• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Domberai

Usai nobar ‘Pesta Babi’, Cipayung Plus se-Kabupaten Sorong nyatakan sikap

May 20, 2026
in Domberai
Reading Time: 2 mins read
0
Penulis: Gamaliel Kaliele - Editor: Arjuna Pademme
Nobar Pesta Babi

Cipayung Plus Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya saat nobar film Pesta Babi di sekretariat PMKRI Kabupaten Sorong pada 17 Mei 2026 - Jubi/Gamaliel Kaliele

0
SHARES
693
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Sorong, Jubi – Aliansi Cipayung Plus se-Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya menyatakan sejumlah poin pernyataan sikap usai menggelar nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi Kolonialisme di Zaman Kita, di Kabupaten Sorong pada 17 Mei 2026.

Aliansi Cipayung Plus se-Kabupaten Sorong terdiri dari DPC PMKRI Aimas, DPC GMNI Kabupaten Sorong, DPC HMI Kabupaten Sorong, BPC GMKI Malamoi, dan Komcab Pemuda Katolik Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya.

Ketua DPC PMKRI Aimas, Silvester Mate menegaskan bahwa situasi yang sedang terjadi di Tanah Papua kini, merupakan bentuk kolonialisme gaya baru yang dibungkus dengan istilah investasi, hilirisasi, pembangunan nasional, dan Program Strategis Nasional (PSN).

Menurut Mate, setelah pihaknya menonton dan mencermati film dokumenter Pesta Babi Kolonialisme di Zaman Kita, sangat jelas bahwa rakyat di Tanah Papua sedang menghadapi bentuk penjajahan modern.

“Negara hadir membawa proyek-proyek besar atas nama pembangunan, tetapi yang dikorbankan adalah masyarakat adat, tanah ulayat, hutan adat, sungai, gunung, dan masa depan Orang Asli Papua,” kata Silvester Mate, Rabu (20/5/2026).

Katanya, pemerintah selalu berbicara tentang kesejahteraan dan pembangunan. Akan tetapi fakta di lapangan menunjukkan masyarakat adat kehilangan tanah, kehilangan sumber makanan, kehilangan hutan, bahkan kehilangan hak hidup secara bermartabat di negerinya sendiri.

“Ini bukan pembangunan, tetapi penghancuran yang dilegalkan negara. Rakyat Papua dipaksa menyaksikan hutannya dibabat, tanahnya diukur tanpa persetujuan, dan aparat keamanan dikirim mengawal investasi. Negara lebih sibuk menjaga kepentingan perusahaan dibanding melindungi rakyat adat yang selama ratusan tahun hidup menjaga hutan Papua,” ucapnya.

BERITATERKAIT

Film dokumenter Pesta Babi diputar 17 kali di sejumlah negara Eropa

Kasus ISPA di Kota Sorong capai 6.627 selama dua bulan terakhir

Kabut asap di Kota Sorong diduga akumulasi dari daerah lain

Pemuda adat Moi memberikan waktu Pemkab Sorong menjawab tuntutan

Ketua DPC GMNI Kabupaten Sorong, Yeheskel Kalasuat, menyoroti lambannya pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Masyarakat Adat oleh DPR RI.

Ia menilai negara sengaja membiarkan masyarakat adat tetap lemah secara hukum agar tanah adat mudah diambil untuk kepentingan investasi.

“Kami mendesak DPR RI segera membahas dan mengesahkan RUU Masyarakat Adat menjadi undang-undang. Sudah terlalu lama masyarakat adat dibiarkan tanpa perlindungan hukum yang jelas, sementara perusahaan dan investor terus diberikan karpet merah untuk masuk menguasai tanah adat,” ujar Yeheskel Kalasuat.

Menurut Yeheskel, ketidakseriusan negara dalam mengesahkan RUU Masyarakat Adat menunjukkan pemerintah lebih berpihak kepada modal dibanding rakyat adat.

“Kalau negara benar-benar berpihak kepada masyarakat adat, maka seharusnya Undang-Undang Masyarakat Adat sudah lama disahkan. Tetapi sampai hari ini terus ditunda karena negara takut kepentingan korporasi terganggu,” katanya.

Katanya, masyarakat adat Papua selama ini selalu diposisikan sebagai penghambat pembangunan ketika mempertahankan tanah leluhur mereka sendiri.

Ketika masyarakat adat mempertahankan tanahnya, mereka dicap anti pembangunan, separatis, penghambat investasi, bahkan berhadapan dengan intimidasi aparat keamanan padahal mereka hanya mempertahankan hak hidup mereka sendiri. Ini sangat tidak adil.

Adapun pernyataan sikap bersama Aliansi Cipayung Plus se-Kabupaten Sorong bersama masyarakat adalah mendesak pemerintah pusat menghentikan PSN di seluruh wilayah Tanah Papua, dan mendesak DPR RI segera membahas dan mengesahkan RUU Masyarakat Adat menjadi Undang-Undang.

Mendesak Presiden RI mengevaluasi kembali Perpres Nomor 15 Tahun 2024 tentang Program Strategis Nasional dan memperhatikan Undang-Undang Otsus Papua Nomor 2 Tahun 2021 tentang keberpihakan dan perlindungan terhadap Orang Asli Papua serta masyarakat hukum adat.

Mendesak Pemerintah dan DPR RI segera mencabut Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Perppu Cipta Kerja (Omnibus Law) karena dinilai menjadi alat perampasan tanah adat dan penghancuran lingkungan hidup di Tanah Papua.

Aliansi mahasiswa dan organisasi kepemudaan itu menilai, pendekatan pembangunan yang dipaksakan negara di Papua selama ini lebih mengedepankan kekuasaan dan kepentingan modal dibanding dialog yang manusiawi dengan masyarakat adat. (*)

Tags: CipayungNobarPesta BabiSorong
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Film dokumenter pesta babi di Eropa

Film dokumenter Pesta Babi diputar 17 kali di sejumlah negara Eropa

October 21, 2026
ISPA di Kota Sorong

Kasus ISPA di Kota Sorong capai 6.627 selama dua bulan terakhir

October 6, 2026

Kabut asap di Kota Sorong diduga akumulasi dari daerah lain

October 4, 2026

Pemuda adat Moi memberikan waktu Pemkab Sorong menjawab tuntutan

September 20, 2026

LBH Papua Sorong pertanyakan laporan penganiayaan yang diduga dilakukan polisi

September 13, 2026

Warga Kampug Baros di Kabupaten Sorong kesulitan air bersih

September 3, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara
23 October 2026
Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara

Jayapura, Jubi – The Papua Justice and Human Integrity Foundation (YKKMP) has reported alleged military sweeps, intimidation, interrogations and physical [...]

Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land
23 October 2026
Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land

Jayapura, Jubi – The Ateta clan, an Indigenous customary law community of the Sumuri people in Teluk Bintuni Regency, West [...]

Klagilit clan demands accountability from coal mining companies
22 October 2026
Klagilit clan demands accountability from coal mining companies

Sorong, Jubi – The Indigenous Moi community’s Klagilit clan has called on PT Megapura Prima Industri (MPI) and PT Gelora [...]

Papua children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua wins Global Peace and Friendship award  
22 October 2026
Papua children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua wins Global Peace and Friendship award  

Jayapura, Jubi – Indonesian children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua has won the Global Peace and Friendship [...]

Documentary Pesta Babi screened 17 times across Europe
21 October 2026
Documentary Pesta Babi screened 17 times across Europe

Jayapura, Jubi – The documentary Pesta Babi (Pig Feast) – Colonialism in Our Time was screened 17 times across several [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Tambang emas Makimi

Berebut emas di Makimi, masyarakat adat dapat apa?

October 23, 2026
Peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

Dinkes Papua Tengah upayakan peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

October 23, 2026
Pembakaran hutan

Warga mengecam dugaan pembakaran hutan di Distrik Libarek

October 23, 2026
Undang-undang Media Sosial Fiji

PM Fiji mempertimbangkan adanya undang-undang media sosial

October 23, 2026
Australia dan Indonesia

Australia dan Indonesia memperdalam kemakmuran melalui kerja sama ekonomi

October 23, 2026
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

October 23, 2026
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

October 23, 2026
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

October 23, 2026
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

October 23, 2026
Pengembangan pertanian dan perikanan di Mamberamo Raya

Pemkab Mamberamo Raya jajaki kerja sama pengembangan pertanian dan perikanan

October 23, 2026
Pemkab Jayapura lengkapi dokumen kerja

Pemkab Jayapura lengkapi dokumen kerja sama dengan PT Palma Pertiwi Makmur

October 22, 2026
Pemkab siapkan lokasi bagi siswa SD Inpres Doyo

Pemkab siapkan lokasi belajar sementara bagi siswa SD Inpres Doyo Baru

October 22, 2026
YKKMP laporkan penyisiran dan penganiayaan

YKKMP laporkan penyisiran dan dugaan penganiayaan penyandang disabilitas di Tolikara

October 22, 2026
Film dokumenter pesta babi di Eropa

Film dokumenter Pesta Babi diputar 17 kali di sejumlah negara Eropa

October 21, 2026
Tambang emas Makimi

Berebut emas di Makimi, masyarakat adat dapat apa?

0
Peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

Dinkes Papua Tengah upayakan peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

0
Pembakaran hutan

Warga mengecam dugaan pembakaran hutan di Distrik Libarek

0
Undang-undang Media Sosial Fiji

PM Fiji mempertimbangkan adanya undang-undang media sosial

0
Australia dan Indonesia

Australia dan Indonesia memperdalam kemakmuran melalui kerja sama ekonomi

0
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

0
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : [email protected]

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara