59 tahun Freeport, massa tuntut tutup PTFI dan tolak PSN di Sorong

Penulis: admin
Editor: Angela Flassy

Sorong, Jubi – Peringatan kontrak karya PT Freeport dan Indonesia ke-59 diwarnai aksi unjuk rasa di Kota Sorong. Puluhan massa menggelar aksi damai di badan jalan kompleks Yohan, Klademak, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Selasa (7/4/2026).

Massa yang tergabung dalam Front Rakyat Domberai Tolak PSN dan Militerisme memulai aksinya sekitar pukul 14.30 WP.

Dengan menggunakan badan jalan sebagai lokasi mimbar bebas, massa membentangkan berbagai spanduk bernada protes,  di antaranya bertuliskan “59 Tahun PT Freeport Ilegal di Tanah Papua” hingga “Freeport Perusak Lingkungan”.

Massa secara bergantian melakukan orasi dan menyuarakan yel-yel perlawanan seperti “Freeport Tutup”, “Militerisme Lawan”, dan “Papua Bukan Tanah Kosong”.

Perwakilan massa aksi, Apey Tarami, dalam orasinya menegaskan bahwa sejarah Freeport yang dimulai sejak 7 April 1967 adalah catatan kelam yang cacat moral dan legalitas. Menurutnya, penandatanganan kontrak tersebut dilakukan tanpa melibatkan rakyat Papua.

“Kontrak Karya Freeport dilakukan dua tahun sebelum Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) 1969. Ini melanggar Perjanjian New York 1962. Negara lebih mementingkan sumber daya alam daripada manusia Papua,” ujar Apey.

Ia juga menyoroti berbagai kebijakan pemerintah pusat, termasuk proyek strategis nasional (PSN) yang dinilai mengancam keberlangsungan hidup masyarakat adat. “Kami menolak PSN yang berpotensi merusak lingkungan, seperti yang terjadi di Merauke, perampasan tanah adat di Sorong, hingga konflik tambang di Blok Wabu,” tambahnya.

BERITATERKAIT

Setelah menyampaikan rangkaian orasi, massa membacakan sejumlah tuntutan utama kepada pemerintah, di antaranya mendesak penutupan segera PT Freeport yang dianggap sebagai akar masalah di tanah Papua serta menolak pengoperasian Proyek Strategis Nasional (PSN) di seluruh pelosok Papua karena dinilai merusak lingkungan dan hutan adat.

Selain itu, mereka menuntut penarikan militer, baik organik maupun non-organik, yang dianggap sebagai aktor kekerasan di Tanah Papua. Dalam pernyataan sikapnya, massa juga menyatakan penolakan terhadap keberlanjutan Otonomi Khusus dengan meminta regulasi tersebut dikembalikan ke Jakarta karena dinilai gagal menyejahterakan rakyat, serta secara tegas menuntut diberikan hak penentuan nasib sendiri bagi bangsa Papua.

Massa menekankan bahwa Papua bukanlah “tanah kosong” yang bisa dieksploitasi, melainkan ruang hidup masyarakat adat yang memiliki identitas dan budaya.

Aksi ini merupakan bagian dari gerakan serentak yang dilakukan di sejumlah titik di Tanah Papua, meliputi Jayapura, Nabire, Manokwari, dan Timika. Di Sorong.

Aksi yang berlangsung di bawah pengawalan aparat ini berjalan kondusif. Setelah seluruh tuntutan disampaikan, massa membubarkan diri secara tertib pada pukul 17.30 WP. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Festival Kopi Papua Tengah

English Story

Gobai warns military presence could perpetuate violence in Paniai

Jayapura, Jubi – Deputy Speaker IV of the Central Papua Legislative Council (DPR Papua Tengah, John NR Gobai, has alleged [...]

Kamuyend clan’s black cross burned amid customary land dispute in Merauke

Jayapura, Jubi – Unidentified individuals have damaged and burned a black cross erected by the Kamuyend clan as a traditional [...]

WVI launches public campaign to support more than 5,000 children in Papua

Jayapura, Jubi – World Vision Indonesia (Wahana Visi Indonesia – WVI) has relaunched its Baca Tanpa Batas (Read Without Limits) [...]

Nduga shooting victims’ families ask Papua Legal Aid Institute to oversee investigation

Jayapura, Jubi – The families of three residents shot in Nduga Regency, Highland Papua Province, on October 23, 2026, have [...]

Challenges and hopes for the new AJI Jayapura City chair for 2026-2029

Jayapura, Jubi – Theo Kelen and Maurits Yansip have been elected chair and secretary of the Alliance of Independent Journalists [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist