Sentani, Jubi – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu atau DPM-PTSP Kabupaten Jayapura menggelar kompetisi Mobile Legend Bang-bang atau MLBB di Sentani, ibu kota Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, mulai Jumat (18/9/2026). Kompetisi e-sport itu diikuti ratusan peserta dari Kabupaten Jayapura, Kota Jayapura, Kabupaten Keerom, dan Kabupaten Sarmi.
Kompetisi MLBB itu dibuka oleh Wakil Bupati Jayapura Harris Richard Yoku selaku Ketua KONI Kabupaten Jayapura pada Jumat. Dalam sambutannya, Yoku memuji penyelenggaraan kompetisi itu, namun mengingatkan para peserta untuk tidak terjebak dengan interaksi dunia maya di internet, lalu mengabaikan berinteraksi di dunia nyata.
“Sa [saya] tra usah [tidak] baca sambutan ini, sa sudah tau kam [kalian] semua sudah tra sabar untuk bertanding. Yang terpenting adalah tetap jaga kebersamaan, kekompakan, dan tetap semangat junjung sportivitas,” ujar Yoku yang lantas menabuh tifa sebagai tanda dibukanya kompetisi itu.
Setelah membuka kompetisi e-sport itu, Yoka dan Kepala DPM-PTSP Kabupaten Jayapura berkeliling ke sejumlah anjungan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berjualan di lokasi kompetisi. “Mewakili Bupati Jayapura, saya sangat apresiasi iven yang dilaksanakan DPM-PTSP. Selain olahraga, [acara ini] juga melibatkan para pengusaha UMKM. Sudah pasti perputaran ekonomi terjadi. Saya menyampaikan selamat bertanding dan sukses bagi kita semua,” ujar Yoku.
Kepala DPM-PTSP Kabupaten Jayapura, Gustaf Griapon dalam laporannya menjelaskan bahwa tujuan kompetisi MLBB itu adalah membangun sportivitas, kreativitas, dan disiplin kerja sama setiap tim. Kompetisi itu diharapkan juga menumbuhkan ekonomi kreatif berbasis digital, serta membangun interaksi positif antara Pemerintah Kabupaten Jayapura, pemuda, komunitas, dunia usaha, dan masyarakat.
Menurutnya, DPM-PTSP Kabupaten Jayapura juga memanfaatkan perhelatan itu sebagai ajang sosialisasi kewirausahaan dan tata cara pelayanan perizinan kepada generasi muda. Salah satu sosialisasi itu mengenai Surat Edaran Bupati Jayapura terkait Persetujuan Bangunan Gedung atau PBG.
“Kegiatan akan berlangsung selama dua hari, dan pesertanya ada 32 tim. Setiap tim terdiri dari lima orang dan seorang cadangan. Jadi total ada 190 peserta,” ujar Griapon.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan penyelenggaraan kompetisi itu berkat dukungan berbagai pihak—mulai dari perbankan, perusahaan swasta, badan usaha daerah, perusahaan telekomunikasi, komunitas kopi, dan para pelaku UMKM di Kabupaten Jayapura maupun di Kota Jayapura.
“Sebagai ketua e-sport Kabupaten Jayapura, saya mengapresiasi keterlibatan para peserta. [Jumlah peserta] iven kali ini yang terbanyak [dibanding] iven-iven sebelumnya [yang] hanya [diikuti] 10 – 15 tim. Tandanya, olahraga e-sport sangat diminati anak-anak usia sekolah dan para pemuda,” kata Griapon. (*)



Discussion about this post