• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Domberai

Peringatan Hardiknas: Mahasiswa Sorong Raya tolak MBG

May 4, 2026
in Domberai
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Gamaliel M Kaliele - Editor: Arjuna Pademme
Solidaritas Mahasiswa

Solidaritas Mahasiswa Sorong Raya, Papua Barat Daya saat menggelar aksi damai menolak program Makanan Bergizi Gratis atau MBG, Senin (4/5/2026) - Jubi/Gamaliel Kaliele

0
SHARES
32
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Sorong, Jubi – Solidaritas Mahasiswa Sorong Raya, Papua Barat Daya melakukan long march ke Kantor Gubernur Papua Barat Daya, Senin (4/5/2026). Dalam aksinya mahasiswa menyatakan menolak program Makanan Bergizi Gratis atau MBG.

Aksi ini dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional atau Hardikas tahun ini, yang jatuh pada 2 Mei 2026.

Aksi ini melibatkan berbagai organisasi mahasiswa, mulai dari BEM Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN), Forum Independent Mahasiswa West Papua (FIM-WP), Ikatan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa/i Mare se-Sorong Raya (IPPMMSR), hingga Komunitas Lapak Baca Papua Berpikir (KLBPB).

Mahasiswa memulai long march dari Kampus UNAMIN Sorong, melewati jalan utama kota, menuju kawasan Taman Deo, dan berakhir di Kantor Gubernur Papua Barat Daya.

Mereka membawa spanduk bertuliskan penolakan terhadap MBG dan tuntutan pendidikan gratis, disertai orasi.

Dalam orasinya, perwakilan mahasiswa Aslan Wajo mengatakan, program MBG bukanlah solusi utama bagi krisis pendidikan di Papua Barat Daya.

“Kami menolak MBG, jika itu mengorbankan anggaran pendidikan. Jangan alihkan fokus! Pendidikan adalah hak dasar, bukan proyek sampingan,” kata Aslan Wajo.

BERITATERKAIT

Government targets expansion of Free Nutritious Meal Program in Papua

Gubernur Nawipa instruksikan pemajuan pendidikan pada peringatan Hardiknas

Pemerintah targetkan peningkatan jangkauan layanan program MBG di Papua

Aspirasi “Papua Darurat Militer dan Kemanusiaan” diserahkan mahasiswa ke DPR Papua

Mahasiswa menilai program MBG berpotensi menggerus anggaran pendidikan, yang seharusnya digunakan memperbaiki akses, fasilitas, dan kualitas pendidikan yang hingga kini masih jauh dari kata layak di Papua Barat Daya.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Koordinator aksi, Paulus Buto menyatakan negara telah melenceng dari amanat konstitusi. Sebab, dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, disebutkan mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Tapi hari ini, kami melihat negara justru mengaburkan prioritas. Pendidikan tidak boleh dikorbankan demi program populis,” kata Paulus Buto.

Selain menolak MBG, mahasiswa juga menuntut realisasi pendidikan gratis secara menyeluruh, mulai dari Taman Kanak-Kanan atau TK hingga perguruan tinggi, khususnya bagi anak-anak asli Papua Barat Daya yang masih menghadapi keterbatasan ekonomi dan akses.

Mahasiswa mendesak agar anggaran pendidikan yang diduga dialihkan untuk program MBG, dapat digunakan sepenuhnya untuk sektor pendidikan, termasuk meningkatkan kesejahteraan tenaga honorer, yang selama ini masih terabaikan.

“Kami melihat ada pola pembiaran yang terus terjadi. Setiap tahun Hardiknas diperingati, tetapi persoalan pendidikan di Papua Barat Daya tidak pernah benar-benar diselesaikan. Kalau tuntutan ini tidak dijawab, kami akan kembali turun dengan massa yang lebih besar. Ini bukan ancaman, ini peringatan,” ujarnya.

Mahasiswa mengingatkan para pengambil kebijakan, agar tidak menutupi kegagalan pendidikan dengan program MBG. Sebab yang dibutuhkan adalah sekolah layak, guru sejahtera, dan biaya pendidikan terjangkau.

Adapun tuntutan mahasiswa adalah mendesak Gubernur Papua Barat Daya segera mengalihkan anggaran MBG untuk pendidikan gratis di seluruh wilayah itu.

Segera menghadirkan kampus negeri di Provinsi Papua Barat Daya sebagai bentuk keadilan akses pendidikan.

Alokasikan dana Otsus mesti diberikan kepada mahasiswa asli Papua yang tidak mampu setiap semester, sesuai amanat konstitusi.

Evaluasi total Dinas Pendidikan dan audit seluruh anggaran yang disalurkan ke sekolah dan perguruan tinggi. Segera evaluasi seluruh perguruan tinggi di Papua Barat Daya terkait penyaluran anggaran Otsus.

Solidaritas Mahasiswa
Solidaritas Mahasiswa Sorong Raya, Papua Barat Daya saat menggelar aksi damai menolak program Makanan Bergizi Gratis atau MBG, Senin (4/5/2026) – Jubi/Gamaliel Kaliele

Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nasrau yang menemui mahasiswa mengatakan, pemerintah tidak lagi menggunakan anggaran untuk hal-hal yang dinilai tidak berdampak langsung kepada masyarakat, termasuk perjalanan dinas.

“Dana benar-benar disalurkan langsung kepada masyarakat untuk UMKM, pendidikan, kesehatan, dan guru kontrak, khususnya bagi orang asli Papua,” kata Ahmad Nasrau.

Selain itu menurutnya, mekanisme penyaluran dana Otsus juga telah berubah. Kini 80 persen dana Otsus ditransfer langsung pemerintah pusat ke kabupaten/kota.

“Pemerintah provinsi hanya mengelola 20 persen. [Penyaluran dana Otsus] tidak lagi lewat provinsi seperti dulu. Jadi kewenangan besar ada di daerah (kabupaten/kota),” ucapnya.

Mengenai tuntutan mahasiswa terkait kehadiran perguruan tinggi negeri di Papua Barat Daya, Nasrau menyebut prosesnya sudah berjalan dan sedang dikawal pemerintah.

“Usulan itu sudah kami sampaikan ke Menteri Pendidikan Tinggi. Prosesnya tidak instan, butuh waktu dan kajian. Tapi ini sedang berjalan, bukan baru dimulai hari ini,” ujarnya.

Di sisi lain kata Nasrau, Pemprov Papua Barat Daya mengalami keterbatasan anggaran. Misalnya pada 2026, APBD Papua Barat Daya hanya Rp1,08 triliun. Hampir 50 persen habis untuk belanja pegawai dan operasional.

Namun katanya, sebagai daerah otonomi baru, Papua Barat Daya masih dibebani kebutuhan pembangunan infrastruktur pemerintahan yang menyerap anggaran besar.

Meski begitu menurut Nasrau, pemerintah daerah tetap menjadikan pendidikan dan kesehatan sebagai prioritas utama.

“Program pendidikan gratis sudah kita mulai untuk SD, SMP, SMA/SMK. Untuk perguruan tinggi, kita akui belum maksimal karena keterbatasan anggaran,” kata Nasrau.

Mengenai bantuan pendidikan yang diberikan tidak langsung kepada mahasiswa, Nasrau menyebut itu dilakukan untuk menghindari persoalan hukum.

Sebab, belajar dari pengalaman, apabila bantuan pendidikan diberikan langsung, pertanggungjawabannya sulit.

“Makanya sekarang disalurkan melalui mekanisme kampus, agar transparan dan aman secara hukum,” ucapnya.

Mengenai program MBG yang dikritik mahasiswa, Ahmad Nasrau mengatakan itu merupakan kebijakan nasional yang bertujuan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Namun ia menyatakan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya tak menutup mata terhadap tuntutan pendidikan gratis, dan tidak anti kritik.

Aspirasi mahasiswa ini menjadi bahan evaluasi penting bagi pemerintah. Akan tetapi perlu dipahami, Papua Barat Daya provinsi baru yang sedang membangun dari nol.

Sementara itu Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu mengatakan, pihaknya tetap memprioritaskan pendidikan dan kesehatan. Namun implementasinya harus bertahap, tidak bisa sekaligus seperti yang diharapkan.

“[Mengenai] tuntutan pengalihan anggaran MBG, kebijakan tersebut merupakan bagian dari program nasional yang harus dijalankan oleh daerah. Daerah punya kewajiban untuk mendukung. Tapi kami pastikan tidak akan mengorbankan sektor pendidikan,” kata Elisa Kambu.

Elisa Kambu menyatakan, pihaknya siap duduk bersama mahasiswa, mendengar dan mencari jalan keluar. Akan tetapi semua harus berbasis data dan kemampuan ril daerah.

“Program MBG ini sangat baik. Ini program Presiden untuk menjamin anak-anak mendapat makanan bergizi. Selain itu, juga membuka lapangan kerja dan mengurangi pengangguran,” ucapnya. (*)

Tags: HardiknasmahasiswaMBGSolidaritas MahasiswaSorong Raya
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Korupsi

Enam tersangka korupsi seragam DPR Papua Barat Daya dilimpahkan ke Kejari

May 4, 2026
Musrenbang Otsus

DPRK Tambrauw: Musrenbang Otsus mesti prioritaskan program untuk OAP

May 2, 2026

Kajari: Tak ada penanganan dugaan tipikor DAK Pemkab Manokwari

May 1, 2026

Aktivis demo Kejati Papua Barat, tuntut usut dugaan korupsi Rp132 Miliar di Teluk Bintuni

April 30, 2026

Pra-Simposium PGI bahas pemetaan masalah kemanusiaan di Papua

April 29, 2026

Kapolda Papua Barat apresiasi juara Run 10K, resmikan pondok teratai

April 28, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey
  • Latest
  • Trending
  • Comments
Indosat

Indosat Mencatat Pertumbuhan Dua Digit pada Kuartal I 2026, Membukukan Kinerja Kuat yang Dipercepat oleh Hyper-Personalization Berbasis AI

May 4, 2026
Solidaritas Mahasiswa

Peringatan Hardiknas: Mahasiswa Sorong Raya tolak MBG

May 4, 2026
Korupsi

Enam tersangka korupsi seragam DPR Papua Barat Daya dilimpahkan ke Kejari

May 4, 2026
UMKM

UMKM di Manokwari gelar demonstrasi karena merasa ditelantarkan BGN

May 4, 2026
Word Press Freedom Day

World Press Freedom Day diselenggarakan di Papua

May 4, 2026
Word Press Freedom

World Press Freedom Day: Pemprov Papua dukung jurnalistik yang aman dan bebas intimidasi

May 4, 2026
Tuna

Hari Tuna Sedunia: Pentingnya kesadaran tentang ekologi dan ekonomi ikan tuna

May 4, 2026
Pesta Babi

‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

April 21, 2026
Poster film dokumenter Pesta Babi - Dok. Jubi

Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

April 19, 2026
Kajari

Kajari: Tak ada penanganan dugaan tipikor DAK Pemkab Manokwari

May 1, 2026
Hari Tuna

Hari Tuna Sedunia: Apa langkah selanjutnya untuk perikanan berkelanjutan di Pasifik

May 4, 2026
Hardiknas

Gubernur Nawipa instruksikan pemajuan pendidikan pada peringatan Hardiknas

May 2, 2026
Jagung

Panen raya jagung: Keerom siap jadi lumbung pangan Papua

May 1, 2026
Gubernur Nawipa

Gubernur Nawipa luncurkan SLB Negeri Pembina pada peringatan Hardiknas

May 2, 2026
Indosat

Indosat Mencatat Pertumbuhan Dua Digit pada Kuartal I 2026, Membukukan Kinerja Kuat yang Dipercepat oleh Hyper-Personalization Berbasis AI

0
Solidaritas Mahasiswa

Peringatan Hardiknas: Mahasiswa Sorong Raya tolak MBG

0
Korupsi

Enam tersangka korupsi seragam DPR Papua Barat Daya dilimpahkan ke Kejari

0
UMKM

UMKM di Manokwari gelar demonstrasi karena merasa ditelantarkan BGN

0
Word Press Freedom Day

World Press Freedom Day diselenggarakan di Papua

0
Word Press Freedom

World Press Freedom Day: Pemprov Papua dukung jurnalistik yang aman dan bebas intimidasi

0
Tuna

Hari Tuna Sedunia: Pentingnya kesadaran tentang ekologi dan ekonomi ikan tuna

0

English Stories

Illustration of Free Nutritious Meal Program (MBG) for primary school students in Jayapura – Courtesy of Jubi
Pacnews

Government targets expansion of Free Nutritious Meal Program in Papua

May 4, 2026
A public forum organized by Suara Perempuan Papua protesting militarism and National Strategic Projects (PSN) in the Land of Papua, held at Abepura Circle, Jayapura City, Papua, Thursday (April 30, 2026) — Jubi/Aida Ulim
Pacnews

Papuan Women call for resistance against injustice

May 1, 2026
Matius D. Fakhiri, Papuan Government, took part in the national corn harvest in Sanggaria Village, Keerom Regency, on Thursday (April 30, 2026). — Alexander Loen
Pacnews

Corn Harvest Boom: Keeroms ready to become Papua’s food barn

May 3, 2026
Indonesian Deputy Minister of Home Affairs, Ribka Haluk during a recent visit to Papua. — Alexander Loen
Pacnews

People’s Schools and “Merah Putih” cooperatives key to Economic Equity in Papua

May 3, 2026
Acting Regional Secretary of Central Papua, Silwanus Soemoele, representing Meki Nawipa, during the closing of the Special Autonomy Development Planning Forum (Musrenbang Otsus) and the Regional Government Work Plan (RKPD) Musrenbang at the Governor’s Office in Nabire, Thursday (April 30, 2026). — Documented for Jubi
Pacnews

Development in Central Papua must benefit Indigenous Papuans

May 3, 2026

Trending

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kajari: Tak ada penanganan dugaan tipikor DAK Pemkab Manokwari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hari Tuna Sedunia: Apa langkah selanjutnya untuk perikanan berkelanjutan di Pasifik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gubernur Nawipa instruksikan pemajuan pendidikan pada peringatan Hardiknas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara