• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Mamta

Budaya pangan Suku Moi, identitas yang retak di tengah perubahan sosial dan ekonomi

February 25, 2025
in Mamta
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Aida Ulim - Editor: Edho Sinaga
Laksmi Adriani Savitri Peneliti Agraria dan Pangan saat mempresentasikan hasil penelitian tentang budaya pangan, tanah dan identitas orang Moi di dua kampung yaitu Kampung Sakarum dan Kampung Klatomok Sorong. Di STT Fajar Timur, Kota Jayapura, Papua pada Senin (24/02/2025).- Jubi/Aida Ulim

Laksmi Adriani Savitri Peneliti Agraria dan Pangan saat mempresentasikan hasil penelitian tentang budaya pangan, tanah dan identitas orang Moi di dua kampung yaitu Kampung Sakarum dan Kampung Klatomok Sorong. Di STT Fajar Timur, Kota Jayapura, Papua pada Senin (24/02/2025).- Jubi/Aida Ulim

0
SHARES
27
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Perubahan penguasaan lahan dan ekspansi proyek-proyek industri di Sorong, Papua Barat Daya, telah membawa dampak signifikan terhadap budaya pangan dan identitas masyarakat adat Moi.

Dalam diseminasi hasil penelitian yang dilakukan oleh Yayasan Masyarakat Kehutanan Lestari (YMKL) dan Yayasan Pusaka Bentala Rakyat (YPBR), ditemukan bahwa perubahan ini menyebabkan pergeseran pola konsumsi masyarakat Moi, yang kini semakin bergantung pada makanan dari luar.

Penelitian yang dilakukan oleh Laksmi Adriani Savitri menyoroti budaya pangan, tanah, dan identitas orang Moi di dua kampung, yaitu Kampung Sakarum dan Kampung Klatomok di Sorong. Kedua kampung ini memiliki cerita yang berbeda dalam menghadapi perubahan lingkungan dan sosial.

Kampung Sakarum, yang berdiri sejak 2013 sebagai pemekaran dari Kampung Klayas, kini terhimpit oleh industri ekstraktif, termasuk tambang migas, perkebunan kelapa sawit, dan tambang batu bara.

Dari total wilayah adat yang dulu tersedia, kini hanya sepertiganya yang masih dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan. Akibatnya, masyarakat semakin bergantung pada bahan makanan dari luar.

Sebaliknya, Kampung Klatomok masih memiliki kondisi alam yang relatif terjaga, tanpa perombakan hutan besar-besaran. Masyarakat di kampung ini masih bisa mengandalkan sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka.

“Sebagian besar tanah orang Moi di Sorong telah dialokasikan untuk berbagai proyek, seperti pertambangan, perkebunan sawit, proyek strategis nasional (PSN), smelter nikel, dan pembangunan waduk. Proses ini sudah berlangsung sejak era kolonial Belanda dan terus berlanjut hingga kini. Pertanyaannya, bagaimana masyarakat Moi dapat mempertahankan budaya pangannya dalam kondisi seperti ini?” ujar Laksmi Adriani Savitri saat diseminasi hasil penelitian di Jayapura, Papua, Senin (24/02/2025).

BERITATERKAIT

Usai nobar ‘Pesta Babi’, Cipayung Plus se-Kabupaten Sorong nyatakan sikap

Delapan komunitas anak muda adat terbentuk di Sorong Selatan

Perumahan tak ramah lingkungan, bupati Jayapura panggil ratusan pengembang

Transport, market space, and capital remain key challenges for Indigenous Papuan Women Traders

Menurut Laksmi, pola makan masyarakat Moi telah mengalami perubahan. Sebagian besar mulai mengadopsi pola makan yang lebih umum di Indonesia, seperti mengonsumsi nasi. Namun, di tengah perubahan tersebut, masyarakat Moi masih berusaha mempertahankan budaya pangan berbasis sagu.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

“Di beberapa tempat, ada yang sudah tidak lagi mengonsumsi sagu karena wilayah adat mereka telah diubah menjadi proyek industri. Namun, di tengah keterbatasan, orang Moi tetap mempertahankan budaya pangan mereka sebisa mungkin,” katanya.

Laksmi Adriani Savitri Peneliti Agraria dan Pangan saat mempresentasikan hasil penelitian tentang budaya pangan, tanah dan identitas orang Moi di dua kampung yaitu Kampung Sakarum dan Kampung Klatomok Sorong. Di STT Fajar Timur, Kota Jayapura, Papua pada Senin (24/02/2025).- Jubi/Aida Ulim
Laksmi Adriani Savitri Peneliti Agraria dan Pangan saat mempresentasikan hasil penelitian tentang budaya pangan, tanah dan identitas orang Moi di dua kampung yaitu Kampung Sakarum dan Kampung Klatomok Sorong. Di STT Fajar Timur, Kota Jayapura, Papua pada Senin (24/02/2025).- Jubi/Aida Ulim

Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa di Kampung Sakarum, banyak warga kehilangan akses terhadap tanah mereka sendiri. Hal ini menciptakan dinamika sosial baru, di mana individu atau keluarga yang tidak lagi memiliki tanah harus bergantung pada marga lain yang masih memiliki hak atas lahan.

“Ada fenomena ‘punya marga tapi tak bertanah.’ Orang Moi yang kehilangan tanah akhirnya harus bergantung pada marga lain yang masih memiliki hak atas lahan. Ini menyebabkan kontraksi dalam adat—di satu sisi ada solidaritas untuk saling membantu, tetapi di sisi lain, kondisi ini juga membuka peluang bagi perusahaan untuk lebih mudah menguasai tanah adat,” jelas Laksmi.

Ayub Paa, pemuda dari suku Moi, menganggap penelitian ini sebagai langkah penting untuk memahami dan mempertahankan budaya asli mereka. Ia menyoroti bagaimana perubahan lingkungan telah mengubah struktur sosial di masyarakat Moi.

“Penelitian ini sangat baik untuk membuka perspektif anak muda agar lebih memahami budaya kami. Pergeseran budaya tidak hanya terjadi dalam pola pangan, tetapi juga dalam kehidupan sosial. Di Sakarum, misalnya, laki-laki pemilik hak wilayah adat bisa saja menindas keluarga lain yang bermarga sama tetapi tidak memiliki tanah. Sebaliknya, di Kampung Klatomok, kehidupan sosial masih lebih harmonis, dengan praktik berburu dan bekerja bersama,” ungkapnya.

Menurut Ayub, perubahan akibat proyek industri telah memutus hubungan masyarakat Moi dengan hutan dan budaya pangan lokal. Hal ini perlu menjadi perhatian serius agar generasi mendatang tetap memahami dan melestarikan budaya mereka.

“Ini bukan hanya untuk generasi saya, tetapi juga untuk generasi berikutnya. Kita perlu mendiskusikan hasil penelitian ini secara luas di kalangan anak muda Moi agar kita bisa memahami apa yang telah hilang dan bagaimana cara menjaganya,” katanya.

Hasil penelitian ini diharapkan menjadi bahan evaluasi dan pembelajaran bagi masyarakat Moi dalam menghadapi perubahan yang terus terjadi. Dengan pemahaman yang lebih baik, mereka dapat mencari strategi untuk mempertahankan budaya pangan dan identitas mereka di tengah tantangan modernisasi dan ekspansi industri. (*)

Tags: ekspansi proyek industrilingkunganPapua Barat DayaPenelitianSorongSuku Moi
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Mahasiswa Mimika

Mimbar bebas: Mahasiswa Mimika desak usut penembakan di Tembagapura

May 19, 2026
Mahasiswa Paniai

Mahasiswa Paniai di kota studi Jayapura gelar mimbar bebas tolak DOB

May 19, 2026

Gereja di Jayapura gelar aksi pastoral tolak pembangunan dermaga militer

May 18, 2026

Konektivitas dan efisiensi anggaran hambat pembangunan di Mamberamo Raya

May 17, 2026

Buku Memoria Passionis seri ke-44 diluncurkan

May 16, 2026

Dipertanyakan, kinerja Fraksi Poksus DPR Kabupaten Jayapura

May 14, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey
  • Latest
  • Trending
  • Comments
Child shot

Child Shot During Military Operation in Puncak Dies After Weeks of Treatment

May 20, 2026
Condition of the Menawi–Semerbaba road section

Papua Provincial Government Accelerates Infrastructure Repairs in Yapen Islands Regency

May 20, 2026
Nobar Pesta Babi

Usai nobar ‘Pesta Babi’, Cipayung Plus se-Kabupaten Sorong nyatakan sikap

May 20, 2026
Paripurna DPRK Jayapura

DPRK Jayapura serahkan 35 rekomendasi atas LKPJ bupati 2025

May 20, 2026
Pemprov Papua Tengah

Pemprov Papua Tengah desain ketahanan kesehatan lewat ‘Ko Harus Sehat’

May 20, 2026
Papua Tengah

Pemenuhan SDM nakes merupakan kebutuhan mendesak di Papua Tengah

May 20, 2026
Jalur jembatan

Gubernur Fakhiri prioritaskan perbaikan jalur barat dan pengembangan bandara Yapen

May 20, 2026
Anak yang ditembak

Anak yang ditembak saat operasi militer di Puncak meninggal dunia

May 20, 2026
KNPB

Aktivis KNPB diingatkan pentingnya membangun kesadaran intelektual dan kolektivitas

May 20, 2026
KNPB

Aktivis KNPB Yahukimo dilaporkan ditangkap TNI-Polri

May 19, 2026
Film Pesta Babi

Film dokumenter Pesta Babi: Papua bukan tanah kosong

May 16, 2026
Mahasiswa Mimika

Mimbar bebas: Mahasiswa Mimika desak usut penembakan di Tembagapura

May 19, 2026
Gereja

Gereja di Jayapura gelar aksi pastoral tolak pembangunan dermaga militer

May 18, 2026
Nobar Film Pesta babi

Film Pesta Babi: Edukasi masalah yang dihadapi masyarakat di Tanah Papua

May 19, 2026
Child shot

Child Shot During Military Operation in Puncak Dies After Weeks of Treatment

0
Condition of the Menawi–Semerbaba road section

Papua Provincial Government Accelerates Infrastructure Repairs in Yapen Islands Regency

0
Nobar Pesta Babi

Usai nobar ‘Pesta Babi’, Cipayung Plus se-Kabupaten Sorong nyatakan sikap

0
Paripurna DPRK Jayapura

DPRK Jayapura serahkan 35 rekomendasi atas LKPJ bupati 2025

0
Pemprov Papua Tengah

Pemprov Papua Tengah desain ketahanan kesehatan lewat ‘Ko Harus Sehat’

0
Papua Tengah

Pemenuhan SDM nakes merupakan kebutuhan mendesak di Papua Tengah

0
Rumput laut

Gubernur Fakhiri bangun pabrik rumput laut di Kepulauan Yapen

0

English Stories

Child shot
Pacnews

Child Shot During Military Operation in Puncak Dies After Weeks of Treatment

May 20, 2026
Condition of the Menawi–Semerbaba road section
Pacnews

Papua Provincial Government Accelerates Infrastructure Repairs in Yapen Islands Regency

May 20, 2026
TPNPB
Pacnews

West Papuan National Liberation Army (TPNPB) Claims One Indonesian Soldier Killed in Retaliatory Attack After Two Members Die

May 19, 2026
Malaria
Pacnews

Jayapura Regency Records Indonesia’s Second-Highest Malaria Cases

May 19, 2026
public screening of Pesta Babi
Pacnews

‘Pesta Babi (Pig Feast)’ Documentary Seen as Public Education on Papua’s Challenges

May 19, 2026

Trending

  • Anak yang ditembak

    Anak yang ditembak saat operasi militer di Puncak meninggal dunia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aktivis KNPB diingatkan pentingnya membangun kesadaran intelektual dan kolektivitas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aktivis KNPB Yahukimo dilaporkan ditangkap TNI-Polri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Film dokumenter Pesta Babi: Papua bukan tanah kosong

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mimbar bebas: Mahasiswa Mimika desak usut penembakan di Tembagapura

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara