LBH Papua kecam aksi cabut Salib Merah di Kampung Nakias, Merauke

Penulis: admin
Editor: Angela Flassy

Jayapura, Jubi – Salib Merah yang sebelumnya ditancap Marga Kamuyen di Nakias didapati telah dicabut oleh Orang Tak Dikenal (OTK) dan diganti dengan sebatang kayu yang berlilit janur kuning yang mirip sasi adat yang biasa dilakukan oleh Komunitas Adat di wilayah Adat Marind. Marga Kamuyen baru mengetahui pencabutan Salib Merah tersebut saat beberapa anggota marga Kamuyen melakukan patroli di wilayah adatnya, Selasa (3/3/2026).

“Dengan pencabutan Salib Merah tersebut Kami, LBH Papua Merauke menilai sebagai  bagian dari skenario yang sedang dibangun dan dimainkan oleh pihak-pihak tertentu untuk menciptakan konflik di tengah masyarakat Adat serta  memperlemah perjuangan masyarakat adat yang sedang berjuang mempertahankan Tanah,” kata Direktur LBH Papua Merauke, Teddy Wakum dalam rilis yang diterima Jubi, Kamis (11/3/2026).

Salib Merah itu ditancapkan Masyarakat Adat Merauke dari Marga Kamuyen yang bermukim di  Kampung Nakias, Distrik Ngguti, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, Kamis 8 Oktober 2025.

“Penancapan Salib Merah sebagai bentuk Penolakan dan pelarangan semua Aktivitas Perusahaan dari PT. Jhonlin Group yang telah  menyerobot dan menghancurkan hutan Adat marga Kamuyen,” kata Wakum.

Aktivitas  perusahaan yang menyerobot dan menghancurkan itu adalah bagian dari pembangunan Jalan 135 KM ditetapkan melalui  keputusan Bupati Merauke Nomor 100.3.3.2/1105/Tahun 2025 dengan tujuan jalan tersebut sebagai sarana prasarana ketahanan pangan  yang merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN)

“Ini bukan pertama kalinya tindakan teror terhadap masyarakat marga  Kamuyen. Sebelumnya pencabutan Salib Merah ini, telah terjadi penyerangan terhadap ketua marga  Kamuyen yaitu bapak Esau Kamuyen dan keluarganya pada Januari 2026,” jelasnya.

Kejadian penyerangan bermula pada 23 Januari, Bevak (rumah singgah biasa dibangun di hutan sebagai tempat singgah ketika mencari nafkah) milik Esau diduga dibakar oleh sekelompok orang. Anak laki-laki Esau, Norton Kamuyen, juga dipukul dengan bagian tumpul parang dan diancam. Lalu pada 24 Januari malam, sekelompok orang yang diduga berasal dari Kampung Yodom dan Kampung Nakias menyerang rumah Esau Kamuyen. Sekelompok orang tersebut membawa kapak, pedang, tombak, panah, serta senapan angin. Mereka menyerang dengan cara menembakkan anak panah dan tombak ke rumah Esau–sebuah tombak tertancap di dinding.

BERITATERKAIT

Sekelompok penyerang itu lalu  masuk ke rumah dan mengobrak-abrik semua isi rumah, dan merusak sejumlah perabot rumah tangga. Tidak hanya melakukan perusakan, kelompok orang tersebut juga menjarah  motor milik Esau Kamuyen dan menebar  ancaman penganiayaan dan pembunuhan melalui pesan elektronik. Dengan tekanan yang begitu berat maka Marga Kamuyen  memutuskan  sehingga tepat Pada tanggal 14 Februari 2026, didampingi oleh LBH Papua Merauke, Esau Kamuyen secara resmi memasukan Laporan Polisi Dengan Nomor: LP/B/39/II/2026/SPKT/Res Merauke /Polda Papua.

Dengan Melihat berbagai rentetan peristiwa dugaan tindak Pidana hingga berujung pada pencabutan Salib Merah  LBH Papua Merauke mengecam dengan tegas  pihak-pihak yang dengan sengaja mencabut Salib Merah karena tindakan tersebut  merupakan bagian dari upaya sistematis untuk menciptakan konflik antar sesama masyarakat Adat di distrik Ngguti.

“Kami mendesak Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia untuk turut memantau langsung Perjuangan Marga Kamuyend di Kampung Nakias,” katanya.

LBH Papua Merauke juga mendesak peran aktif dari Majelis Rakyat Papua Selatan, DPR Provinsi Papua Selatan dan Polda Papua untuk mencegah terjadinya konflik Sosial  di Distrik Ngguti.

“LBH Papua Merauke akan mengambil tindakan Hukum terhadap pihak-pihak yang dengan sengaja melakukan perusakan terhadap simbol-simbol larangan dan properti marga Kamuyen,” katanya.  (*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Festival Kopi Papua Tengah

English Story

Gobai warns military presence could perpetuate violence in Paniai

Jayapura, Jubi – Deputy Speaker IV of the Central Papua Legislative Council (DPR Papua Tengah, John NR Gobai, has alleged [...]

Kamuyend clan’s black cross burned amid customary land dispute in Merauke

Jayapura, Jubi – Unidentified individuals have damaged and burned a black cross erected by the Kamuyend clan as a traditional [...]

WVI launches public campaign to support more than 5,000 children in Papua

Jayapura, Jubi – World Vision Indonesia (Wahana Visi Indonesia – WVI) has relaunched its Baca Tanpa Batas (Read Without Limits) [...]

Nduga shooting victims’ families ask Papua Legal Aid Institute to oversee investigation

Jayapura, Jubi – The families of three residents shot in Nduga Regency, Highland Papua Province, on October 23, 2026, have [...]

Challenges and hopes for the new AJI Jayapura City chair for 2026-2029

Jayapura, Jubi – Theo Kelen and Maurits Yansip have been elected chair and secretary of the Alliance of Independent Journalists [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist