• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Domberai

Masyarakat adat Raja Ampat gelar jumpa akbar

August 22, 2026
in Domberai, Seni & Budaya
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Theo Kelen - Editor: Aryo Wisanggeni G
Raja Ampat

Jumpa akbar masyarakat adat Raja Ampat atau Heyul Pelei Koranu Fyak di Kampung Arborek, Distrik Meon Mansar, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Daya yang berlangsung pada, 20-23 Agustus 2026. - Jubi/Theo Kelen

0
SHARES
212
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Waisai, Jubi – Masyarakat adat Raja Ampat menggelar jumpa akbar atau Heyul Pelei Koranu Fyak di Kampung Arborek, Distrik Meon Mansar, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Daya. Pertemuan akbar masyarakat adat Raja Ampat ini berlangsung pada 20-23 Agustus 2026.

Pertemuan akbar masyarakat adat Raja Ampat ini diikuti setidaknya 20 sub-suku di Raja Ampat dan perwakilan masyarakat adat dari luar negeri. Mereka datang dari Amazon, Kamerun, dan Malaysia. Jumpa akbar ini diselenggarakan oleh Forum Gelar Senat Masyarakat Adat Raja Ampat, berkolaborasi dengan Institut Yayasan Unggul Sinergi Byak Abdi atau USBA dan Greenpeace Indonesia.

Sejumlah 20 sub suku yang hadir dalam forum  ini terdiri atas Sub Suku Ambel, Langanyan, Wawiyai, Kawe, Batta, Tepin, Fiawat/Feyat, Parajau, Butli, Moi Hena, Saworof, Howoloh, Kahmuna, Matlow, Matbat. Selain itu ada suku Wardo, USBA, Umkai, Betew dan Kafdarun. Sub suku Raja Ampat itu tersebar mendiami di Teluk Mayalibit, Pulau Waigeo, Pulau Salawati, Pulau Batanta dan Pulau Misool.

Kepala Kampanye Hutan Global Greenpeace Indonesia, Kiki Taufik mengatakan jumpa akbar ini menjadi ruang berbagi pengetahuan dan berbagai pengalaman masyarakat adat Raja Ampat. Ruang ini juga sekaligus membangun dan memperkuat solidaritas masyarakat adat di Raja Ampat dalam mempertahankan wilayah adatnya.

“Sebenarnya, kami buat temu akbar ini bermula dari kampanye Save Raja Ampat tahun lalu. Salah satu dampak kampanyenya dari sisi konservasi bahwa ada empat Izin Usaha Pertambangan atau IUP dicabut. Tetapi perusahaan tambang berusaha memecah belah masyarakat adat di Raja Ampat, sehingga kami mencoba meminimalisir perpecahan di antara masyarakat adat,”  kata Kiki di Arborek, Raja Ampat, pada Jumat (21/8/2026).

Raja Ampat
Peserta jumpa akbar masyarakat adat Raja Ampat atau Heyul Pelei Koranu Fyak disambu secara adat di Kampung Arborek, Distrik Meon Mansar, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Daya, pada Kamis (21/08/2026) – Jubi/Theo Kelen

Kiki mengatakan Raja Ampat saat ini menghadapi ancaman pertambangan, terutama pertambangan nikel yang akan merusak tanah, laut, dan hutan mereka. Tantangan lainnya, praktik ilegal fishing berupa penangkapan ikan memakai bom ikan di wilayah Raja Ampat.

“Dalam laporan kami, Raja Ampat belum sepenuhnya aman [dari pertambangan]. Ini ancaman yang sewaktu-waktu [bisa meningkat]. Karena izin sudah ada [di tangan] mereka, [perusahaan] bisa buka kapan saja. Kalau melihat secara keseluruhan, tantangan Raja Ampat itu tambang,” ujarnya.

BERITATERKAIT

Tambang masih mengancam Raja Ampat

Masyarakat adat Papua minta pemerintah percepat penetapan hutan adat

Masyarakat adat Papua mandiri dari kelola hutan ulayat

Perusahaan Ok Tedi terapkan radar baru pantau lereng tambang terbuka

Kiki berharap pertemuan besar masyarakat adat Raja melahirkan komitmen dalam memproteksi dan menjaga wilayah adat Raja Ampat maupun Papua Barat Daya. Kiki mengatakan hasil komitmen masyarakat adat Raja Ampat nanti akan di bawa ke pertemuan Conference of the Parties to the Convention on Biological Diversity (CBD COP) di Armenia pada 2026.

“[Masalah di Raja Ampat] memang kompleks, tapi yang paling membahayakan tambang. Sambil menguatkan masyarakat adat, kami mendorong supaya di akhir mereka mengeluarkan pernyataan sikap yang memproteksi Raja Ampat dan menjaga wilayah adat,” katanya.

Direktur Institut USBA, Charles Imbir mengatakan pembangunan di Raja Ampat saat ini menggusur hutan, laut, dan tanah masyarakat Raja Ampat. Pembangunan juga memperburuk hubungan kekerabatan sosial di Raja Ampat.

“[Ada yang] mati dibunuh karena menjaga hutan Batanta. Gara-gara jaga hutan, ditikam sampai mati. Raja Ampat sudah diperjuangkan dengan cukup lama di masa lampau. [Semoga] kejadian 20 tahun lalu tidak terulang di tempat ini, dan kami berkumpul untuk menghormati orang sudah berjuang menjaga alam [Raja Ampat],” ujarnya.

Imbir mengatakan kejayaan Raja Ampat yang telah dijaga oleh leluhur kini secara perlahan rusak akibat kehadiran pertambangan, khususnya pertambangan nikel. “20 tahun lalu Raja Ampat cukup hebat, [karena] orangtua berhasil menjaga Raja Ampat [dari] pembangunan yang merusak, bahkan merusak kami punya hubungan sosial. Suku-suku ini hampir bercerai berai. Tambang [hari ini] masuk di [Pulau] Manyaifun atau [Pulau] Batang Pele, konflik sosial terjadi. Kami tidak mau suku-suku kami dibentrokan karena orang lain datang ambil barang, dan mereka tidak izin,” katanya.

Raja Ampat
Spanduk bertuliskan ‘Masyarakat Adat Benteng Terakhir Iklim Dunia’ yang dibentangkan di lokasi pertemuan akbar masyarakat adat Raja Ampat atau Heyul Pelei Koranu Fyak di Kampung Arborek, Distrik Meon Mansar, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Daya yang berlangsung pada 20-23 Agustus 2026. – Jubi/Theo Kelen

Imbir mengatakan forum ini menjadi kesempatan berkumpul dan bercerita bersama-sama tentang masa depan Raja Ampat. Imbir mengatakan butuh komitmen kerja sama sesama masyarakat adat untuk menjaga Raja Ampat.

“Ini namanya gelar senat. Gelar senat duduk bersama-sama, berdiri sama tinggi, duduk sama rendah, lalu berdiskusi, ambil kesimpulan. Di Arborek ini, mudah-mudahan kesimpulan yang kami buat ini membuat Raja Ampat semakin kuat dengan ide surga terakhir di bumi. Hari ini kami memulai dengan cara kami, bagaimana sumber daya alam yang diberikan Tuhan kepada leluhur  dikelola untuk kebaikan bersama,” ujarnya.

Ketua Pokja Adat Majelis Rakyat Papua Barat Daya, Mesak Mambraku mengatakan pihaknya menyambut baik dan mengapresiasi jumpa akbar masyarakat adat Raja Ampat. Mabraku mengatakan jumpa akbar sebagai langkah maju yang dianisi generasi muda bersama masyarakat adat untuk menjaga keutuhan dan istiadat  Raja Ampat.

Mambraku beberapa poin penting dapat dibahas dalam jumpa akbar, di antaranya perlindungan hak-hak adat dan perlindungan wilayah adat, pelestarian nilai-nilai kultural  dan lingkungan hidup. Serta penjaringan aspirasi dalam pemanfaatan dana otonomi khusus bagi masyarakat adat di Papua Barat Daya.

“Hasil pertemuan ini bisa menjadi output dan rekomendasi untuk menjadi atensi Majelis Rakyat Papua untuk diteruskan kepada pemerintah daerah dan pemerintah pusat di Jakarta. Itu harapan kami Majelis Rakyat Papua,” kata Mambraku di Arborek, pada Jumat (21/8/2026). (*)

Tags: Greenpeace IndonesiaHeyul Pelei Koranu FyakMasyarakat AdatPertambangan NikelTambang
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Raja Ampat, Tambang, Nikel

Tambang masih mengancam Raja Ampat

October 20, 2026
Pemetaan Hutan Ulayat, Hutan Adat

Masyarakat adat Papua minta pemerintah percepat penetapan hutan adat

October 12, 2026

Masyarakat adat Papua mandiri dari kelola hutan ulayat

October 9, 2026

Perusahaan Ok Tedi terapkan radar baru pantau lereng tambang terbuka

September 30, 2026

Penghubung KY Papua dorong masyarakat adat terlibat mengawasi integritas hakim

September 29, 2026

Polisi didesak hentikan kriminalidasi terhadap masyarakat adat Malind

September 22, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Amnesty urges Indonesia to stop suppressing forest fire protest and declare national disaster
24 October 2026
Amnesty urges Indonesia to stop suppressing forest fire protest and declare national disaster

Jayapura, Jubi – Amnesty International has called on the government to stop suppressing protest over forest and land fires and [...]

Residents condemn suspected forest arson in Papua Highlands
24 October 2026
Residents condemn suspected forest arson in Papua Highlands

Jayapura, Jubi – Residents of Mulima village in Libarek district, Jayawijaya regency, Papua Highlands, have condemned suspected arson after a [...]

Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara
23 October 2026
Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara

Jayapura, Jubi – The Papua Justice and Human Integrity Foundation (YKKMP) has reported alleged military sweeps, intimidation, interrogations and physical [...]

Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land
23 October 2026
Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land

Jayapura, Jubi – The Ateta clan, an Indigenous customary law community of the Sumuri people in Teluk Bintuni Regency, West [...]

Klagilit clan demands accountability from coal mining companies
22 October 2026
Klagilit clan demands accountability from coal mining companies

Sorong, Jubi – The Indigenous Moi community’s Klagilit clan has called on PT Megapura Prima Industri (MPI) and PT Gelora [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Bintang Kejora di nisa Filep Karma

Motif Bintang Kejora di nisan Filep Karma ditimpa cat Merah Putih

October 24, 2026
Kunang-kunang dan hilangnya habitat

Kunang-kunang dan hilangnya habitat akibat alih fungsi lahan

October 24, 2026
Timika dan Nabire potensi pengembangan berbagai sektor

Gubernur Nawipa: Timika dan Nabire berpotensi untuk pengembangan berbagi sektor

October 24, 2026
Kemasan kopi Papua Tengah

Gubernur Nawipa: Kemasan kopi Papua Tengah mesti dibuat menarik

October 24, 2026
Petani Kopi Mimika

Pemprov Papua Tengah serahkan bantuan alat pascapanen kopi kepada petani Mimika

October 24, 2026
Solomon berkomitmen dengan Indonesia

PM Kepulauan Solomon berkomitmen memperkuat hubungan dengan Indonesia

October 24, 2026
Hubungan Israel dengan Pasifik

Wakil PM Fiji: Hubungan Israel dan Pasifik alami, abadi, nyata

October 24, 2026
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

October 23, 2026
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

October 23, 2026
Protes Karhutla dan bencana nasional

Hentikan pembungkaman protes Karhutla dan tetapkan status bencana nasional

October 24, 2026
Berkas perzinaan komisioner KPU

Berkas dugaan perzinaan komisioner KPU Papua Barat telah P21

October 24, 2026
Pengembangan pertanian dan perikanan di Mamberamo Raya

Pemkab Mamberamo Raya jajaki kerja sama pengembangan pertanian dan perikanan

October 23, 2026
Tambang emas Makimi

Berebut emas di Makimi, masyarakat adat dapat apa?

October 23, 2026
Calon Ketum PSSI Papua Barat

Komite Pemilihan tetapkan empat calon Ketum PSSI Papua Barat

October 24, 2026
Bintang Kejora di nisa Filep Karma

Motif Bintang Kejora di nisan Filep Karma ditimpa cat Merah Putih

0
Kunang-kunang dan hilangnya habitat

Kunang-kunang dan hilangnya habitat akibat alih fungsi lahan

0
Timika dan Nabire potensi pengembangan berbagai sektor

Gubernur Nawipa: Timika dan Nabire berpotensi untuk pengembangan berbagi sektor

0
Kemasan kopi Papua Tengah

Gubernur Nawipa: Kemasan kopi Papua Tengah mesti dibuat menarik

0
Petani Kopi Mimika

Pemprov Papua Tengah serahkan bantuan alat pascapanen kopi kepada petani Mimika

0
Solomon berkomitmen dengan Indonesia

PM Kepulauan Solomon berkomitmen memperkuat hubungan dengan Indonesia

0
Hubungan Israel dengan Pasifik

Wakil PM Fiji: Hubungan Israel dan Pasifik alami, abadi, nyata

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : [email protected]

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara