• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Polhukam

Setop impunitas terhadap penjahat HAM

February 2, 2025
in Polhukam, Mamta
Reading Time: 2 mins read
0
Penulis: Larius Kogoya - Editor: Aries Munandar
Impunitas

Ilustrasi pelanggaran HAM. - Pixabay.com

0
SHARES
25
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Pemerintah Indonesia masih menyisakan tunggakan penyelesaian berbagai kasus pelanggaran hak asasi manusia atau HAM, termasuk di Tanah Papua. Praktik impunitas atau kekebalan hukum terhadap pelaku membuat penyelesaiannya makin terseok.

Direktur Lembaga Studi dan Advokasi Hak Asasi Manusia (Elsham) Papua Matheus Adadikam menyatakan kekerasan bersenjata dan pelanggaran HAM terus terjadi hingga kini di Tanah Papua. Janji pemerintah untuk menuntaskan serentetan kasus serupa pada masa lalu juga tidak junjung terealisasi.

“Pelaksanaan Keputusan Presiden Nomor 17 Tahun 2022 juga masih menyisakan pertanyaan dari para korban pelanggaran berat HAM. Misalnya, [dalam] kasus Wasior Berdarah, dan Wamena Berdarah, belum ada tanda-tanda penyelesaiannya,” kata Adadikam, saat Diskusi Mimbar Refleksi Penegakkan HAM di Indonesia dalam Lensa 100 Hari Kepemimpinan Baru, yang digelar Amnesty International Indonesia secara daring, Sabtu (1/2/2025).

Keputusan Presiden Nomor 17 Tahun 2022 mengamanatkan pembentukkan Tim Penyelesaian Non-Yudisial Pelanggaran Berat HAM Masa Lalu. Tim tersebut mengakhiri masa tugasnya pada 31 Desember 2022.

“[Penyelesaian] kasus Abepura Berdarah 2006 dan Paniai Berdarah 2014 yang melalui proses pengadilan HAM juga tidak memberi rasa keadilan bagi para korban. Jelas sekali, praktik impunitas oleh negara terus terjadi [terhadap para pelaku],” kata Adadikam.

Menurutnya, pemerintah selalu mengedepankan kebijakan politik ketimbang penegakkan hukum dalam menuntaskan perkara HAM. Karena itu, masyarakat masih menyangsikan komitmen Pemerintah Indonesia di era kepemimpinan Prabowo Subianto.

“Pemerintah selalu menjadikan politik sebagai panglima atau rujukan dalam mengambil keputusan. Itu mengakibatkan ketidakadilan di masyarakat. Rakyat sudah kenyang dengan janji-janji. Yang mereka butuhkan saat ini, ialah pelaksanaannya, bukan janji-janji lagi,” kata Adadikam.

BERITATERKAIT

Penentuan status pembela HAM oleh pemerintah menciderai prinsip dasar HAM

Kekerasan tentara non-organik terhadap Orang Asli Papua terus berulang

Presiden Prabowo diminta membuka diri terkait kondisi HAM di Tanah Papua

Prabowo mesti tegakkan HAM di Tanah Papua sebelum membicarakan HAM negara lain

Adetya Pramandira dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Tengah menyatakan Undang Undang Penanaman Modal Asing telah menjadi ancaman laten bagi penegakkan HAM di Indonesia. Sejumlah aktivis mengalami kriminalisasi dan intimidasi dengan dalih undang undang tersebut.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

“Pelanggaran HAM menjelma menjadi kriminalisasi, intimidasi, dan perenggutan ruang hidup [masyarakat sipil]. Gerakan neolib dan geng kapitalis masuk ke jalur-jalur perekonomian Indonesia,” kata Adetya.

Aktivis HAM Diva Suukyi Larasati menyatakan kepercayaan rakyat terhadap negara makin terkikis. Itu akibat penguasa melindungi para penjahat HAM.

“Sejarah kelam terus berulang. Betapa kecewanya kami karena hidup di era kepemimpinan baru yang memilik rekam jejak pelanggaran HAM,” kata Diva, yang juga putri mendiang Munir Said Thalib, pejuang HAM Indonesia. (*)

Tags: HAMImpunitasKejahatan HAM di PapuaPrabowo Subinato
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Peneliti Konflik Papua

Peneliti rekomendasikan situasi di Tanah Papua sebagai konflik bersenjata non internasional

June 7, 2026
Peneliti Konflik Papua

Peneliti: Konflik bersenjata di Tanah Papua non internasional

June 7, 2026

Negara tak pernah menjelaskan status konflik bersenjata di Tanah Papua

June 6, 2026

Yanni usulkan BLT Otsus dan penambahan DAU untuk Tanah Papua

June 4, 2026

Orang Papua bongkar bom dengan gergaji

June 3, 2026

Ikan sapu-sapu sudah ditemukan di Danau Sentani

June 2, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey
  • Latest
  • Trending
  • Comments
Peneliti Konflik Papua

Peneliti rekomendasikan situasi di Tanah Papua sebagai konflik bersenjata non internasional

June 7, 2026
Peneliti Konflik Papua

Peneliti: Konflik bersenjata di Tanah Papua non internasional

June 7, 2026
Raperdasi OAP

Penyusunan raperdasi pelaku usaha OAP di Papua Barat Daya dinilai hanya formalitas

June 6, 2026
Mama Yasinta

Solidaritas Organisasi Papua Selatan minta Presiden pulangkan Mama Yasinta Moywend 

June 6, 2026
Pengungsi Nduga

Pengungsi Nduga butuh pelayanan kesehatan

June 6, 2026
Konflik bersenjata di Papua

Negara tak pernah menjelaskan status konflik bersenjata di Tanah Papua

June 6, 2026
Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan laju deforestasi di Tanah Papua

June 6, 2026
Petisi

Aktivis dan masyarakat adat tandatangani petisi penolakan pembangunan bendungan Warsamson

June 6, 2026
RSUD Yowari

Keluarga pasien berharap Pemkab Jayapura evaluasi menyeluruh RSUD Yowari

March 17, 2026
Mahasiswa tolak DOB

Mahasiswa Yalimo se-Indonesia tolak pembentukan DOB Benawa

March 13, 2026
Festival

Rayakan budaya, Festival Pasifika Auckland tarik 25 ribu pengunjung

March 17, 2026
Bom

Kantor pusat Komite Nasional Papua Barat diteror bom

March 17, 2026
wondama

Oknum Polisi di Teluk Wondama tabrak warga hingga tewas, Kapolres: Kami minta maaf

March 17, 2026
Kesehatan

Kementerian Kesehatan Vanuatu kirim pasokan darurat ke Pulau Ambae

March 17, 2026
Peneliti Konflik Papua

Peneliti rekomendasikan situasi di Tanah Papua sebagai konflik bersenjata non internasional

0
Peneliti Konflik Papua

Peneliti: Konflik bersenjata di Tanah Papua non internasional

0
Raperdasi OAP

Penyusunan raperdasi pelaku usaha OAP di Papua Barat Daya dinilai hanya formalitas

0
Mama Yasinta

Solidaritas Organisasi Papua Selatan minta Presiden pulangkan Mama Yasinta Moywend 

0
Pengungsi Nduga

Pengungsi Nduga butuh pelayanan kesehatan

0
Konflik bersenjata di Papua

Negara tak pernah menjelaskan status konflik bersenjata di Tanah Papua

0
Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan laju deforestasi di Tanah Papua

0

English Stories

Papua Governor
Pacnews

Papua Governor Calls for Sports Revival Ahead of 2028 National Games

June 6, 2026
Regional Office
Pacnews

The Regional Office of the Directorate General of State Assets (DJKN) Promotes Auction and Regional Asset Valuation Services in South Papua

June 6, 2026
KONI Papua
Pacnews

The National Sports Committee of Indonesia (KONI) Chief Urges Papua to Reclaim Its Status as Indonesia’s Sporting Talent Hub

June 5, 2026
South Papua Senior
Pacnews

South Papua Senior Leadership Positions (JPT) Candidates Undergo Essay and Interview Assessment

June 5, 2026
Members of the Tuarek Natkime Foundation and the Tua Rek Nakima
Pacnews

Indigenous Community Blocks Access Road to PT Freeport Indonesia Operations

June 5, 2026

Trending

  • Petisi

    Aktivis dan masyarakat adat tandatangani petisi penolakan pembangunan bendungan Warsamson

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keluarga pasien berharap Pemkab Jayapura evaluasi menyeluruh RSUD Yowari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mahasiswa Yalimo se-Indonesia tolak pembentukan DOB Benawa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rayakan budaya, Festival Pasifika Auckland tarik 25 ribu pengunjung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kantor pusat Komite Nasional Papua Barat diteror bom

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara