Sentani, Jubi – Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Jayapura, Papua menyatakan komitmennya mengatasi pencemaran yang disebabkan sampah plastik dan jenis sampah lain di wilayah pemerintahannya.
Asisten III Sekretariat Daerah atau Setda Kabupaten Jayapura, Derek Timotius Wouw mengatakan Pemkab Jayapura melibatkan berbagai pihak untuk mengatasi pencemaran sampah plastik di wilayah itu.
Pihak yang dilibatkan, di antaranya forum koordinasi pimpinan daerah atau forkopimda, lembaga swadaya masyarakat, pelajar, tokoh adat hingga masyarakat. Para pihak itu diajak untuk peduli lingkungan dan bahaya sampah dalam kehidupan.
“Saya harap kita bersatu mengatasi pencemaran sampah plastik, mengatasi krisis iklim dan permasalahan lingkungan lainnya yang dimulai dari lingkup pribadi, keluarga, kampung, distrik dan Kabupaten Jayapura,” kata Wouw saat aksi bersih sampah plastik pada peringati hari lingkungan hidup sedunia, di lapangan Kantor Bupati Jayapura di Gunung Merah, Distrik Sentani, Kamis (5/6/2025).
Tema yang diusung secara global pada peringati hari lingkungan hidup sedunia tahun ini adalah “Hentikan Polusi Plastik.”
Menurut, Derek Timotius ini sejalan dengan visi Kabupaten Jayapura, yakni ‘Kasih mempersatukan perbedaan untuk mewujudkan Kabupaten Jayapura yang aman, nyaman, mandiri dan berkeadilan’.
Dalam penjabaran visi itu, antara lain melestarikan Danau Sentani dan melestarikan Cagar Alam Cycloop, yang tentunya harus dilaksanakan bersama secara sinergitas.
“Kita harus menciptakan inovasi pengelolaan sampah plastik dan sampah umum yang dilaksanakan secara konsisten oleh seluruh pemangku kepentingan, dengan mengedepankan prinsip keadilan,” ucapnya.
Katanya, fenomena pencemaran sampah plastik memberikan tekanan yang sangat berat terhadap degradasi lingkungan. Jika dibiarkan terus menerus dan tidak ada perubahan perilaku serta inovasi pengelolaan, akan berdampak pada berbagai aspek kehidupan lainnya seperti kesehatan masyarakat, juga makhluk hidup lainnya serta terganggunya ekosistem dan rantai makanan.
“Menilik hal ini, penyelesaian krisis pencemaran sampah plastik semakin urgen untuk dilakukan di Kabupaten Jayapura, dengan berbagai upaya nyata seperti gerakan pemilahan sampah, bank sampah, perbaikan manajemen pengelolaan dan distribusi sampah serta lain sebagainya,” ujarnya.
Ia pun berharap, peringatan hari lingkungan hidup sedunia ini dapat memperdalam pemahaman, menggerakkan berbagai aksi peduli lingkungan mengatasi sampah-sampah oleh jajaran pemerintahan, TNI, Polri dan BUMN/BUMD dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Jayapura.
“Kepedulian kita terhadap lingkungan dan alam dapat memperbaiki tata kelola sampah, berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan asli daerah (PAD), juga akan berdampak positif terhadap peningkatan kualitas lingkungan hidup kita,” katanya.
Sementara itu, pelaksana harian kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jayapura, Salmon Telenggen mengatakan peringatan hari lingkungan hidup merupakan pengingat bagi semua orang untuk selalu peduli dengan isu-isu lingkungan.
Menurutnya, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jayapura melakukan pendampingan penyuluhan timbulan sampah pada beberapa lokasi di Distrik Sentani dan Waibu bersama WWF Indonesia Program Papua.
“Kita melakukan pemilahan sampah sesuai jenisnya. Pembersihan dan pemeliharaan tanaman di media jalan Raya sentani. Melakukan pemantauan dan pengawasan dampak lingkungan di Distrik Sentani dan Sentani Timur. Semoga peringatan hari lingkungan hidup ini dapat meningkatkan kesadaran kita semua untuk peduli lingkungan sekitar kita berada,” kata Telenggen. (*)

























Discussion about this post