• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Tanah Papua

Program Food Estate hancurkan kehidupan masyarakat adat Marind

December 23, 2022
in Tanah Papua, Lingkungan
Reading Time: 2 mins read
0
Penulis: - Editor:
Food Estate di Merauke

Kawasan hutan yang dibuka untuk rencana skema program food estate di Kampung Senegi, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan. – Dok. LBH Pos Merauke

0
SHARES
75
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Harry Woersok dari Pusat Studi Perkumpulan Vertenten MSC Papua menyatakan program Food Estate yang dijalankan pemerintah pusat di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, menghancurkan kehidupan masyarakat adat Marind. Hal itu disampaikan Harry sebagai pembicara dalam diskusi Kebijakan Food Estate “Limbung Pangan dan Gastrokolonialisme” yang diselenggarakan  secara daring oleh Yayasan Pusaka Bentala Rakyat pada Rabu (21/12/2022).

Harry menyatakan investasi skala besar yang masuk dengan program Food Estate membuat beribu-ribu hektar tanah ulayat masyarakat adat Marind dicaplok oleh korporasi. Padahal, tanah  adat bagi masyarakat adat Marind merupakan sumber ekonomi fundamental.

“[Pencaplokan tanah untuk program Food Estate] itu sama saja dengan menghilangkan kedaulatan orang Marind atas sumber ekonomi mereka. Itu sudah terjadi, kita saksikan mereka jatuh hidup dalam kemiskinan,” ujarnya.

Harry menyatakan maraknya investasi yang masuk membuat masyarakat Papua, terutama orang Marind, semakin kehilangan ikatan dengan tanah ulayatnya. Tanah mereka telah diambil alih oleh perusahaan, yang berakibat orang Marind kehilangan sumber kehidupan.

“Itu kejahatan korporasi, dia [perusahaan] betul-betul menghancurkan kehidupan orang Marind di kampung. Dari generasi ke generasi, [orang Marind berusaha hidup dengan lahan, hutan, satwa, sungai [yang kini] telah hilang. Padahal tanah  bagi orang Marind tanah itu diwariskan secara turun temurun. Mewariskan tanah itu mewariskan hidup,” katanya.

Harry menyatakan dengan kehilangan tanah dan hutan membuat orang Marind kini bergantung kepada beras untuk memenuhi kebutuhan pangannya. Padahal, sebelumnya masyarakat adat Marind memenuhi kebutuhan pangannya dengan mengonsumsi sagu dan umbi-umbian. “Itu fakta kita ke kampung-kampung, [sekarang] mereka makan beras,” ujarnya.

Harry menilai intervensi pemerintah provinsi, kabupaten, dan pusat melalui berbagai bentuk bantuan marak. Berbagai pelatihan juga dibuat bagi orang Marind. Akan tetapi, berbagai bentuk bantuan dan pelatihan itu tidak meningkatkan kesejahteraan orang Marind.

BERITATERKAIT

Pemuda adat serukan perlawanan terhadap investasi dan perusakan hutan

Presiden didesak perintahkan TNI tidak terlibat konflik tanah adat di Merauke

Aliansi SETARA tolak eksploitasi dan militerisasi di Tanah Papua

Investasi tanpa pelibatan masyarakat adat berpotensi memicu konflik sosial

Harry mengkritik bantuan berupa barang ataupun kucuran uang melalui Dana Desa justru membuat orang semakin kehilangan inisiatif, dan pada akhirnya membuat orang Marind semakin bergantung kepada bantuan-bantuan tersebut.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

“Banyak juga pemuda-pemuda dari Senegi dikirim ke Merauke atau ke Jawa untuk belajar membuat bakso dan lain-lain. Tetapi setelah [mereka] kembali ke kampung, [mereka] tidak bisa membuat apa-apa di kampung. Mereka tinggal begitu saja,” katanya.

Harry menyatakan harus ada keterlibatan banyak pihak untuk mengatasi berbagai dampak proyek Food Estate yang dihadapi orang Marind. Harry menyatakan pihaknya pada dua pekan lalu berkunjung ke Kampung Senayu, Senegi, dan Domande dan membuat pelatihan pertanian organik, membagikan bibit tanaman, dan membagikan anak ayam kampung untuk dipelihara.

Harry menyatakan pada 2023 Pusat Studi Perkumpulan Vertenten MSC Papua akan bekerja sama dengan Econusa dan Pusaka untuk  menyelenggarakan Sekolah Kampung. Sekolah alternatif untuk masyarakat Marind di kampung itu ingin meningkatkan kemampuan masyarakat untuk memanfaatkan hutan yang dikelola secara berkelanjutan dan berkeadilan.

“Itu poin yang bisa kami bangun bersama, semacam advokasi kegiatan mengatasi persoalan-persoalan. Kami mulai bangun dari kampung, dan meningkatkan kemampuan masyarakat, termasuk aparat pemerintahnya, supaya mereka mampu mengelola sumber penghidupan mereka untuk generasi mereka,” ujarnya. (*)

Tags: Food EstateHutan AdatHutan UlayatInvestasiKejahatan KorporasiKorporasiMalind AnimMarindMarind AnimMasyarakat Adatmasyarakat hukum adatPencaplokan Tanahtanah ulayat
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Ikan Danau Sentani

Ikan sapu-sapu sudah ditemukan di Danau Sentani

June 2, 2026
Sampah Sisa makanan

Sampah sisa makanan berdampak lebih kuat terhadap pemanasan global

April 25, 2026

Komunitas IBAYAUW bersihkan kawasan Hutan Perempuan

April 24, 2026

Sumur, kapal, monyet peninggalan Tentara Jepang di tepi Gunung Mher Teluk Youtefa

April 13, 2026

Gereja mesti tegas terhadap krisis tanah dan lingkungan di Tanah Papua

March 7, 2026

Kain dan cat merah, upaya masyarakat adat Papua jaga paru-paru dunia

March 6, 2026
Survey Pembaca
Reader's Survey
  • Latest
  • Trending
  • Comments
Peneliti Konflik Papua

Peneliti rekomendasikan situasi di Tanah Papua sebagai konflik bersenjata non internasional

June 7, 2026
Peneliti Konflik Papua

Peneliti: Konflik bersenjata di Tanah Papua non internasional

June 7, 2026
Raperdasi OAP

Penyusunan raperdasi pelaku usaha OAP di Papua Barat Daya dinilai hanya formalitas

June 6, 2026
Mama Yasinta

Solidaritas Organisasi Papua Selatan minta Presiden pulangkan Mama Yasinta Moywend 

June 6, 2026
Pengungsi Nduga

Pengungsi Nduga butuh pelayanan kesehatan

June 6, 2026
Konflik bersenjata di Papua

Negara tak pernah menjelaskan status konflik bersenjata di Tanah Papua

June 6, 2026
Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan laju deforestasi di Tanah Papua

June 6, 2026
Petisi

Aktivis dan masyarakat adat tandatangani petisi penolakan pembangunan bendungan Warsamson

June 6, 2026
RSUD Yowari

Keluarga pasien berharap Pemkab Jayapura evaluasi menyeluruh RSUD Yowari

March 17, 2026
Mahasiswa tolak DOB

Mahasiswa Yalimo se-Indonesia tolak pembentukan DOB Benawa

March 13, 2026
Festival

Rayakan budaya, Festival Pasifika Auckland tarik 25 ribu pengunjung

March 17, 2026
Bom

Kantor pusat Komite Nasional Papua Barat diteror bom

March 17, 2026
wondama

Oknum Polisi di Teluk Wondama tabrak warga hingga tewas, Kapolres: Kami minta maaf

March 17, 2026
Kesehatan

Kementerian Kesehatan Vanuatu kirim pasokan darurat ke Pulau Ambae

March 17, 2026
Peneliti Konflik Papua

Peneliti rekomendasikan situasi di Tanah Papua sebagai konflik bersenjata non internasional

0
Peneliti Konflik Papua

Peneliti: Konflik bersenjata di Tanah Papua non internasional

0
Raperdasi OAP

Penyusunan raperdasi pelaku usaha OAP di Papua Barat Daya dinilai hanya formalitas

0
Mama Yasinta

Solidaritas Organisasi Papua Selatan minta Presiden pulangkan Mama Yasinta Moywend 

0
Pengungsi Nduga

Pengungsi Nduga butuh pelayanan kesehatan

0
Konflik bersenjata di Papua

Negara tak pernah menjelaskan status konflik bersenjata di Tanah Papua

0
Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan laju deforestasi di Tanah Papua

0

English Stories

Papua Governor
Pacnews

Papua Governor Calls for Sports Revival Ahead of 2028 National Games

June 6, 2026
Regional Office
Pacnews

The Regional Office of the Directorate General of State Assets (DJKN) Promotes Auction and Regional Asset Valuation Services in South Papua

June 6, 2026
KONI Papua
Pacnews

The National Sports Committee of Indonesia (KONI) Chief Urges Papua to Reclaim Its Status as Indonesia’s Sporting Talent Hub

June 5, 2026
South Papua Senior
Pacnews

South Papua Senior Leadership Positions (JPT) Candidates Undergo Essay and Interview Assessment

June 5, 2026
Members of the Tuarek Natkime Foundation and the Tua Rek Nakima
Pacnews

Indigenous Community Blocks Access Road to PT Freeport Indonesia Operations

June 5, 2026

Trending

  • Petisi

    Aktivis dan masyarakat adat tandatangani petisi penolakan pembangunan bendungan Warsamson

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keluarga pasien berharap Pemkab Jayapura evaluasi menyeluruh RSUD Yowari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mahasiswa Yalimo se-Indonesia tolak pembentukan DOB Benawa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rayakan budaya, Festival Pasifika Auckland tarik 25 ribu pengunjung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kantor pusat Komite Nasional Papua Barat diteror bom

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara