Jayapura, Jubi – Sekretaris Eksekutif United Liberation Movement West Papua (ULMWP), Markus Haluk mengatakan, seluruh warga Papua Barat mengucapkan selamat hari ulang tahun atau HUT kemerdekaan Papua New Guinea (PNG) yang ke-51 tahun pada 16 September 2026.
Katanya, sebagai negara demokrasi PNG selalu menghargai kebebasan maupun kehidupan sesama bangsa Melanesia.
“Ulang tahun kemerdekaan PNG juga ulang tahun warga Melanesia di Papua Barat atas nama warga Papua Barat kami mengucapkan puji syukur atas kemerdekaan ini,” kata Markus Haluk kepada Jubi di Jayapura, Jumat (18/9/2026).
Menurut Haluk, sebagai sesama Melanesia, pihaknya sangat paham terhadap apa yang menjadi tantangan PNG ke depan.
Salah seorang warga Papua, di Kota Jayapura Johan juga mengucapkan selamat ulang tahun kepada negara tetangga Papua New Guinea yang ke-51 tahun, semoga selalu damai sebagai negara Kristen terbesar di Pasifik.
Parlemen Papua Nugini telah meloloskan amandemen konstitusional yang secara resmi mengakui negara tersebut sebagai negara Kristen.
Hal ini ditegaskan dalam keputusan yang dibuat pada Selasa (12/3/2025) dan telah memperoleh dukungan mayoritas sebanyak 80 suara dan hanya empat suara yang menentang.
Dilaporkan bahwa dalam amandemen tersebut telah memperkenalkan sebuah deklarasi dalam pembukaan konstitusi, demikian dikutip Jubi dari RNZ Pasifik, Jumat (14/3/2025).
Pembukaan itu berbunyi: “(Kami) mengakui dan menyatakan Tuhan, Bapa; Yesus Kristus, Putra; dan Roh Kudus, sebagai Pencipta dan Pemelihara seluruh alam semesta dan sumber kekuatan dan wewenang kami, yang didelegasikan kepada rakyat dan semua orang dalam yurisdiksi geografis Papua Nugini.”
Selain itu, agama Kristen sekarang akan tercermin dalam Tujuan Kelima Konstitusi, dan Alkitab akan diakui sebagai simbol nasional.
Perdana Menteri James Marape, seorang pendukung vokal amandemen tersebut, menyatakan sangat berbahagia dengan capaian tersebut.
“Saya bahagia,” katanya.
“Amandemen konstitusi ini akhirnya mengakui negara kita sebagai negara Kristen. Hal ini mencerminkan, dalam bentuk tertinggi, peran gereja Kristen dalam pembangunan kita sebagai sebuah negara,” tambahnya.
Amandemen tersebut menyusul konsultasi ekstensif yang dilakukan oleh Komisi Reformasi Hukum Tata Negara PNG pada tahun 2022. Masyarakat, gereja, dan kelompok masyarakat sipil di seluruh negeri terlibat dalam diskusi, dengan dukungan luas untuk perubahan tersebut.(*)





















Discussion about this post