Jayapura, Jubi – Pemerintah Provinsi atau Pemprov Papua menyatakan dukungan terhadap jurnalistik yang aman, damai dan bebas intimidasi.
Dukungan akan kebebasan pers itu disampaikan, Wakil Gubernur Papua, Aryoko Rumaropen dalam pembukaan World Press Freedom Day yang diselenggarakan secara nasional di Kota Jayapura, Senin (4/5/2016).
World Press Freedom Day secara nasional akan berlangsung di ibu kota Provinsi Papua pada 4-5 Mei 2026.
Aryoko Rumaropen mengatakan, penyelenggaraan perayaan hari kebebasan pers sedunia secara nasional di Papua, merupakan suatu kehormatan.
Katanya, kebebasan pers harus hadir di seluruh pelosok Negeri termasuk di tanah Papua. Pihaknya pun menyadari bahwa tantangan yang dihadapi oleh insan pers di Papua tidaklah ringan, baik dari kondisi geografis, dinamika sosial maupun aspek keamanan.
“Ini menjadi perhatian bersama. Oleh karena itu, komitmen Pemerintah provinsi Papua untuk terus mendukung terciptanya ruang kerja jurnalistik yang aman, bebas intimidasi serta menjunjung tinggi perlindungan terhadap jurnalis,” kata Aryoko Rumaropen.
Menurutnya, peringatan World Press Freedom Day tahun ini dengan semangat Global shipping of future at peace atau membentuk masa depan dalam kedamaian. Ini selaras dengan tema nasional “Pers Berkualitas untuk Masa Depan Indonesia yang Damai dan Adil”.
Rumaropen mengatakan, tema Ini mengandung pesan yang sangat kuat bahwa masa depan yang damai hanya dapat terwujud apabila didukung oleh pers yang berkualitas independen dan bertanggung jawab.
“Pers memiliki peran strategis sebagai pilar demokrasi. Pers bukan sekedar menyampaikan informasi, juga menjadi penjaga kebenaran pengawal kebijakan publik serta sarana edukasi masyarakat di tengah derasnya arus informasi dan disinformasi,” ucapnya.
Karena itulah lanjut Rumaropen, kebebasan pers harus senantiasa dijaga disertai dengan komitmen terhadap etika jurnalistik dan profesionalisme yang tinggi.
Sebab, media memiliki peran penting sebagai corong informasi pembangunan yang mampu menjembatani komunikasi antar pemerintah dan masyarakat, melalui pemerintahan yang objektif dan konstruktif masyarakat dapat memahami arah kebijakan serta ikut berpartisipasi dalam pembangunan daerah.
Ia mengatakan, sejalan dengan visi pemerintah provinsi Papua yaitu terwujudnya transformasi Papua yang cerdas sejahtera dan harmoni, maka peran pers menjadi sangat relevan, pers yang cerdas akan meningkatkan literasi masyarakat.
“Pers yang bertanggung jawab akan memperkuat kepercayaan publik dan pers yang berimbang akan menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman Papua,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh insan pers untuk terus menjaga integritas, meningkatkan kualitas karya jurnalistik serta mengedepankan semangat persatuan dan kedamaian dalam setiap pemberitaan.
Sebab, pers adalah kekuatan yang mempersatukan bukan memecah belah, pers sebagai penerang bukan penyulut konflik.
“Melalui momentum ini saya berharap Sinergi antara pemerintah media dan seluruh elemen masyarakat semakin kuat, kolaborasi yang baik akan menjadi pondasi penting dalam mewujudkan Papua yang lebih maju adil dan sejahtera,” kata Aryoko Rumaropen. (*)
























Discussion about this post