Sorong, Jubi – Banjir yang melanda jalan poros Sayosa Zunook sejak Kamis, 15 Agustus 2024, telah melumpuhkan aktivitas warga di empat distrik, yakni Sayosa, Sayosa Timur, Maudus, dan Zunook.
Gustaf Maas, seorang warga Distrik Maudus, melaporkan bahwa banjir yang disebabkan oleh hujan deras telah berlangsung lebih dari satu minggu. Meskipun pemerintah Kabupaten Sorong sudah meninjau lokasi, hingga saat ini belum ada tindakan konkret yang dilakukan untuk mengatasi bencana tersebut.
“Kami meminta pemerintah Kabupaten Sorong untuk segera menangani banjir ini dengan serius,” ujar Gustaf.
Banjir ini telah menghambat aktivitas masyarakat, termasuk akses ke sekolah dan fasilitas kesehatan.
Moses Klouw, pemuda lainnya dari Distrik Maudus, juga mendesak pemerintah untuk segera bertindak.
“Kami adalah bagian dari Kabupaten Sorong, dan kami berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata agar masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti biasa,” tegasnya.
Banjir ini terjadi di Kampung Klawon (Kali Biru) dan Kali Pakis, mengisolasi warga dari empat distrik tersebut. Masyarakat berharap pemerintah Kabupaten Sorong segera mengambil tindakan serius untuk memulihkan kondisi dan mengembalikan aktivitas warga seperti semula.
Jalan menuju Distrik Sayosa Timur, Maudus, dan Zunook di Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, masih terendam banjir, terutama di Kampung Klawon, Distrik Sayosa Timur. Warga terpaksa menggunakan rakit untuk menyeberangi genangan air dan mengangkut kendaraan roda dua guna berbelanja bahan makanan di pusat Kabupaten Sorong.
Menurut Dody Aleman Wamblesa, banjir telah terjadi sejak 15 Agustus 2024 dan berlangsung hingga saat ini, 23 Agustus 2024. Ia menambahkan bahwa banjir seperti ini terjadi hampir setiap tahun pada bulan Agustus hingga September.
Dody juga menyoroti upaya pemerintah yang dinilai belum memadai. Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sorong pernah membuka jalan baru, namun tidak dilanjutkan dengan pengerasan menggunakan material sirtu, sehingga jalan tersebut tidak dapat dilalui kendaraan roda empat maupun roda dua.
“Pemerintah selalu cepat turun ke lokasi kejadian, tapi tindak lanjutnya sangat lambat. Saya meminta pemerintah Kabupaten Sorong dan Provinsi Papua Barat Daya segera bertindak mengatasi banjir ini karena akses masyarakat di sini lumpuh total,” pungkas Dody. (*)
























Discussion about this post