Nabire, Jubi – Ikatan Pelajar Mahasiswa Yahukimo (IPMY) di Nusa Tenggara Timur (NTT) mendukung aksi Aliansi Pelajar se-Yahukimo menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan meminta alokasi anggaran pemerintah kabupaten lebih baik untuk peningkatan kualitas pendidikan di Yahukimo.
Mengutip siaran pers IPMY kota studi NTT yang diterima Jubi, Selasa (4/2/2025), program Makan Bergizi Gratis menurut para pelajar mahasiswa bukanlah program yang mendesak dibutuhkan di dunia pendidikan.
“Kami mahasiswa Yahukimo di kota studi NTT menolak kebijakan pemerintah “Makan Bergizi Gratis”. Sebab dalam dunia pendidikan makan gratis itu bukan hal urgen [mendesak], tetapi yang lebih dibutuhkan justru pendidikan gratis,” tulis IPMY.

Mereka menjelaskan kondisi sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Yahukimo yang lebih membutuhkan perhatian ketimbang program MBG.
” Kabupaten Yahukimo lebih membutuhkan sarana prasarana pendidikan seperti laboratorium komputer, laboratorium Bahasa Inggris, laboratorium Biologi dan Perpustakaan sekolah, hingga pengadaan buku-buku pelajaran. Kami meminta Negara Indonesia, melalui Pemkab Yahukimo khususnya dinas pendidikan, segera menyiapkan kebutuhan pokok siswa semacam ini,” tulis IPMY.
Mereka mengingatkan bahwa kebutuhan makanan sehari-hari bagi rakyat Yahukimo, khususnya para pelajar, telah tersedia sejak lama sehingga tidak perlu ada makan gratis lagi. “Jika orang Papua atau lebih khusus siswa lapar pasti makan di rumah karena makanan alami yang lebih bergizi telah tersedia, kami hanya mengambil di kebun dan makan,” lanjutnya.
IPMY menuntut Pemerintah Kabupaten Yahukimo agar secara tegas menolak MBG. “Kami juga menghimbau kepada Pemkab Yahukimo bahwa uang yang telah dialokasikan untuk makan siang gratis tersebut, segera [alihkan untuk] melengkapi dan membiayai pendidikan gratis di Kabupaten Yahukimo,” katanya.
Mereka juga meminta agar Pemkab Yahukimo memastikan ketersediaan tenaga pendidik dan buku-buku pelajaran, ketimbang sibuk dengan program Makan Bergizi Gratis. (*)


























Discussion about this post