• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Domberai

ASTHMP ingatkan para kepala daerah terpilih terkait pelestarian lingkungan

February 20, 2025
in Domberai, Lingkungan
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Gamaliel Kaliele - Editor: Kristianto Galuwo
ASTHMP

Poster seruan ASTHMP dan Greenpeace, Papua Barat Daya. -Jubi/Gamaliel Kaliele 

0
SHARES
21
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Sorong, Jubi – Sejumlah pemuda adat Papua yang tergabung dalam Aliansi Selamatkan Tanah, Hutan, dan Manusia Papua atau ASTHMP menyerukan peringatan keras kepada para kepala daerah terpilih khususnya di Papua dan Papua Barat Daya. Peringatan ini disampaikan dalam momentum pelantikan serentak kepala daerah oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (20/2/2025).

Koordinator Umum ASTHMP, Fiktor Klafiyu, mengatakan bahwa pelantikan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan awal dari tanggung jawab besar bagi kepala daerah terpilih. Menurutnya, mereka memiliki kewajiban moral untuk memastikan keadilan bagi masyarakat adat Papua dan melindungi lingkungan hidup yang semakin terancam.

“Pemerintah daerah yang telah terpilih harus berkomitmen untuk melindungi hak-hak masyarakat adat dan menegakkan keadilan. Jangan sampai jabatan mereka justru menjadi alat untuk mempercepat eksploitasi sumber daya alam (SDA) yang merugikan rakyat Papua,” ujar Klafiyu.

Sementara itu, Koordinator Volunteer Greenpeace Indonesia basis Sorong, Soraya Do, juga mengatakan bahwa ketidakadilan terhadap masyarakat adat bukanlah hal baru. Ia menyoroti kasus Hendrikus Woro, pejuang lingkungan hidup dari Suku Awyu, yang bersama Koalisi Selamatkan Hutan Adat Papua memperjuangkan hak atas hutan adatnya. Sayangnya, Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan kasasi mereka, yang membuka jalan bagi ekspansi perusahaan kelapa sawit di Boven Digoel, Papua Selatan.

“Putusan ini menambah daftar panjang kegagalan negara dalam melindungi lingkungan dan hak masyarakat adat. Kami tidak ingin kepala daerah baru justru menjadi bagian dari masalah ini,” katanya.

Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah terpilih di Papua Barat Daya harus memahami, bahwa jabatan mereka bukan untuk melemahkan perjuangan masyarakat adat, dalam mempertahankan warisan budaya dan wilayah mereka.

Kritik anak muda Papua

BERITATERKAIT

Resolusi Arborek minta penambangan nikel di Raja Ampat dihentikan

Masyarakat adat Raja Ampat gelar jumpa akbar

Greenpeace Indonesia: Pemerintah sudah seharusnya mengevaluasi izin industri ekstraktif

Greenpeace ingatkan pemerintah tidak jadikan konferensi iklim COP30 panggung performatif

Dalam aksi simbolis, pemuda Papua di seluruh Indonesia turut menyuarakan keresahan mereka melalui tagar #KaburAjaDulu dan #IndonesiaGelap. Kampanye ini mencerminkan kekecewaan generasi muda terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai serampangan, tidak transparan, dan lebih menguntungkan oligarki ketimbang rakyat.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Soraya Do menyoroti berbagai regulasi kontroversial seperti UU Cipta Kerja, revisi UU KPK, UU Minerba, serta lambatnya pengesahan RUU Masyarakat Adat dan RUU Perampasan Aset.

“Sudah lebih dari dua dekade RUU Masyarakat Adat mandek, sementara kebijakan yang menguntungkan oligarki seperti UU Cipta Kerja bisa disahkan dengan cepat. Ini bukti nyata bahwa kepentingan masyarakat adat selalu diabaikan,” katanya.

Selain menyoroti kebijakan nasional, ASTHMP juga memperingatkan kepala daerah agar tidak sembarangan dalam menjalankan proyek pembangunan.

Fiktor Klafiyu menyatakan bahwa banyak PSN justru menjadi alat penggusuran masyarakat adat atas nama pembangunan. Ia menuntut agar pemerintah daerah di Papua Barat Daya mengedepankan transparansi, serta memperjuangkan kepentingan masyarakat adat dalam setiap kebijakan yang dibuat.

“Kami tidak ingin kepala daerah yang baru hanya menjadi perpanjangan tangan pemerintah pusat atau investor, tanpa mempertimbangkan dampak bagi masyarakat adat. Hak-hak tradisional dan wilayah adat harus diakui dan dihormati,” katanya.

Seruan: Pilih Bersuara

Sebagai bentuk perlawanan terhadap kebijakan yang merugikan rakyat, pemuda Papua juga menyerukan gerakan “Pilih Bersuara”. Mereka mengajak seluruh masyarakat sipil untuk terus mengkritisi kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat dan berjuang melawan oligarki yang menguasai pemerintahan.

“Cinta terhadap Indonesia bukan berarti diam melihat ketidakadilan. Kami akan terus bersuara untuk memastikan tanah, hutan, dan masyarakat Papua tidak menjadi korban kepentingan segelintir elit,” kata Soraya Do.

Ia mengatakan peringatan serius dari pemuda Papua terhadap kepala daerah yang baru dilantik, sekaligus menjadi pengingat bahwa masyarakat adat tetap akan berjuang mempertahankan hak mereka atas tanah dan lingkungan hidup yang lestari. (*)

Tags: Greenpeace IndonesiaPelestarian Lingkungan
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Raja Ampat

Resolusi Arborek minta penambangan nikel di Raja Ampat dihentikan

August 23, 2026
Raja Ampat

Masyarakat adat Raja Ampat gelar jumpa akbar

August 22, 2026

Greenpeace Indonesia: Pemerintah sudah seharusnya mengevaluasi izin industri ekstraktif

January 22, 2026

Greenpeace ingatkan pemerintah tidak jadikan konferensi iklim COP30 panggung performatif

November 8, 2025

Masyarakat Knasaimos ajukan penetapan hutan adat ke Kementerian Kehutanan

July 24, 2025

Kritik Industrialisasi Nikel, Aktivis Greenpeace Gelar Aksi di Konferensi Nikel Internasional di Jakarta

June 3, 2025

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Boven Digoel customary council backs Awyu community in opposing the National Strategic Project
19 September 2026
Boven Digoel customary council backs Awyu community in opposing the National Strategic Project

Jayapura, Jubi – The Boven Digoel Customary Community Institution (LMA) in South Papua has declared its support for the Awyu [...]

Vocational training gives students with disabilities a pathway to independence
19 September 2026
Vocational training gives students with disabilities a pathway to independence

Jayapura, Jubi – Pembina Papua State Special School (SLB Negeri Pembina Papua) is expanding vocational education for students with disabilities [...]

Amnesty International Indonesia calls for end to killings of civilians in Papua
18 September 2026
Amnesty International Indonesia calls for end to killings of civilians in Papua

Jayapura, Jubi – Amnesty International Indonesia has called for an end to the killing of civilians in Papua by armed [...]

Dialogue and understanding Papua’s history key to peace, speakers say
18 September 2026
Dialogue and understanding Papua’s history key to peace, speakers say

Jayapura, Jubi — Pastor Yance Douw of the Jayapura Diocese says dialogue, access to information, solidarity and a better understanding [...]

The West Papua National Liberation Army (TPNPB) Kodap Ndugama claims responsibility for fatal shooting on Wamena-Nduga road
17 September 2026
The West Papua National Liberation Army (TPNPB) Kodap Ndugama claims responsibility for fatal shooting on Wamena-Nduga road

Jayapura, Jubi – The West Papua National Liberation Army (TPNPB) has claimed responsibility for the shooting that killed a driver, [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Kursi, Pendidikan, Sekolah Rusak

Tak ada kursi, lantai pun jadi

September 19, 2026
e-Sport

Kabupaten Jayapura gelar kompetisi e-sport Mobile Legend Bang-bang

September 19, 2026
Papua Barat

Warga Papua Barat mengucapkan selamat HUT kemerdekaan PNG ke 51 tahun

September 19, 2026
PNG

PNG naikkan gaji guru 30 persen selama tiga tahun ke depan

September 19, 2026
Hutan di PNG

PBB mendesak PNG lindungi hak atas tanah masyarakat adat

September 19, 2026
Presiden Lai Ching-te

Presiden Lai Ching-te sebut Tuvalu dan Taiwan seperti saudara

September 19, 2026
PEPARDA Papua Tengah

PEPARDA I Papua Tengah: Ruang disabilitas untuk berprestasi

September 19, 2026
PNG

PNG naikkan gaji guru 30 persen selama tiga tahun ke depan

September 19, 2026
Persipura ditahan imbang Kendal Tornado FC

Persipura ditahan imbang Kendal Tornado FC

September 18, 2026
Pendidikan

Anak-anak PNG diminta prioritaskan Pendidikan

September 18, 2026
Bougainville

Para pemilik tanah adat tambang Panguna di Bougainville adakan pembicaraan

September 18, 2026
Sekolah Rakyat

Pemerintah siapkan Rp1 Triliun untuk bangun Sekolah Rakyat di Papua

September 18, 2026
Hutan di PNG

PBB mendesak PNG lindungi hak atas tanah masyarakat adat

September 19, 2026
Gubernur Fakhiri

Gubernur Fakhiri sampaikan tantangan pembangunan Papua ke pemerintah pusat

September 18, 2026
Kursi, Pendidikan, Sekolah Rusak

Tak ada kursi, lantai pun jadi

0
e-Sport

Kabupaten Jayapura gelar kompetisi e-sport Mobile Legend Bang-bang

0
Papua Barat

Warga Papua Barat mengucapkan selamat HUT kemerdekaan PNG ke 51 tahun

0
PNG

PNG naikkan gaji guru 30 persen selama tiga tahun ke depan

0
Hutan di PNG

PBB mendesak PNG lindungi hak atas tanah masyarakat adat

0
Presiden Lai Ching-te

Presiden Lai Ching-te sebut Tuvalu dan Taiwan seperti saudara

0
PEPARDA Papua Tengah

PEPARDA I Papua Tengah: Ruang disabilitas untuk berprestasi

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara