Jayapura, Jubi – Warga Kampung Ainong, yang terletak di Pemerintah Daerah Tingkat Lokal (LLG) Simbai, Middle Ramu, Provinsi Madang, Papua Nugini (PNG), meminta kehadiran polisi setelah kampung mereka diserang dan dihancurkan oleh sekelompok orang bersenjata.
Serangan terjadi pada Rabu, 14 November 2024, sekitar pukul 22.30 waktu setempat, ketika lebih dari 20 orang bersenjata menyerbu Kampung Ainong. Mereka mengejar penduduk, menjarah 21 rumah, serta membakar 14 rumah hingga rata dengan tanah. Hingga kini, lebih dari 200 warga termasuk pria, wanita, dan anak-anak, masih mengungsi dan tinggal di Gereja Anglikan.
Meskipun sudah tiga bulan sejak kejadian, penduduk belum bisa kembali membangun rumah mereka karena ancaman dari kelompok bersenjata yang diduga berasal dari Kampung Womuk.
Pemimpin masyarakat setempat, Morrison Wiam, mengatakan bahwa warga hidup dalam ketakutan. Ia meyakini serangan tersebut merupakan aksi balasan setelah warga melaporkan aktivitas ilegal, seperti produksi minuman keras, perjudian, dan gangguan keamanan, yang meningkat saat acara minum kopi pada 2 November 2024.
“Saat itu, kami melihat pemabuk mengejar orang, jadi kami melapor ke polisi Madang, termasuk Otoritas Pembangunan Distrik Middle Ramu,” ujar Wiam, dikutip Jubi dari tvwan.com.pg, Selasa (25/2/2025).
Dua hari setelah laporan tersebut, pada 4 November 2024, tiga anggota polisi dari Madang datang bersama Administrator Distrik Middle Ramu, Sucklyn Gi. Mereka menindak para produsen dan pemasok minuman keras serta meminta para pemabuk menyerahkan diri.
“Penduduk setempat diminta mengidentifikasi para tersangka, yang hanya menyerahkan sebagian peralatan produksi minuman keras mereka,” tambah Wiam.
Namun, 12 hari setelah polisi kembali ke Madang dengan helikopter bersama administrator distrik, kelompok bersenjata melakukan serangan terhadap Kampung Ainong.
Simbai merupakan wilayah terpencil di Provinsi Madang yang sulit diakses dan tidak memiliki kantor polisi, personel keamanan, maupun akses jalan. Akibatnya, warga terisolasi dan harus berjuang sendiri dalam menjaga keamanan.
“Kami mengimbau para pemimpin terpilih, khususnya Anggota DPR untuk Distrik Ramu Tengah dan Gubernur Madang, agar bekerja sama dengan pejabat pengadilan desa dan pemimpin masyarakat untuk memperkuat hukum dan ketertiban. Kami ingin Ainong dan Distrik Ramu Tengah menjadi tempat yang lebih aman,” ujar Wiam. (*)


























Discussion about this post