Ankara, Jubi – Lebih dari 80.000 orang telah dievakuasi di barat daya China setelah hujan lebat dan banjir bandang melanda daerah tersebut, kata media pemerintah pada Minggu (11/8).
Hujan deras telah mengguyur beberapa kota dan kabupaten di Provinsi Sichuan sejak Jumat (9/8), memicu banjir bandang yang merusak rumah-rumah, demikian menurut kantor berita Xinhua mengutip otoritas manajemen darurat provinsi tersebut.
Hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa. Otoritas setempat telah memperluas pemeriksaan, patroli, dan pemantauan untuk mencegah bencana sekunder yang dipicu oleh hujan.

Banjir bandang dan tanah longsor yang dipicu oleh hujan di kota Kangding, Sichuan, menyebabkan 27 orang tewas atau hilang pada 3 Agustus lalu.
Bencana tersebut terjadi pada Sabtu (3/8) sekitar pukul 03.30 waktu setempat di Kangding, Prefektur Otonom Etnis Tibet Garze, yang mengakibatkan jembatan terowongan roboh dan menghancurkan rumah-rumah di Desa Ridi.
Kementerian Sumber Daya Air Tiongkok dan Administrasi Meteorologi Tiongkok (China Meteorological Administration/CMA) pada Minggu (4/8) malam waktu setempat mengeluarkan peringatan oranye dan kuning untuk aliran air deras dari gunung (mountain torrent).
Dari Minggu hingga Senin (5/8) waktu setempat, aliran air deras dari gunung berpotensi tinggi melanda beberapa area tertentu di Liaoning dan Heilongjiang, menurut peringatan oranye yang dikeluarkan oleh dua departemen pemerintah tersebut.
Kedua departemen pemerintah itu juga mengeluarkan peringatan kuning untuk aliran air deras dari gunung di beberapa bagian di Liaoning, Jilin, Heilongjiang, Sichuan, Yunnan, dan Daerah Otonom Xizang.
Tiongkok memiliki sistem peringatan cuaca empat tingkat, dengan warna merah mewakili peringatan paling parah, diikuti oleh oranye, kuning, dan biru. (*)





















Discussion about this post