Sorong, Jubi – Hujan deras yang mengguyur sejak dini hari menyebabkan banjir hingga dua ruas jalan utama di Kota Sorong lumpuh total, Selasa (5/8/2025). Banjir setinggi lutut orang dewasa merendam Jalan Basuki Rahmat Kilometer 9 dan kawasan Sungai Maruni Kilometer 10. Ratusan pengendara terjebak, kendaraan mogok, bahkan warga di kawasan Melati Raya terpaksa mengungsi karena rumah mereka terendam air.
Di kawasan Komplek Melati Raya, air dari arah Jalan Basuki Rahmat mengalir deras ke dalam permukiman warga. Akibatnya, sedikitnya lima kepala keluarga (KK) harus meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke tempat kerabat.
Banjir mulai naik itu sejak pukul dua dini hari. Air masuk dari arah jalan besar dan langsung menggenangi lima rumah di sini,” ujar Mahira Notanubun warga Komplek Melati Raya saat ditemui Selasa pagi. Mahira menjelaskan banjir yang terjadi bukan kali pertama. Ia mengatakan, setiap kali hujan deras turun, air dari jalan besar selalu masuk ke kawasan permukiman mereka.
“Limpasan air itu deras sekali masuk ke dalam komplek, karena got di depan situ memang sudah lama tidak berfungsi. Ini bukan pertama kali,” tambahnya dengan nada kecewa. Kami terpaksa ungsikan lima KK ke rumah tetangga. Air masuk sampai ke ruang tengah rumah,” jelas Mahira.
Warga lainnya, Diki, mengeluhkan hal serupa. Ia menyebut bahwa kondisi parah ini sudah lama dibiarkan oleh pemerintah tanpa ada tindakan perbaikan. “Di depan komplek itu ada got besar, tapi sudah tersumbat dan tidak berfungsi. Air tidak bisa keluar, akhirnya masuk ke jalan dan genangi rumah,” tutur Diki.
Walau sudah sering terjadi. Tapi belum ada tindakan nyata dari pemerintah kota untuk membenahi saluran air.
Lumpuhnya Lalu Lintas Kota Sorong
Tak hanya berdampak pada warga permukiman, genangan air juga menyebabkan lalu lintas lumpuh. Ratusan pengendara roda dua dan roda empat terjebak di tengah banjir di Jalan Basuki Rahmat. Sejumlah kendaraan mogok, terutama milik para orang tua yang hendak mengantar anak-anak mereka ke sekolah. “Tadi pagi banyak motor dan mobil mogok di tengah jalan. Anak-anak jadi tidak bisa sampai ke sekolah tepat waktu,” ujar seorang pengendara.
Sementara itu, Kepolisian Daerah Papua Barat Daya langsung mengambil langkah cepat dengan melakukan rekayasa lalu lintas. Puluhan personel gabungan dari Ditlantas Polda Papua Barat Daya, Satlantas Polresta Sorong Kota, dan Brimob dikerahkan untuk mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi banjir. Memang Jalan Basuki Rahmat depan Melati Raya ini rawan banjir. “Hampir setiap musim hujan selalu tergenang,” kata Dirlantas Polda Papua Barat Daya, Kombes Pol Dax Emmanuelle Manuputty.
“Kami turunkan 50 personel dari Ditlantas dan Satlantas, serta 30 anggota Brimob untuk mengatur lalu lintas dan mencegah kemacetan total,” katanya.
Kombes Dax juga menambahkan bahwa banjir tidak hanya terjadi di satu titik. Selain Basuki Rahmat, genangan air juga merendam Jalan Sungai Maruni, Kilometer 10. “Titik banjir lebih dari satu, sehingga kami harus sebar petugas di beberapa lokasi untuk bantu masyarakat dan atur kendaraan,” tegasnya.
Seruan Warga untuk Pemerintah
Kondisi banjir yang terus berulang membuat warga frustasi. Mereka berharap Pemerintah Kota Sorong dan dinas terkait segera turun tangan memperbaiki sistem drainase agar masalah ini tak terus berulang.
“Pemerintah jangan tutup mata. Kami ini tinggal di kota, tapi rasanya seperti di kampung yang tak punya saluran air,” ujar Mahira. Jangan tunggu korban jiwa atau kerusakan yang lebih besar baru bertindak,” tambah Diki.
Pantauan media Jubi di kawasan banji, anggota kepolisian masih terus mengatur lalulintas di areal banjir beberapa kawasan di Kota Sorong. Warga diimbau tetap siaga dan menghindari kawasan rawan genangan, terutama di sekitar Jalan Basuki Rahmat dan Sungai Maruni.(*)
























Discussion about this post