• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Domberai

Masyarakat Adat Suku Afsya tanam patok di Hutan Bariat, tolak PT ASI

February 28, 2026
in Domberai, Lingkungan
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Gamaliel Kaliele - Editor: Angela Flassy
Suku Afsya

Masyarakat adat Suku Afsya dari lima marga besar menancapkan patok batas wilayah adat mereka, Kamis, (27/2/2026). - Jubi/Gamaliel

0
SHARES
491
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Sorong, Jubi – Di tengah sunyinya Hutan Kampung Bariat Distrik Konda Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat Daya, ratusan masyarakat adat Suku Afsya dari lima marga besar menancapkan patok batas wilayah adat mereka, Kamis, (27/2/2026). Aksi ini bukan sekadar seremoni adat, melainkan pernyataan terbuka yang keras dan tanpa kompromi terhadap rencana masuknya perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Anugerah Sakti Internusa (ASI) ke wilayah seluas kurang lebih 3.000 hektare tanah ulayat mereka.

Dengan ritual adat, doa leluhur, dan suara tegas para tua tua adat, masyarakat menyatakan satu sikap, hutan adat mereka bukan untuk sawit, dan satu jengkal pun tidak akan dilepas

Penanaman patok di lokasi KHIR MBRA dan MBORDOK, yang menjadi batas antara Suku Nakna dan Gemna, menjadi simbol perlawanan terbuka terhadap ekspansi investasi yang dinilai mengancam ruang hidup mereka.

Bagi masyarakat adat Afsya hutan bukan sekadar hamparan tanah yang bisa dikalkulasi dalam izin usaha, tetapi sumber kehidupan, identitas, dan warisan turun-temurun yang harus dijaga sampai generasi terakhir. Mereka menegaskan, pembangunan tidak boleh menjadi alasan untuk menghapus hak ulayat dan memaksa masyarakat adat menyerahkan tanahnya tanpa persetujuan kolektif yang sah.

Di hadapan para pemilik hak wilayah seperti Marthen Kemeray, Adrianus Kemeray, Nikodemus Sawor, dan Peniel Sawor, masyarakat menyampaikan sikap secara terang terangan kepada pemerintah daerah maupun pusat agar tidak memaksakan masuknya investasi sawit di atas tanah adat Afsya

Aksi ini sekaligus menjadi pesan politik dan sosial bahwa masyarakat adat masih ada, memiliki batas wilayah yang jelas, dan tidak akan tinggal diam jika ruang hidup mereka terancam oleh kepentingan Perusahaan

“Ritual adat dipimpin oleh para tua tua adat selaku pemilik hak ulayat, sebelum dilanjutkan dengan pemasangan patok batas sebagai simbol pertahanan tanah leluhur,” kata tokoh Masyarakat, Adrianus Kemeray. Ia menyampaikan bahwa wilayah adat Apsia seluas kurang lebih 3.000 hektare adalah tanah warisan leluhur yang tidak akan dilepas kepada perusahaan sawit.

BERITATERKAIT

Festival Film Papua: Merekam penghormatan suku Moi terhadap tanah

Aktivisi lingkungan di Sorsel diduga diteror oknum pejabat dan polisi

Sampah plastik menumpuk di muara Teminabuan

Masyarakat adat Nasawat tolak skema hutan desa

“Kami, pemilik wilayah di sini, kami atas nama lima marga   Kemirai, Kareth, Konjol, Saur, dan Komendi  jadi semua ada di sini, cucu-cucu juga ada di sini dan Kami berdiri mempertahankan wilayah adat kami,” tegas Adrianus Kemeray.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Ia juga menjelaskan bahwa batas wilayah adat Afsya membentang dari Apsia Sagun, Bariat hingga Apsia Semur di Konda, termasuk penegasan batas antara Gemnah dan Naganah.

Menurut Adrianus, perjuangan mempertahankan tanah adat bukan hanya untuk generasi saat ini, tetapi untuk anak cucu di masa depan.

“Tanah ini tetap untuk mereka jadi kami akan terus bicara sampai tanah ini tetap menjadi warisan leluhur,” ujarnya

Ia menambahkan bahwa masyarakat adat tidak melakukan tindakan di luar hukum, melainkan hanya mempertahankan hak ulayat yang telah diwariskan secara turun-temurun.

“Kami hanya mempertahankan hak kami sesuai dengan apa yang Tuhan berikan untuk kami orang Afsya. Tuhan siapkan wilayah ini untuk kami, maka kami wajib jaga alam ciptaan ini,” katanya.

Selain menanam patok, masyarakat adat juga menyampaikan peringatan keras kepada pemerintah daerah maupun pihak perusahaan agar tidak mencoba coba melakukan pendekatan diam-diam atau lobi tersembunyi kepada oknum tertentu.

Masyarakat mengaku sudah sering melihat banyak konflik tanah adat di Papua terjadi karena perusahaan masuk tanpa persetujuan kolektif dan memanfaatkan perpecahan internal.

“Kami sudah belajar dari pengalaman di tempat lain. Sawit masuk, hutan hilang, sungai rusak, masyarakat jadi penonton di tanah sendiri. Janji kesejahteraan hanya tinggal janji Kami tidak mau itu terjadi dihutan adat,” ujar Musa Kareth.

Ia menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh mengorbankan eksistensi masyarakat adat.

Masyarakat adat Afsya bahkan menyatakan siap menghadapi konsekuensi sosial maupun hukum demi mempertahankan tanah.

“Bagi kami, ini bukan melawan negara. Ini mempertahankan hak yang Tuhan dan leluhur sudah titipkan kepada kami. Kami tidak takut,” ujar masyarakat dalam pernyataan bersama.

Masyarakat adat Suku Afsya penanaman patok batas ini, demi menyelamatkan tanah hutan adat dari ancaman investor perkebunan kelapa sawit atas nama PT Anugerah Sakti Internusa (ASI) yang beroperasi di wilayah ini.

“Harapan masyarakat adat jelas, satu jengkal pun tidak kami kasih,” tegas Musa Kareth.

Masyarakat menyampaikan ultimatum kepada PT Anugerah Sakti Internusa (ASI) agar tidak memasang patok di dalam patok yang ditanam Masyarakat adat.

“Hari ini, sebelum alat berat masuk, sebelum patok perusahaan ditanam, kami sudah lebih dulu tanam patok adat,” kata warga. (*)

Tags: Kabupaten Sorong SelatanProvinsi Papua Barat DayaSuku Afsya
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Festival Film Papua

Festival Film Papua: Merekam penghormatan suku Moi terhadap tanah

August 10, 2026
Sorsel

Aktivisi lingkungan di Sorsel diduga diteror oknum pejabat dan polisi

June 8, 2026

Sampah plastik menumpuk di muara Teminabuan

June 2, 2026

Masyarakat adat Nasawat tolak skema hutan desa

May 22, 2026

Delapan komunitas anak muda adat terbentuk di Sorong Selatan

May 7, 2026

KNPB Maybrat kecam penangkapan warga di Teminabuan

April 17, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

109 people affected by violence and armed conflict in Papua in 2026
14 September 2026
109 people affected by violence and armed conflict in Papua in 2026

Jayapura, Jubi – Indonesia’s National Commission on Human Rights (Komnas HAM) says 109 people have been killed or injured in [...]

Police name two wanted suspects in deadly Jayawijaya shooting
14 September 2026
Police name two wanted suspects in deadly Jayawijaya shooting

Jayapura, Jubi – Police have identified two suspected perpetrators in the shooting that killed three civil servants in Jayawijaya, with [...]

Police identify suspects in deadly Jayawijaya shooting
12 September 2026
Police identify suspects in deadly Jayawijaya shooting

Jayapura, Jubi – Police investigating the shooting that killed three civil servants from the Jayawijaya Agriculture Department say they have [...]

Papua human rights commission: Violence will not solve Papua’s problems
12 September 2026
Papua human rights commission: Violence will not solve Papua’s problems

Jayapura, Jubi – Violence will not solve the problems facing Papua, Indonesia’s National Commission on Human Rights (Komnas HAM) Papua [...]

Coalition calls for investigation into terror attacks targeting human rights workers, journalists and Papua Komnas HAM
11 September 2026
Coalition calls for investigation into terror attacks targeting human rights workers, journalists and Papua Komnas HAM

Jayapura, Jubi – A coalition of legal and human rights groups in Papua has called on Indonesian President Prabowo Subianto [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Gubernur Nawipa kunjungan kerja ke Intan Jaya

Gubernur Nawipa lanjutkan agenda kunjungan kerja ke Intan Jaya

September 14, 2026
Gubernur Nawipa lantik Pimpinan Tinggi Pratama

Gubernur Nawipa: Pimpinan tinggi pratama menentukan keberhasilan pemerintahan daerah

September 14, 2026
IMB digantikan PBG

Kepala DPM-PTSP Kabupaten Jayapura: IMB telah digantikan PBG

September 14, 2026
HIV pada bayi di Fiji

Jumlah infeksi HIV pada bayi di Fiji sangat tinggi

September 14, 2026
Pembakaran di tambang Panguna

Presiden Bougainville mengutuk pembakaran di tambang Panguna

September 14, 2026
Komisioner KPU Papua Barat diadukan ke DKPP

Berkas perzinahan komisioner KPU Papua Barat segera dilimpahkan ke Kejari

September 14, 2026
Lanud Manuhua

Koalisi desak Lanud Manuhua hentikan pembangunan di Tanah Adat Sorido–KBS

September 14, 2026
Lanud Manuhua

Koalisi desak Lanud Manuhua hentikan pembangunan di Tanah Adat Sorido–KBS

September 14, 2026
Komisioner KPU Papua Barat diadukan ke DKPP

Berkas perzinahan komisioner KPU Papua Barat segera dilimpahkan ke Kejari

September 14, 2026
Korneles Howay

Brace Korneles Howay kandaskan asa Persipura di Banjarmasin

September 13, 2026
Pasifik

Bentrokan para raksasa dunia di Benua Biru Pasifik

September 12, 2026
Kebakaran

Terjadi 23 kebakaran di sekitar area perkebunan sawit di Nabire

September 14, 2026
PNG

Pengembangan Chinatown investasi asing terbesar di PNG

September 14, 2026
Pembakaran di tambang Panguna

Presiden Bougainville mengutuk pembakaran di tambang Panguna

September 14, 2026
Gubernur Nawipa kunjungan kerja ke Intan Jaya

Gubernur Nawipa lanjutkan agenda kunjungan kerja ke Intan Jaya

0
Gubernur Nawipa lantik Pimpinan Tinggi Pratama

Gubernur Nawipa: Pimpinan tinggi pratama menentukan keberhasilan pemerintahan daerah

0
IMB digantikan PBG

Kepala DPM-PTSP Kabupaten Jayapura: IMB telah digantikan PBG

0
HIV pada bayi di Fiji

Jumlah infeksi HIV pada bayi di Fiji sangat tinggi

0
Pembakaran di tambang Panguna

Presiden Bougainville mengutuk pembakaran di tambang Panguna

0
Komisioner KPU Papua Barat diadukan ke DKPP

Berkas perzinahan komisioner KPU Papua Barat segera dilimpahkan ke Kejari

0
Karhutla

Karhutla terjadi di kawasan cagar alam Pegunungan Wondiboy Wondama

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara