Teminabuan, Jubi – Kondisi di kawasan muara dan pesisir pelabuhan lama Teminabuan, Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat Daya dipenuhi tumpukan sampah plastik, Minggu (1/6/2026) siang. Sampah itu terbawa arus dari sungai dan bermuara dari wilayah sekitar.
Situasi ini dikhawatirkan mengancam ekosistem laut serta mengganggu aktivitas nelayan setempat. Warga melakukan patroli di wilayah itu, Minggu (30/5/2026) dan Senin (1/6/2025).
Warga nelayan Teminabuan, Demi Kondologit prihatin melihat kondisi pesisir yang dipenuhi sampah plastik dalam jumlah besar.
Menurutnya, masalah ini sudah berlangsung cukup lama. Namun hingga kini belum ada penanganan serius dari pihak terkait.
“[Instansi terkait] coba turun ke lapangan, lihat sendiri bagaimana kondisi muara dan pesisir pelabuhan lama Teminabuan. Sampah plastik sudah menumpuk di mana-mana dan jumlahnya bukan lagi hitungan karung, tetapi sudah berton-ton,” kata Demi Kondologit saat warga melakukan patroli di kawasan itu, Senin (1/6/2026).
Menurutnya, dampak menumpuknya sampah di muara Teminabuan dirasakan para warga yang kesehariannya mencari ikan di kawasan itu. Selain mengganggu pemandang, juga menyulitkan aktivitas nelayan. Sampah-sampah plastik itu seringkali tersangkut di jaring nelayan.
“Kami yang setiap hari melaut dan memancing merasakan langsung dampaknya. Jaring sering tersangkut plastik, perahu harus melewati tumpukan sampah. Paling mengkhawatirkan adalah kerusakan lingkungan yang terus terjadi tanpa ada upaya untuk menghentikannya,” ucapnya.
Katanya, kondisi tersebut tidak boleh dianggap sebagai hal biasa. Karenanya warga meminta pemerintah daerah segera melakukan langkah konkret.
Mulai dari penguatan sistem pengelolaan sampah, penyediaan fasilitas penampungan memadai, hingga edukasi kepada masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Warga khawatir, jika kondisi ini terus dibiarkan, beberapa tahun mendatang ikan di kawasan tersebut semakin berkurang dan kualitas lingkungan pesisir makin rusak. Padahal, laut dan muara adalah sumber kehidupan masyarakat.
“Ketika laut dipenuhi sampah, maka yang terancam bukan hanya ikan, tetapi juga masa depan generasi yang hidup dari hasil laut,” ujarnya. (*)




Discussion about this post