• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Domberai

Anggota Koramil diminta tak panggil warga yang tolak Sawit di Sorong Selatan

February 18, 2026
in Domberai
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Gamaliel Kaliele - Editor: Angela Flassy
sawit

Sosialisasi perkebunan sawit PT Anugerah Sakti Internusa (ASI) di Kampung Nakna, Distrik Konda, Kabupaten Sorong Selatan, Sabtu (14/2/2026) – Jubi/IST

0
SHARES
149
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Sorong, Jubi – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Papua Pos Sorong mendesak Komando Rayon Militer (Koramil) 1807-01/Teminabuan untuk segera menghentikan segala bentuk intervensi terhadap masyarakat adat yang menolak kehadiran perusahaan sawit PT Anugerah Sakti Internusa (ASI) di wilayah adat mereka sendiri. LBH Papua Pos Sorong menuntut Komandan Kepolisian Militer Kodam XVIII/Kasuari untuk segera mengambil langkah penegakan hukum dan disiplin terhadap oknum yang terlibat guna menjamin keamanan masyarakat adat di Distrik Konda.

LBH Papua menilai langkah pemanggilan Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Suku Gemna dan sejumlah warga ke kantor Koramil sebagai tindakan yang tidak tepat, berlebihan, dan berpotensi menciptakan tekanan psikologis terhadap warga yang sedang memperjuangkan hak atas tanah ulayatnya.

“Tindakan anggota TNI yang menyuruh ketua Lembaga Masyarakat Adat dan beberapa warga adat datang ke kantor Koramil Teminabuan untuk memberikan klarifikasi adalah tindakan yang tidak berdasar pada hukum dan merupakan upaya mengintervensi sikap warga negara yang dijamin dalam peraturan perundang-undangan,” ujar (17/2/2026).

Desakan tersebut muncul setelah aparat Koramil melakukan pemanggilan klarifikasi terhadap perwakilan masyarakat adat yang sebelumnya secara terbuka menyatakan penolakan terhadap operasional PT ASI dalam kegiatan sosialisasi di Kampung Nakna, Distrik Konda, Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat Daya, Sabtu (14/2/2026).

*****************

Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.

CLICK HERE!

*****************

“Sikap penolakan warga dalam forum sosialisasi merupakan bagian dari hak konstitusional masyarakat adat untuk menentukan sikap atas rencana investasi di wilayah mereka, bukan tindakan yang layak untuk direspons dengan pendekatan militer,” katanya.

Menurut LBH Papua Pos Sorong, keterlibatan aparat militer dalam persoalan yang bersifat sipil dan konflik agraria berisiko memperkeruh situasi serta menciptakan rasa takut di tengah masyarakat adat.

“Konflik lahan dan penolakan investasi sawit seharusnya diselesaikan melalui mekanisme dialog yang adil, transparan, dan menghormati prinsip persetujuan bebas tanpa paksaan (Free, Prior and Informed Consent/FPIC), bukan melalui pemanggilan aparat keamanan yang dapat ditafsirkan sebagai bentuk intimidasi,” katanya.

BERITATERKAIT

Aktivis pertanyakan kedatangan puluhan ekskavator di wilayah adat Imekko

Puluhan ekskavator tiba di Sorong Selatan, warga diimbau waspada

LBH Papua kecam aksi cabut Salib Merah di Kampung Nakias, Merauke

Kain dan cat merah, upaya masyarakat adat Papua jaga paru-paru dunia

Peristiwa ini bermula ketika masyarakat adat Kampung Nakna menolak perwakilan PT ASI saat sosialisasi perusahaan yang digelar di kampung nakna Distrik Konda Kabupaten Sorong Selatan, Sabtu (14/2/2026).

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Penolakan itu didasarkan pada kekhawatiran atas dampak lingkungan, hilangnya hutan adat, serta potensi konflik sosial yang selama ini kerap menyertai ekspansi perkebunan sawit di Tanah Papua.

Alih-alih membuka ruang dialog lanjutan, masyarakat justru dipanggil aparat militer, yang oleh LBH Papua dinilai sebagai langkah yang tidak proporsional dan mencederai semangat perlindungan terhadap hak-hak masyarakat adat.

LBH Papua Pos Sorong pun menegaskan bahwa negara, termasuk aparat TNI, memiliki kewajiban untuk melindungi masyarakat adat, bukan justru berada dalam posisi yang dianggap membela kepentingan korporasi.

“Koramil Teminabuan segera menghentikan segala bentuk pemanggilan dan pendekatan yang dapat ditafsirkan sebagai tekanan. Kami mendorong pemerintah daerah untuk memfasilitasi dialog terbuka yang berpihak pada keselamatan lingkungan dan hak konstitusional masyarakat adat,” katanya.

Berdasarkan rekaman percakapan telepon yang diterima LBH Papua, oknum anggota TNI meminta pengurus LMA dan warga yang pernyataannya viral di media sosial untuk datang ke kantor Koramil untuk memberikan klarifikasi atas pernyataannya. Oknum anggota militer tersebut juga mendatangi kediaman Ketua LMA Suku Gemna, Herit Anny, pada Senin (16/2/2026) pukul 16.00 WP sore.

“Ini membuat rasa tidak aman juga intimidasi bagi pihak keluarga,” katanya.

sawit
Warga membubarkan kegiatan sosialisasi perkebunan sawit PT Anugerah Sakti Internusa (ASI) di Kampung Nakna, Distrik Konda, Kabupaten Sorong Selatan, Sabtu (14/2/2026) – Jubi/IST

Kuasa Hukum LBH Papua Pos Sorong, Ambrosius, mengatakan bahwa tindakan anggota TNI yang menyuruh warga memberikan klarifikasi di kantor militer merupakan langkah yang tidak berdasar pada hukum.

Menurutnya, tindakan tersebut adalah upaya nyata untuk mengintervensi sikap warga negara yang seharusnya dijamin oleh undang-undang dalam menentukan nasib wilayah adat mereka.

Ambrosius menjelaskan bahwa peran dan fungsi TNI telah diatur secara ketat dalam Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025.

Ia menilai keterlibatan militer dalam urusan penolakan warga terhadap investasi perusahaan swasta sudah melampaui tugas pokok TNI sebagai alat pertahanan negara. Intervensi semacam ini dianggap sebagai pelanggaran disiplin militer yang berpotensi mencederai Hak Asasi Manusia (HAM).

LBH Papua Pos Sorong menuntut Komandan Kodim 1807/Sorong Selatan untuk memastikan seluruh bawahannya tidak melakukan tindakan di luar wewenang. Mereka juga meminta Kepolisian Militer Kodam XVIII/Kasuari untuk segera mengambil langkah penegakan hukum dan disiplin terhadap oknum yang terlibat guna menjamin keamanan masyarakat adat di Distrik Konda.

“Kami mendesak anggota TNI pada Koramil 1807-01/Teminabuan untuk tidak mengintervensi keputusan masyarakat adat, sebaliknya memastikan agar pihak perusahaan PT Anugerah Sakti Internusa tidak lagi kembali dan memaksa masyarakat menyerahkan wilayah adat mereka,” kata Ambrosius. (*)

Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua

Tags: Koramil 1807-01/Teminabuantolak PSNTolak Sawit
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Tambrauw

Mediasi Komnas HAM–Bupati Tambrauw, 5 DPO penyerangan Bamusbama serahkan diri

April 4, 2026
noken

Menjahit harapan dari noken: Cerita Yulita menghidupi keluarga

April 3, 2026

Gubernur Papua Barat sebut pekan depan ASN bekerja dari rumah setiap Jumat

April 1, 2026

Pertamina pastikan harga BBM tak berubah, Perindagkop Manokwari: Kami akan sidak

April 1, 2026

Aktivis pertanyakan kedatangan puluhan ekskavator di wilayah adat Imekko

April 1, 2026

Kasus pembunuhan ART di manokwari dilimpahkan ke Jaksa

April 1, 2026

Discussion about this post

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Gubernur Papua

Gubernur Fakhiri sebut banyak aset Pemprov Papua tercecer dan belum tercatat

April 4, 2026
venue

Evaluasi listrik venue PON Papua, PLN dan Pemprov akan lakukan survei kebutuhan daya

April 4, 2026
Mahasiswa

IPMAPAPARA dan mahasiswa Kawanua nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

April 4, 2026
LNG

JGC–Hyundai menang proyek LNG raksasa di Papua Nugini

April 4, 2026
beasiswa

ULMWP sebut beasiswa RI propaganda, Kedutaan RI bantah

April 4, 2026
Kaledonia Baru

UU Reformasi konstitusi Kaledonia Baru ditolak Majelis Nasional Prancis

April 4, 2026
Tambrauw

Mediasi Komnas HAM–Bupati Tambrauw, 5 DPO penyerangan Bamusbama serahkan diri

April 4, 2026
persipura

Kejar-kejaran tiket promosi ke Super League, bagaimana peluang Persipura?

April 2, 2026
beasiswa

Beasiswa LPDP-Australia Awards dibuka

April 2, 2026
ekskavator

Aktivis pertanyakan kedatangan puluhan ekskavator di wilayah adat Imekko

April 1, 2026
Peristiwa Dogiyai

Amnesty Internasional, ULMWP dan mahasiswa nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

April 3, 2026
LNG

JGC–Hyundai menang proyek LNG raksasa di Papua Nugini

April 4, 2026
gubernur

Ini penjelasan Gubernur Fakhiri terkait pemberhentian petugas kebersihan

March 31, 2026
Gubernur

Gubernur Papua Barat sebut pekan depan ASN bekerja dari rumah setiap Jumat

April 1, 2026
Gubernur Papua

Gubernur Fakhiri sebut banyak aset Pemprov Papua tercecer dan belum tercatat

0
venue

Evaluasi listrik venue PON Papua, PLN dan Pemprov akan lakukan survei kebutuhan daya

0
Mahasiswa

IPMAPAPARA dan mahasiswa Kawanua nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

0
LNG

JGC–Hyundai menang proyek LNG raksasa di Papua Nugini

0
beasiswa

ULMWP sebut beasiswa RI propaganda, Kedutaan RI bantah

0
Kaledonia Baru

UU Reformasi konstitusi Kaledonia Baru ditolak Majelis Nasional Prancis

0
Tambrauw

Mediasi Komnas HAM–Bupati Tambrauw, 5 DPO penyerangan Bamusbama serahkan diri

0

Trending

  • persipura

    Kejar-kejaran tiket promosi ke Super League, bagaimana peluang Persipura?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Beasiswa LPDP-Australia Awards dibuka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aktivis pertanyakan kedatangan puluhan ekskavator di wilayah adat Imekko

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Amnesty Internasional, ULMWP dan mahasiswa nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • JGC–Hyundai menang proyek LNG raksasa di Papua Nugini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara