• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Polhukam

Uskup Agung Merauke: Proyek Food Estate cara bagus menyediakan makanan untuk orang banyak

November 6, 2024
in Polhukam
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Larius Kogoya - Editor: Zely Ariane
Uskup Agung Merauke

Uskup Administrator Apostolik Keuskupan Agung Merauke Mgr. Petrus Canisius Mandagi, Msc - Jubi/Frans L Kobun

0
SHARES
166
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Proyek food estate adalah sebuah cara yang bagus untuk menyediakan makanan bagi orang banyak, baik yang ada di Papua dan di luar Papua, demikian menurut Keuskupan Agung Merauke, Mgr Petrus Canisius Mandagi Msc. Papua Selatan diciptakan oleh Tuhan untuk banyak orang, sehingga itulah berkat bagi orang Papua Selatan, kata Uskup Agung Merauke itu.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Uskup Petrus Canisius Mandagi melalui pesan yang dikirim dan dibacakan oleh Romo Ferry SW dalam Seminar Nasional yang bertajuk ‘PSN Merauke: Dampaknya pada Masyarakat Adat dan Alam Papua’ yang digelar di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Rawasari, Jakarta pada Senin (4/11/2024).

“Saya bicara tentang sawah yang menyediakan makanan langsung untuk manusia, bukan tentang perkebunan tebu atau sawit. Papua Selatan boleh berbanggalah telah memberi keuntungan baik bagi diri sendiri maupun untuk banyak orang. Banyak orang harus diutamakan, bukan segelintir orang,” kata Mandagi.

Petrus Canisius Mandagi menuturkan semua orang baik yang ada di Papua ataupun di luar Papua, yang berteriak-teriak telah diberlakukan tidak adil, padahal tidak berbuat apa-apa untuk Orang Asli Papua Selatan. Ia menegaskan bahwa Keuskupan Agung Merauke sama sekali tidak pernah menjual tanah milik masyarakat adat untuk proyek Food Estate. Tetapi menurutnya saat ini dirinya justru difitnah telah menjual tanah milik masyarakat adat.

IMG 20241103 094159 860x484 1
Suara Kaum Awam Katolik Papua melakukan aksi mingguan di depan Gereja Katolik Paroki St Fransiskan APO negosiasi sebelum dibubarkan paksa di Kota Jayapura, Minggu (3/11/2024). Mereka memprotes dukungan Uskup Merauke terhadap PSN di Papua Selatan – Jubi/Larius Kogoya

“Pelaksanaan praktis food estate bukan urusan Keuskupan Agung Merauke, itu urusan pemerintah. Gereja hanya mengingatkan bahwa proyek food estate seharusnya untuk kemanusiaan dan bagi banyak orang. Dibalik proyek strategis ini harus ada kejujuran, baik yang mendukung maupun yang menolak. Jangan ada dusta dalam perjuangan kepentingan  dalam kepentingan pribadi atau mencari kekuasaan,” ujar Uskup Agung Merauke.

Terkait harapan kesejahteraan itu Dosen Filsafat dan Antropologi STF Driyarkara, Budi Hernawan menceritakan sebuah pengalaman dari orang-orang Amungme di kawasan konsesi PT. Freeport Indonesia. Menurut Hernawan, adanya program satu persen dari PT. FI untuk orang Amungme dan Kamoro bukan karena kebaikan PT Freeport. Progran 1% itu dimenangkan setelah Keuskupan Jayapura pada tahun 1995 menerbitkan laporan pelanggaran HAM yang terjadi di wilayah konsesi Freeport.

“Freeport membuat dana satu persen atas dasar suara gereja yang dirumuskan dalam laporan pelanggaran HAM. Itulah yang dikehendaki oleh umat yang kebetulan Katolik. Umat Marind hari ini meminta supaya Keuskupan Agung Merauke bersuara bagi mereka, karena mereka sudah tidak ada tempat lain untuk menyelamatkan Demanya,” kata Budi.

BERITATERKAIT

Keluarga Yasinta Moiwend Klarifikasi, Duga Mama Sinta Diselundupkan, Minta LPSK dan Komnas HAM Turun Tangan

LBH Papua kecam aksi cabut Salib Merah di Kampung Nakias, Merauke

Aksi Solidaritas Merauke warnai pembukaan sidang MPL-PGI 2026

Tanggapan Kritis Atas Sebuah Eksplanasi

Budi hernawan menyesalkan tidak adanya tanggapan dari keuskupan atas keprihatinan dan kehancuran kosmologis orang Marind.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

“Sementara uskup juga menanggapi hal yang berbeda, bukan keprihatinan orang Marind. Dan celakanya diskusinya menjadi gagal fokus karena kita tidak menanggapi orang yang punya kontrak tadi. Teman-teman di Jayapura mendemo Uskup, ada mendemo TNI, ada yang mendemo transmigrasi dan teman-teman lain bersama-sama orang Marind,” ujarnya.

Hernawan berharap, jika Keuskupan Agung Merauke kehilangan kemampuan merespon, maka secara konkrit dua lembaga gereja yang besar, yaitu Persekutuan Gereja-Gereja Papua dan Dewan Gereja Papua lah yang semestinya mengambil alih isu penolakan PSN Merauke.

“Karena Keuskupan Agung Merauke tidak memiliki kemampuan lagi, jadi tidak perlu sibuk mengritik dia [Uskup Agung Merauke] karena sudah sampai tahap batas kemampuannya,” kata Budi Hernawan.

Ketua Forum Masyarakat Adat Marind, Simon Petrus Balagaize mengatakan saat ini masyarakat adat yang mengalami korban penggusuran hutan adat untuk PSN telah datang kepada Keuskupan Agung Merauke, meminta bertemu dengan Bapak Uskup Mgr. Petrus Canisius Mandagi MSC. Tetapi Bapak Uskup Mandagi tidak merespon dan tidak menerima umat yang datang kepadanya.

“Kita datang ke sana bawah aspirasi semua umat dengan sepakat menolak PSN, karena proyek ini sedang mengancam hutan kami. Tetapi yang menerima kami adalah Pastor John Kandam, perwakilan dari Keuskupan. Kami sampaikan bahwa uskup harus datang ke sini bertemu dengan kami masyarakat adat, namun sampai saat ini belum pernah bertemu dengan uskup,” kata Balagaize.

Simon Balagaize merasa kesal karena dua minggu berselang sebelum masyarakat meminta bertemu, uskup justru menerima kedatangan dan bertemu pihak perusahaan dan aparat militer. Menurut Balagaize saat itu Uskup Mandagi mengeluarkan pernyataan bahwa perusahaan itu untuk kemanusiaan, perusahaan baik untuk membangun masyarakat.

“Kita umat yang korban ini datang kepada bapak uskup tapi [beliau] tidak menerima kami. Dia tidak menganggap kami sebagai umat ka? sehingga pada saat itu kami mulai protes kepada gereja, kami juga protes kepada pemerintah yang semena-mena datang mencaplok dan menggusur tanah kami dan membongkar hutan kami,” katanya.

Anggota Komisi Perdamaian dan Keadilan Keuskupan Agung Merauke, Pius Cornelis Manu menuturkan ketika pihaknya melakukan penolakan PSN di Merauke, tidak ada yang menanggapi dan peduli terhadap masyarakat baik pemerintah daerah, DPR, MRP bahkan Gereja sekalipun. Karena itu pihaknya dari Merauke datang ke Jakarta mencari dukungan pertolongan.

“Saya bersyukur bahwa ada tanggapan yang luar biasa dari saudara-saudara di sini dan seminar ini juga merupakan satu dukungan bagi kami. Sebab di kami punya daerah tidak ada tempat untuk kami mengadu kepada siapa lagi. Gereja dan pemerintah sendiri angkat tangan dan menyatakan tidak tahu tapi mereka sendiri menjalin relasi yang akrab dengan para konglomerat,” kata Manu.

Pastor Manu menyarankan solusi agar pemerintah lebih baik memaksimalkan tanah yang sudah ada, yang sudah lebih dulu diberikan oleh masyarakat adat kepada negara. Dirinya berharap tanah-tanah yang sudah ada itulah yang dikelola secara modern, sebagaimana yang dilakukan di negara-negara tetangga dengan menjadikan lahan itu produktif dan berkelanjutan. (*)

Tags: Food EstatePSN MeraukeUskup Agung Merauke
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Peneliti Konflik Papua

Peneliti rekomendasikan situasi di Tanah Papua sebagai konflik bersenjata non internasional

June 7, 2026
Peneliti Konflik Papua

Peneliti: Konflik bersenjata di Tanah Papua non internasional

June 7, 2026

Negara tak pernah menjelaskan status konflik bersenjata di Tanah Papua

June 6, 2026

Yanni usulkan BLT Otsus dan penambahan DAU untuk Tanah Papua

June 4, 2026

KNPB: Situasi kemanusiaan di Tanah Papua makin memburuk

May 30, 2026

Perempuan Papua serukan perlawanan terhadap penindasan dan PSN

May 29, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey
  • Latest
  • Trending
  • Comments
Peneliti Konflik Papua

Peneliti rekomendasikan situasi di Tanah Papua sebagai konflik bersenjata non internasional

June 7, 2026
Peneliti Konflik Papua

Peneliti: Konflik bersenjata di Tanah Papua non internasional

June 7, 2026
Raperdasi OAP

Penyusunan raperdasi pelaku usaha OAP di Papua Barat Daya dinilai hanya formalitas

June 6, 2026
Mama Yasinta

Solidaritas Organisasi Papua Selatan minta Presiden pulangkan Mama Yasinta Moywend 

June 6, 2026
Pengungsi Nduga

Pengungsi Nduga butuh pelayanan kesehatan

June 6, 2026
Konflik bersenjata di Papua

Negara tak pernah menjelaskan status konflik bersenjata di Tanah Papua

June 6, 2026
Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan laju deforestasi di Tanah Papua

June 6, 2026
Petisi

Aktivis dan masyarakat adat tandatangani petisi penolakan pembangunan bendungan Warsamson

June 6, 2026
RSUD Yowari

Keluarga pasien berharap Pemkab Jayapura evaluasi menyeluruh RSUD Yowari

March 17, 2026
Mahasiswa tolak DOB

Mahasiswa Yalimo se-Indonesia tolak pembentukan DOB Benawa

March 13, 2026
Festival

Rayakan budaya, Festival Pasifika Auckland tarik 25 ribu pengunjung

March 17, 2026
Bom

Kantor pusat Komite Nasional Papua Barat diteror bom

March 17, 2026
wondama

Oknum Polisi di Teluk Wondama tabrak warga hingga tewas, Kapolres: Kami minta maaf

March 17, 2026
Kesehatan

Kementerian Kesehatan Vanuatu kirim pasokan darurat ke Pulau Ambae

March 17, 2026
Peneliti Konflik Papua

Peneliti rekomendasikan situasi di Tanah Papua sebagai konflik bersenjata non internasional

0
Peneliti Konflik Papua

Peneliti: Konflik bersenjata di Tanah Papua non internasional

0
Raperdasi OAP

Penyusunan raperdasi pelaku usaha OAP di Papua Barat Daya dinilai hanya formalitas

0
Mama Yasinta

Solidaritas Organisasi Papua Selatan minta Presiden pulangkan Mama Yasinta Moywend 

0
Pengungsi Nduga

Pengungsi Nduga butuh pelayanan kesehatan

0
Konflik bersenjata di Papua

Negara tak pernah menjelaskan status konflik bersenjata di Tanah Papua

0
Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan laju deforestasi di Tanah Papua

0

English Stories

Papua Governor
Pacnews

Papua Governor Calls for Sports Revival Ahead of 2028 National Games

June 6, 2026
Regional Office
Pacnews

The Regional Office of the Directorate General of State Assets (DJKN) Promotes Auction and Regional Asset Valuation Services in South Papua

June 6, 2026
KONI Papua
Pacnews

The National Sports Committee of Indonesia (KONI) Chief Urges Papua to Reclaim Its Status as Indonesia’s Sporting Talent Hub

June 5, 2026
South Papua Senior
Pacnews

South Papua Senior Leadership Positions (JPT) Candidates Undergo Essay and Interview Assessment

June 5, 2026
Members of the Tuarek Natkime Foundation and the Tua Rek Nakima
Pacnews

Indigenous Community Blocks Access Road to PT Freeport Indonesia Operations

June 5, 2026

Trending

  • Petisi

    Aktivis dan masyarakat adat tandatangani petisi penolakan pembangunan bendungan Warsamson

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keluarga pasien berharap Pemkab Jayapura evaluasi menyeluruh RSUD Yowari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mahasiswa Yalimo se-Indonesia tolak pembentukan DOB Benawa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rayakan budaya, Festival Pasifika Auckland tarik 25 ribu pengunjung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kantor pusat Komite Nasional Papua Barat diteror bom

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara