Yahukimo, Jubi – Aliansi pelajar Se-Yahukimo menggelar aksi demo damai dengan sorotan tema: “Sekolah bukan warung tetapi sekolah tempat belajar”, Senin, 3 Februari 2025.
Aksi demo damai pelajar SD, SMP, SMA, SMK itu berlangsung selama 7 jam, pukul 09-15.00 waktu setempat. Terhitung mulai dari titik berangkat hingga masuk ke titik sentral di Dinas Pendidikan Kabupaten Yahukimo.
Aksi tersebut tidak hanya dilakukan dan dihadiri oleh pelajar tetapi dihadiri oleh setiap pihak yakni, perwakilan pemerintah, guru-guru, orangtua siswa, mahasiswa, pemuda dan komponen lainnya.
Setiap perwakilan yang hadir telah menyatakan sikap lewat orasi-orasi bahwa mereka tidak sepakat adanya pemberian makanan gratis di sekolah.
Berikut sikap setiap perwakilan, sebagaimana siaran pers yang diterima Jubi.
1. Sikap Aliansi Pelajar Se-Yahukimo , kami tidak pernah meminta makan gratis ke negara karena kami tidak memerlukan makanan. Yang kami butuhkan saat ini adalah pendidikan gratis yang berkualitas, ilmiah, dan demokratis.
2. Perwakilan kepala suku Umu, anak kami yang berpendidikan bukan anak tiri atau yatim-piatu, anak-anak kami punya bapa dan mama sehingga jangan bikin kayak tidak punya orang tua.
kami kepala suku adat Tolak keras program presiden Prabowo-Gibran, karena kami tahu bahwa Prabowo adalah pemburu andalan di Papua di masa lalu hingga saat ini.
3. Perwakilan (PGGJ).
Kami sebagai gembala Jemaat , sudah tidak sanggup melihat domba-domba kami mati dimana-mana akibat kejahatan yang terstruktur. Dengan demikian untuk program makan gratis ini kami tolak dengan keras dan tegas agar program tersebut diberhentikan.
4. Perwakilan Guru.
Sesungguhnya ada kejanggalan dari program menu makan gratis. Kenapa kami katakan sedemikian, karena program ini langsung dari pemerintah pusat diturunkan ke sekolah dan tidak melalui pemerintah daerah. mengingat dengan itu kami akan tetap ada di sisi anak-anak siswa untuk melakukan penolakan.
5. Penanggung jawab aksi.
Hari ini siswa dijadikan sebagai objek untuk memperkaya para penguasa, sistem pendidikan di Papua sangat minim. Walaupun kita ada di kurikulum merdeka, sekarang kepala dinas pendidikan dan guru-guru gagal untuk membangun sumber daya manusia Papua, pada akhirnya kepala dinas juga gagal menyelidiki manfaat dari program ini.
6. Pembacaan pernyataan sikap tolak menu makan gratis.
7. Pemerintah :
Aspirasi pelajar ini kami terima dan kami akan teruskan ke bupati untuk melakukan pemberhentian terhadap pembagian makanan gratis di sekolah sekolah.
Hasil akan kami beritahukan setelah kami melakukan pertemuan dengan bupati kabupaten Yahukimo.
Catatan Dari Penanggung jawab kepada pemerintah:
Dari sikap penolakan makanan gratis oleh semua pihak ini menjadi alasan hukum yang mendasar, agar aktivitas pembagian makanan gratis dihentikan. Tetapi Jika aktivitas pembagian makanan gratis masih dilakukan maka kami Aliansi Pelajar Se-Yahukimo akan konsolidasi besar-besaran untuk mogok pendidikan di seluruh Yahukimo.
Demikian pernyataan sikap, dengan mencantumkan nama koordinator aksi, Feron Kabak dan Penanggung jawab
Doni Sie. (*)























Discussion about this post