarta
28 October 2026
West Papua lawmaker urges governor to return special autonomy oil and gas revenue to Jakarta

Manokwari, Jubi – West Papua Provincial Legislative Council Golkar faction leader Amin Ngabalin has urged Governor Dominggus Mandacan to return [...]

Fire destroys sago groves, threatening Indigenous food security in Kimaam
27 October 2026
Fire destroys sago groves, threatening Indigenous food security in Kimaam

Jayapura, Jubi – A fire that swept through sago groves and peatland in Turiram village, Kimaam district, Merauke regency, South [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Hak ekonomi karya jurnalistik

Hak ekonomi karya jurnalistik dalam RUU hak cipta jamin kebebasan pers

October 29, 2026
Indosat

Terus Tumbuh Double-Digit, Indosat Andalkan Kekuatan Bisnis Inti Telekomunikasi untuk Kembangkan AI

October 29, 2026
Komoditas perkebunan memperkuat ekonomi masyarakat

Pengembangan komoditas perkebunan untuk memperkuat ekonomi masyarakat Papua Tengah

October 29, 2026
Kolaborasi mengembangkan potensi kopi

Gubernur Nawipa: Perlu kolaborasi mengembangkan potensi kopi Papua Tengah

October 29, 2026
Krisis air di Fiji karena El Nino

Fiji hadapi krisis air berkelanjutan seiring berkembangnya El Niño

October 29, 2026
Peringatan masker di PNG

Peringatan untuk memakai masker di PNG

October 29, 2026
Kemitraan dengan Israel

Pacific Elders’ Voice serukan pembatalan kemitraan dengan Israel

October 29, 2026
Pekerja mendaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan

Pekerja bukan penerima upah bisa menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan

October 28, 2026
Sekolah di PNG terdampak El Nino

El Nino memaksa sekolah-sekolah di Madang PNG ditutup lebih awal

October 28, 2026
Krisis air di Fiji karena El Nino

Fiji hadapi krisis air berkelanjutan seiring berkembangnya El Niño

October 29, 2026
Kerusakan laut di Kepulauan Solomon

Permukaan rendah timbulkan kerusakan laut di Kepulauan Solomon

October 28, 2026
Kepala Dinas tersangka lakalantas

Kepala Dinas Pemkab Jayapura menjadi tersangka kasus tabrak lari

October 29, 2026
Kemitraan dengan Israel

Pacific Elders’ Voice serukan pembatalan kemitraan dengan Israel

October 29, 2026
Penembakan tiga warga Nduga

Warga Nduga ditembak: KNPI Jayawijaya desak investigasi dan evaluasi keamanan

October 28, 2026
Hak ekonomi karya jurnalistik

Hak ekonomi karya jurnalistik dalam RUU hak cipta jamin kebebasan pers

0
Indosat

Terus Tumbuh Double-Digit, Indosat Andalkan Kekuatan Bisnis Inti Telekomunikasi untuk Kembangkan AI

0
Komoditas perkebunan memperkuat ekonomi masyarakat

Pengembangan komoditas perkebunan untuk memperkuat ekonomi masyarakat Papua Tengah

0
Kolaborasi mengembangkan potensi kopi

Gubernur Nawipa: Perlu kolaborasi mengembangkan potensi kopi Papua Tengah

0
Krisis air di Fiji karena El Nino

Fiji hadapi krisis air berkelanjutan seiring berkembangnya El Niño

0
Peringatan masker di PNG

Peringatan untuk memakai masker di PNG

0
Kemitraan dengan Israel

Pacific Elders’ Voice serukan pembatalan kemitraan dengan Israel

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : [email protected]

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara