Manokwari, Jubi – Di tengah keterbatasan fasilitas, Sekolah Dasar (SD) Sowi Indah di Manokwari, Papua Barat Daya meluluskan tiga siswanya tahun ini. Mereka adalah Bencelina Iwou, Elisabeth Regina Watan dan Watan.
Ketiga siswa itu dinyatakan lulus saat pengumuman kelulusan di SD Yayasan Pendidikan Persekolahan Katolik (YPPK) Santa Ursula, Selasa (2/6/2026).
Kepala Sekolah SD Sowi Indah, Helen Kolelupun mengatakan ini merupakan tahun kedua SD Sowi Indah menamatkan muridnya.
Tahun ini siswa SD Sowi Indah mengikuti ujian akhir sekolah secara gabungan di SD YPPK Santa Ursula pada Maret 2026 lalu.
“Tahun ini merupakan tahun kedua bagi SD Sowi Indah menamatkan siswa-siswi, atas bantuan dan kerja sama dengan SD YPPK Santa Ursula, serta Yayasan Cahaya Papua Barat. Siswa yang lulus tahun ini berjumlah tiga orang,” kata Kepala Sekolah SD Sowi Indah, Helen Kolelupun.
Kepala sekolah dan guru berharap, tiga murid yang telah menamatkan pendidikan sekolah dasar itu, dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
“Harapan kami, semoga mereka semua bisa lanjut ke Sekolah Menengah Pertama. Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu anak-anak kami hingga bisa sekolah sampai tamat di sekolah dasar,” ujarnya.
Menurut Helen Kolelupun, perjuangan para siswa itu tidak mudah. Sebab selama ini SD Sowi Indah melaksanakan proses belajar mengajar dengan keterbatasan sarana dan prasarana.
Proses belajar mengajar dilaksanakan mulai dari ruangan yang disebut gubuk hingga kini memiliki tiga ruangan kelas semi permanan, bantuan dari mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Barat.
Katanya, meski sarana prasarana di SD Sowi Indah belum seperti di sekolah lain, namun pihak sekolah berupaya memberikan pendidikan setara terhadap anak didiknya layaknya murid di sekolah lain.
“Karena saya tau mereka (ketiga siswa yang lulus) punya cita-cita luhur. Di tengah kekurangan sekolah dan yayasan, kami tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Meski awalnya belajar dari gubuk hingga bangunan semi permanen, yang disumbangkan oleh bapak mantan kajati Papua Barat,” ucapnya.
Pendiri Yayasan Cahaya Papua Barat, Theresia Ngutra menyatakan bangga dan haru melihat tiga siswa SD Sowi Indah dinyatakan lulus, meski mereka harus melaksanakan ujian gabungan di SD YPPK.
Katanya, sebagai pembina dan pendiri Yayasan Cahaya Papua Barat, ia mengapresiasi semua guru yang telah mendidik siswa hingga menamatkan pendidikanya.
“Saya selalu menyebut, guru SD Sowi Indah ini luar biasa, karena walau mengajar dengan upah yang tidak lancar tapi mereka dengan setia melayani anak-anak di sekolah ini,” kata Theresia Ngutra yang merupakan Dosen di Universitas Caritas.
Theresia mengaku upah para guru kerap terlambat, karena Yayasan yang didirikan selama ini tak pernah mendapat bantuan dari pemerintah, dan hanya mengandalkan usaha-usaha kecil.
“Saya juga mengucapkan terimakasih kepada semua orang yang telah membantu kami, yayasan maupun sekolah dalam hal apa saja, sehingga anak-anak bisa sekolah belajar dan sampai lulus,” ucapnya. (*)

























Discussion about this post